Lemon Basil / Selasih

Ocimum ? africanum
Nama
Lemon Basil / Selasih
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum ? africanum
Bagian Digunakan
Daun, Pucuk Muda, Biji
Rasa
Lemon, basil, sedikit manis
Nama Lain
Lemon basil (Inggris), maenglak (Thailand), kemangi (Indonesia), sangig (Filipina), limonlu fesleğen (Turki).
Asal
Afrika tropis dan Asia tropis (termasuk Asia Selatan dan Asia Tenggara).
Kandungan Utama
Sitral, linalool, metil kavikol, eugenol, limonene

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Lemon Basil / Selasih

Lemon basil, yang dikenal juga sebagai selasih, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Lamiaceae. Nama ilmiahnya adalah Ocimum × africanum, hasil persilangan alami antara Ocimum basilicum dan Ocimum americanum. Tanaman ini memiliki batang tegak bercabang, daun oval hijau dengan tepi sedikit bergerigi, serta bunga putih atau keunguan yang tersusun dalam rangkaian. Ciri khas utamanya adalah aroma lemon yang kuat dari daunnya, berasal dari senyawa sitral, limonene, dan metil chavicol, sehingga sering menjadi pengganti kulit lemon dalam masakan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 19:40:03
 

II. Ciri-ciri Lemon Basil / Selasih

Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang gembur dengan drainase bagus. Biasanya gampang tumbuh di daerah tropis, baik di pekarangan rumah maupun di ladang terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Lemon Basil / Selasih (Ocimum ? africanum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya tunggang, cukup kuat buat menopang tubuh tanaman yang kecil ini.
Batang Batangnya berbentuk segi empat (khas tanaman mint), berkayu di bagian pangkal, dan punya banyak cabang dengan warna hijau hingga sedikit keunguan.
Daun Bentuknya elips atau agak bulat telur dengan pinggiran yang bergerigi halus. Warnanya hijau terang dan kalau diremas bakal keluar aroma wangi khas lemon yang kuat banget.
Bunga Muncul di ujung batang dalam bentuk tandan. Bunganya kecil-kecil, biasanya berwarna putih atau agak keunguan.
Buah Dan Biji Buahnya berisi biji-biji kecil berwarna hitam yang bakal berubah jadi selaput bening (gelatin) kalau kena air, makanya sering disebut selasih.

III. Manfaat Lemon Basil / Selasih

5 Manfaat Lemon Basil / Selasih untuk kesehatan.

  1. Antimikroba spektrum luas (antibakteri dan antijamur)

    Minyak atsiri dan ekstrak Ocimum africanum merusak membran lipid mikroba sehingga meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion; citral berinteraksi dengan protein membran dan mengganggu ATPase; linalool dan eugenol menghambat enzim mikroba serta pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: citral (geranial/neral), Linalool, Eugenol
    Tampilkan
  2. Antioksidan / penangkal stres oksidatif

    Senyawa fenolik dan flavonoid mendonorkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase.

    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Eugenol dan asam rosmarinat menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX sehingga menurunkan produksi PGE2 dan leukotrien; citral menekan aktivasi NF-κB, menurunkan TNF-α, IL-6, dan IL-1β pada sel yang teraktivasi LPS.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asam Rosmarinat, citral
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Lemon Basil / Selasih

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lemon Basil / Selasih.

  1. Citral (geranial + neral)

    Golongan: Terpenoid (monoterpenoid aldehida)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antijamur, Antiinflamasi, Analgesik, Sedatif, Dan Sitotoksik Terhadap Beberapa Sel Tumor In Vitro..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (monoterpenoid alkohol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Sedatif, Antiinflamasi, Analgesik, Antimikroba, Dan Memiliki Aktivitas Modulasi Reseptor GABA-A..
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Insektisida, Dan Digunakan Sebagai Senyawa Aromatik..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Lemon Basil / Selasih

Interaksi & Kontraindikasi Lemon Basil / Selasih dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan sebagai bahan pangan pada orang sehat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman dikonsumsi dalam jumlah normal sebagai lalapan, minuman, atau biji selasih. Hindari ekstrak pekat dan minyak atsiri dalam jangka panjang karena kandungan estragol.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (mis. ACE inhibitor, ARB)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Lemon basil berpotensi memberikan efek hipotensi ringan. Gunakan hati-hati dan pantau tekanan darah secara rutin.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat oral yang diberikan bersamaan dengan selasih (mis. levothyroxine)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Serat pada selasih dapat mengganggu penyerapan obat oral. Beri jeda 1–2 jam antara konsumsi selasih dan obat minum.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Lemon Basil / Selasih

Lemon basil (Ocimum africanum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan, namun penggunaan ekstrak atau minyak esensialnya dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping tertentu. Kandungan senyawa bioaktif seperti estragol dan eugenol yang terdapat di dalamnya dapat bersifat toksik jika dikonsumsi secara berlebihan. Studi toksikologi pada tanaman dari genus Ocimum menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap konsentrasi estragol yang tinggi berpotensi menimbulkan risiko genotoksik dan hepatotoksik, meskipun hal ini sangat bergantung pada dosis dan durasi paparan pada manusia.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Lemon Basil / Selasih

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Lemon Basil / Selasih.

