Cinnamon Basil

Ocimum basilicum 'Cinnamon'
Nama
Cinnamon Basil
Nama Latin/Ilmiah
Ocimum basilicum 'Cinnamon'
Bagian Digunakan
Daun, Pucuk Muda, Bunga
Rasa
Manis, pedas, khas kayu manis
Nama Lain
Cinnamon basil (Amerika Serikat), basilic cannelle (Prancis), Zimtbasilikum (Jerman), basilico alla cannella (Italia), albahaca canela (Spanyol)
Asal
India, Asia Tenggara
Kandungan Utama
Metil sinamat, linalool, eugenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cinnamon Basil

Cinnamon Basil (Ocimum basilicum 'Cinnamon') adalah kultivar kemangi yang berasal dari famili Lamiaceae, dikenal karena aroma khasnya yang menyerupai kayu manis dengan sentuhan manis dan sedikit pedas. Tanaman ini memiliki daun berwarna hijau mengilap dengan urat daun keunguan, serta batang yang cenderung kemerahan atau keunguan. Dibandingkan kemangi biasa, kultivar ini tumbuh lebih tegak dengan tinggi mencapai 60–90 cm, dan menghasilkan bunga majemuk berwarna merah muda atau ungu pucat yang menarik perhatian polinator. Aroma kayu manisnya berasal dari senyawa alami seperti sinamatat dan metil sinamat, yang membuatnya unik di antara jenis Ocimum basilicum lainnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 01:40:04
 

II. Ciri-ciri Cinnamon Basil

Suka banget sama sinar matahari penuh dan tanah yang subur, punya drainase bagus, dan nggak suka kalau tanahnya tergenang air. Tanaman ini tumbuh paling oke di iklim hangat dan agak sensitif sama suhu dingin atau beku. Karakteristik/ciri-ciri Cinnamon Basil (Ocimum basilicum 'Cinnamon'):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuh tegak dan bersemak, biasanya tingginya bisa mencapai 30-60 cm.
Batang Punya warna ungu tua atau kemerahan yang mencolok, teksturnya agak kaku.
Daun Bentuknya agak runcing, warnanya hijau zaitun dengan urat daun yang warnanya ungu gelap. Teksturnya sedikit kasar dan punya aroma kayu manis yang khas banget.
Bunga Muncul dalam bentuk tandan (spike) di ujung batang, warnanya pink atau ungu muda, dan biasanya mekar di musim panas.
Akar Sistem perakaran serabut yang menyebar, nggak terlalu dalam tapi cukup kuat buat menopang tanaman.

III. Manfaat Cinnamon Basil

5 Manfaat Cinnamon Basil untuk kesehatan.

  1. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Komponen hidrofobik minyak atsiri (metil sinamat, linalool, eugenol) berinteraksi dengan membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran ion dan sitoplasma, serta menghambat pembentukan biofilm. Pada jamur, eugenol juga dilaporkan mengganggu biosintesis ergosterol.

    Senyawa Aktif: metil sinamat, Linalool, Eugenol
    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Senyawa fenolik—terutama asam rosmarinat, eugenol, dan flavonoid—menyumbangkan atom hidrogen/elektron kepada radikal bebas, menetralkan ROS, mengkhelat ion logam transisi, dan diduga mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, Eugenol, flavonoid (kuersetin/kaempferol glikosida)
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi (potensial)

    Diduga melalui penghambatan enzim siklooksigenase (COX) dan lipooksigenase (LOX), penurunan mediator proinflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β), serta modulasi NF-κB. Eugenol, metil sinamat, dan linalool adalah komponen yang paling mungkin bertanggung jawab.

    Senyawa Aktif: metil sinamat, Eugenol, Linalool
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Cinnamon Basil

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cinnamon Basil.

  1. Methyl trans-cinnamate

    Golongan: Fenilpropanoid (ester asam sinamat)
    Bagian Tanaman: Daun dan batang muda; umumnya diperoleh sebagai minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antifungi, Antiinflamasi, Antioksidan, Dan Insektisida Pada Studi Preklinis.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (monoterpenoid alkohol)
    Bagian Tanaman: Daun, kuncup bunga, dan bagian aerial
    Aktivitas Farmakologis:
    Anksiolitik, Sedatif Ringan, Analgesik, Antiinflamasi, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid (alilbenzena)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Anestetik Lokal, Antibakteri, Antifungi, Antiinflamasi, Dan Antioksidan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cinnamon Basil

Interaksi & Kontraindikasi Cinnamon Basil dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Riwayat alergi terhadap famili Lamiaceae (basil, mint, sage, oregano)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan minyak atsiri dapat memicu reaksi hipersensitivitas pada individu rentan. Jika timbul ruam, gatal, atau edema setelah konsumsi, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

  2. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Daun cinnamon basil mengandung tanin dan senyawa polifenol yang dapat menurunkan absorbsi zat besi non-heme. Beri jeda 1–2 jam antara konsumsi herbal dan suplemen zat besi.

  3. Sedatif, hipnotik, ansiolitik, atau alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan linalool memiliki efek sedatif pada sistem saraf pusat. Kombinasi dengan diazepam, lorazepam, atau alkohol dapat meningkatkan kantuk, pusing, dan gangguan koordinasi; hindari dosis tinggi dan batasi alkohol.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Cinnamon Basil

Cinnamon Basil (Ocimum basilicum 'Cinnamon') umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan. Namun, tanaman ini mengandung konsentrasi estragol yang signifikan, sebuah senyawa fenolik yang dalam penelitian pada hewan produsen terbukti bersifat hepatotoksik dan karsinogenik bila dikonsumsi dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Paparan berlebihan terhadap minyak esensial dari basil jenis ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, mual, serta potensi gangguan fungsi hati akibat akumulasi senyawa aktif tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cinnamon Basil

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cinnamon Basil.

Apa kandungan utama Cinnamon Basil (Ocimum basilicum 'Cinnamon')?
Cinnamon Basil adalah kultivar kemangi dengan aroma khas kayu manis. Zat aktif utamanya meliputi metil sinamat, linalool, eugenol, serta senyawa fenolik seperti asam rosmarinat. Variasi kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan di antara kultivar O. basilicum telah ditunjukkan dalam berbagai penelitian. Shahrajabian, M. H., Sun, W., & Cheng, Q. (2020). International Journal of Food Properties, 23(1), 1961–1971; Kwee, E. M., & Niemeyer, E. D. (2011). Food Chemistry, 128(4), 1044–1050.
Apakah Cinnamon Basil aman dikonsumsi sebagai bumbu atau teh setiap hari?
Dalam jumlah wajar sebagai makanan atau minuman herbal, dosis kuliner umumnya dianggap aman. Basil masuk dalam daftar zat yang diakui aman oleh FDA sebagai bumbu alami, dan metil sinamat juga telah dievaluasi aman sebagai penyedap rasa pada kondisi penggunaan tertentu. U.S. Food and Drug Administration. 21 CFR 182.10 – Spices and other natural seasonings and flavorings; EFSA Panel on Food Additives and Nutrient Sources added to Food. (2009). EFSA Journal, 7(10), 1345.
Apa bukti ilmiah efek antioksidan dan anti-inflamasi Cinnamon Basil?
Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri Ocimum basilicum memiliki aktivitas antioksidan melalui penangkapan radikal bebas serta efek anti-inflamasi melalui penghambatan mediator peradangan. Kapasitas antioksidan dipengaruhi oleh kandungan fenolik, dan kultivar ‘Cinnamon’ termasuk yang diuji dalam perbandingan tersebut. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas. Kwee, E. M., & Niemeyer, E. D. (2011). Food Chemistry, 128(4), 1044–1050; Shahrajabian, M. H., Sun, W., & Cheng, Q. (2020). International Journal of Food Properties, 23(1), 1961–1971.
Apakah Cinnamon Basil memiliki efek antibakteri?
Minyak atsiri Ocimum basilicum menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada uji in vitro. Kandungan linalool, eugenol, dan metil sinamat diduga berperan dalam efek ini. Meski demikian, belum ada penelitian khusus yang memastikan efektivitas kultivar ‘Cinnamon’ pada manusia. Soković, M., Glamočlija, J., Marin, P. D., Brkić, D., & van Griensven, L. J. L. D. (2010). Molecules, 15(11), 7532–7546.
Apa efek samping dan kelompok yang perlu berhati-hati dalam menggunakan Cinnamon Basil?
Konsumsi sebagai bumbu jarang menimbulkan efek samping. Namun, minyak atsiri pekat dapat menyebabkan iritasi kulit atau reaksi alergi, terutama pada orang yang alergi terhadap famili Lamiaceae. Penggunaan minyak atsiri umumnya tidak disarankan untuk bayi, anak kecil, ibu hamil, dan ibu menyusui karena keamanannya belum cukup diteliti dan produk pekat tidak setara dengan penggunaan makanan. Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety (2nd ed.). Churchill Livingstone/Elsevier.
Apakah Cinnamon Basil dapat membantu tidur atau relaksasi?
Salah satu komponen minyak atsiri kemangi, yaitu linalool, telah diteliti memiliki efek sedatif dan mengurangi kecemasan pada hewan. Penghirupan linalool diketahui dapat memperpanjang durasi tidur dalam uji farmakologi. Namun, belum ada uji klinis yang memadai untuk Cinnamon Basil sebagai terapi gangguan tidur pada manusia. Linck, V. M., da Silva, A. L., Figueiró, M., Caramão, E. B., Moreno, P. R. H., & Elisabetsky, E. (2009). Phytomedicine, 16(6-7), 593–600.
Apakah Cinnamon Basil dapat menggantikan obat medis?
Tidak. Sampai saat ini, dosis, bentuk sediaan, dan keamanan jangka panjang Cinnamon Basil sebagai obat belum terstandarisasi. Meskipun memiliki aktivitas biologis yang menjanjikan dalam penelitian dasar, penggunaan herbal ini tidak boleh menggantikan obat resep atau menghentikan pengobatan yang sedang berjalan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Shahrajabian, M. H., Sun, W., & Cheng, Q. (2020). International Journal of Food Properties, 23(1), 1961–1971.

Lemon Basil / Selasih

Ocimum ? africanum

African Blue Basil

Ocimum kilimandscharicum ? basilicum