Apa kandungan fitokimia utama dari lemon basil (Ocimum × africanum)?
Lemon basil mengandung minyak atsiri dengan komponen utama sitral (geranial dan neral), serta linalool, limonene, dan metil chavicol (estragole). Daunnya juga mengandung flavonoid dan asam fenolat. Komposisi dapat bervariasi tergantung varietas, lokasi tanam, dan cara ekstraksi. Carović-Stanko et al., 2010, Food Chemistry 119:196–201; Noudogbessi et al., 2008, J. Essent. Oil Bear. Plants 11:49–53.
Bagaimana cara mengonsumsi lemon basil dalam kehidupan sehari-hari?
Daun segar lemon basil dapat dikonsumsi sebagai lalap, diseduh menjadi teh, dicampurkan ke dalam masakan, atau ditambahkan pada minuman sebagai penyegar. Biji selasih yang biasa dijual untuk minuman umumnya berasal dari Ocimum basilicum, bukan dari Ocimum × africanum. Penggunaan dalam takaran makanan normal dianggap aman. European Medicines Agency (EMA), 2018, Herbal monograph on Ocimum basilicum L., herba.
Apa manfaat kesehatan lemon basil yang didukung bukti ilmiah?
Beberapa studi in vitro menunjukkan bahwa minyak atsiri dan ekstrak lemon basil memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, antara lain menghambat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Namun, masih diperlukan uji klinis pada manusia untuk memastikan manfaat terapeutiknya secara spesifik. Carović-Stanko et al., 2010, Food Chemistry 119:196–201.
Apakah lemon basil aman digunakan oleh ibu hamil?
Belum ada data keamanan yang memadai untuk penggunaan lemon basil dalam dosis obat, ekstrak, atau minyak atsiri pada ibu hamil. Konsumsi sebagai bumbu dalam jumlah wajar kemungkinan tidak berisiko besar, tetapi bentuk pekat tidak dianjurkan. European Medicines Agency (EMA), 2018 tidak merekomendasikan penggunaan obat herbal Ocimum selama kehamilan dan menyusui karena kurangnya data keamanan.
Apakah lemon basil aman untuk bayi dan anak-anak?
Untuk bayi dan anak di bawah 2 tahun, hindari pemberian dalam bentuk ekstrak, teh pekat, atau minyak atsiri karena sistem metabolisme yang belum matang dan risiko alergi. Estragole dalam dosis tinggi bersifat hepatotoksik pada studi hewan, sehingga penggunaan jangka panjang harus dihindari. Rietjens et al., 2008, Mol. Nutr. Food Res. 52:119–129.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan lemon basil?
Efek samping yang mungkin meliputi dermatitis kontak alergi terutama akibat kandungan citral, iritasi lambung bila mengonsumsi minyak atsiri dosis tinggi, serta risiko hepatotoksik bila estragole dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus. De Groot & Schmidt, 2016, Essential Oils: Contact Allergy and Chemical Composition; Rietjens et al., 2008.
Apakah lemon basil dapat berinteraksi dengan obat-obatan seperti warfarin?
Penggunaan lemon basil sebagai bumbu umumnya tidak menimbulkan interaksi klinis yang bermakna. Namun, daun basil mengandung vitamin K yang secara teori dapat menurunkan efek warfarin, dan beberapa komponen minyak atsiri dimetabolisme oleh enzim CYP450 yang dapat memengaruhi obat lain. Suplemen ekstrak dosis tinggi sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan. Holbrook et al., 2005, Arch. Intern. Med. 165:1095–1106; Rietjens et al., 2008.
Apakah biji selasih dari lemon basil bisa dikonsumsi sebagai sumber serat?
Biji selasih komersial umumnya berasal dari Ocimum basilicum, bukan dari Ocimum × africanum. Biji selasih mengandung serat larut berupa gum yang dapat mengembang di dalam air, sehingga membantu memberikan efek kenyang dan melancarkan pencernaan. Namun, penelitian khusus tentang biji lemon basil masih sangat terbatas. Naji-Tabasi & Razavi, 2017, Int. J. Biol. Macromol. 107:417–425.

Purple Basil

Ocimum basilicum 'Purpurascens'

Cinnamon Basil

Ocimum basilicum 'Cinnamon'

Cari: