Korean Mint

Agastache rugosa
Nama
Korean Mint
Nama Latin/Ilmiah
Agastache rugosa
Bagian Digunakan
Daun, Bunga, Batang Muda
Rasa
anis, mint, licorice
Nama Lain
Korean hyssop (Amerika Serikat), purple giant hyssop (Inggris), huoxiang (Tiongkok), banga (Korea Selatan), kawamidori (Jepang)
Asal
Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, dan Timur Jauh Rusia.
Kandungan Utama
Minyak atsiri (estragol), acacetin, tilianin, asam rosmarinat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Korean Mint

Korean Mint atau *Agastache rugosa* merupakan tumbuhan herbal tahunan yang berasal dari Asia Timur, terutama Korea, Tiongkok, dan Jepang. Meskipun disebut "mint", tumbuhan ini bukan bagian dari genus *Mentha* melainkan anggota famili Lamiaceae yang memiliki aroma khas mirip adas manis dan mint. Daunnya yang berbentuk lanset dengan tepi bergerigi mengeluarkan minyak atsiri yang kaya akan senyawa estragol dan metil kavikol, memberikan aroma harum yang tajam. Dalam pengobatan tradisional Korea, tumbuhan ini dikenal sebagai *baechohyang* dan telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi gangguan pencernaan, mual, serta sebagai antioksidan alami. Tanaman ini tumbuh tegak hingga setinggi satu meter, menyukai sinar matahari penuh, dan mudah dibudidayakan di tanah yang dikeringkan dengan baik.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 09:40:53
 

II. Ciri-ciri Korean Mint

Tanaman ini asalnya dari Asia Timur. Dia suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh atau agak teduh. Biasanya tumbuh subur di tanah yang subur, lembap, tapi punya sistem drainase yang baik alias nggak gampang becek. Karakteristik/ciri-ciri Korean Mint (Agastache rugosa):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tumbuhan herba menahun (perennial) yang punya aroma khas mint/anis.
Batang Bentuknya persegi (khas keluarga Lamiaceae), bisa tumbuh sampai sekitar 60–150 cm.
Daun Bentuknya jantung atau oval dengan pinggiran bergerigi. Permukaannya agak berkerut (sesuai namanya 'rugosa'), warnanya hijau tua, dan kalau diremas bakal keluar bau wangi.
Bunga Muncul dalam bentuk bulir yang padat di ujung batang, warnanya ungu kebiruan, dan jadi magnet buat lebah atau kupu-kupu.
Akar Sistem perakarannya serabut yang cukup kuat untuk menopang batang yang tegak.

III. Manfaat Korean Mint

8 Manfaat Korean Mint untuk kesehatan.

  1. Peradangan kronis / dermatitis atopik

    Penghambatan aktivasi NF-κB dan MAPK (ERK/JNK/p38), penurunan ekspresi iNOS/COX-2, TNF-α, IL-6, IL-1β, IgE, serta keseimbangan sitokin Th2 (IL-4, IL-13). Flavonoid seperti tilianin dan acacetin berperan menekan respons inflamasi kutaneus.

    Senyawa Aktif: tilianin, Acacetin, Asam Rosmarinat
    Tampilkan
  2. Infeksi virus enterovirus (HFMD terkait EV71/CVB3)

    Flavonoid menghambat sintesis RNA virus dan ekspresi protein kapsid pada tahap pasca-masuk; diduga dengan mempengaruhi protease virus atau fungsi replikasi pada membran sel inang, sehingga menurunkan titer virus dan efek sitopatik.

    Senyawa Aktif: tilianin, Acacetin, Estragole
    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri dan jamur (terutama Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans)

    Minyak atsiri dan komponen terpenoid merusak integritas membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, kebocoran ion dan protein intrasel, serta menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Estragole, pulegone, Acacetin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Korean Mint

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Korean Mint.

  1. Golongan: Fenilpropanoid (minyak atsiri)
    Bagian Tanaman: Daun, batang, dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antijamur, Insektisida, Dan Antioksidan Lemah.
    Tampilkan
  2. Golongan: Fenilpropanoid (minyak atsiri)
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Dan Senyawa Pemberi Aroma.
    Tampilkan
  3. Pulegone

    Golongan: Monoterpenoid (minyak atsiri)
    Bagian Tanaman: Daun dan bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri, Antijamur, Insektisida, Dan Stimulan Uterus.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Korean Mint

Interaksi & Kontraindikasi Korean Mint dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi sebagai bumbu/teh pada jumlah normal

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman untuk dewasa sehat bila digunakan dalam jumlah wajar. Hindari ekstrak pekat atau penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Sedatif dan obat penenang (mis. benzodiazepin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Minyak atsiri Agastache rugosa dapat memberikan efek relaksasi ringan. Kombinasi dosis tinggi berpotensi meningkatkan sedasi; gunakan dengan hati-hati.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Beberapa komponen flavonoid memiliki efek vasodilatasi ringan. Pantau tekanan darah jika digunakan bersamaan dengan obat hipertensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Korean Mint

Korean Mint (Agastache rugosa), yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai Huo Xiang, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau teh herbal. Namun, seperti banyak tanaman obat yang kaya akan minyak atsiri (terutama mengandung tiliroside, estragole, dan anethole), penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat memicu sejumlah efek samping. Reaksi merugikan yang paling umum dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan iritasi lambung ringan, terutama pada individu dengan lambung yang sensitif atau ketika ekstrak pekat dikonsumsi saat perut kosong.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Korean Mint

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Korean Mint.

Apa itu Korean Mint (Agastache rugosa) dan senyawa aktif utamanya?
Korean Mint (Agastache rugosa) adalah tanaman herbal dari famili Lamiaceae yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Korea, Tiongkok, dan Jepang. Senyawa aktif utamanya meliputi flavonoid seperti acacetin, tilianin, agastachoside, serta asam rosmarinat. Minyak atsirinya mengandung monoterpen seperti estragole, pulegone, dan menthone yang berkontribusi terhadap aroma dan aktivitas biologis. (Molecules, 25(4), 2020)
Bagaimana cara konsumsi Korean Mint yang aman untuk sehari-hari?
Belum ada dosis standar yang disepakati secara internasional. Secara empiris, 1-2 gram daun kering diseduh dengan 200 ml air panas selama 5-10 menit dapat diminum 1-2 kali sehari. Sebaiknya mulai dengan dosis rendah untuk menilai toleransi individu, dan tidak digunakan terus-menerus tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects, 2nd edition, 2011)
Apa bukti ilmiah manfaat Korean Mint untuk kesehatan umum?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa aktif Korean Mint memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, serta hepatoprotektif. Tilianin terbukti menghambat produksi sitokin proinflamasi pada makrofag, dan acacetin menunjukkan aktivitas neuroprotektif pada model seluler. Namun, sebagian besar bukti masih berasal dari studi praklinis sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut. (Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021)
Apakah Korean Mint aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan Korean Mint untuk bayi dan anak-anak belum diteliti secara memadai. Kandungan estragole dan pulegone dalam minyak atsiri dapat bersifat toksik pada dosis tinggi dan belum dapat ditentukan dosis aman untuk kelompok usia ini. Oleh karena itu, pemberian kepada bayi dan anak-anak, terutama di bawah 2 tahun, tidak disarankan tanpa rekomendasi dokter. (European Medicines Agency - Committee on Herbal Medicinal Products, 2018)
Apakah Korean Mint aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data klinis yang cukup mengenai keamanan Korean Mint selama kehamilan dan menyusui. Beberapa monoterpen dalam minyak atsiri berpotensi merangsang kontraksi uterus atau memengaruhi hormon, sehingga penggunaan oral sebaiknya dihindari. Ibu menyusui juga disarankan tidak menggunakannya karena ekskresi senyawa aktif melalui ASI belum diketahui. (Drugs and Lactation Database, 2021)
Apa potensi efek samping dari konsumsi Korean Mint?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan seperti mual, mulas, dan diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Reaksi alergi seperti ruam dan gatal jarang terjadi. Penggunaan minyak atsiri murni secara oral tidak dianjurkan karena pulegone dapat menyebabkan hepatotoksisitas pada dosis tinggi. (Food and Chemical Toxicology, 2018)
Apakah Korean Mint dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Secara teoritis, senyawa flavonoid seperti acacetin dan tilianin dapat memengaruhi enzim sitokrom P450, terutama CYP3A4 dan CYP2D6, sehingga dapat mengubah metabolisme obat-obatan tertentu. Konsumsi bersamaan dengan obat yang memiliki indeks terapi sempit seperti warfarin atau antikonvulsan perlu diwaspadai. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakannya bersamaan dengan obat resep. (International Journal of Molecular Sciences, 2022)
Apa saja kontraindikasi penggunaan Korean Mint?
Korean Mint tidak boleh digunakan oleh individu yang memiliki riwayat alergi terhadap famili Lamiaceae seperti mint, basil, dan rosemary. Penderita gangguan hati berat juga sebaiknya menghindarinya karena kandungan pulegone dan monoterpen lain yang berpotensi hepatotoksik. Selain itu, penderita refluks gastroesofagus disarankan berhati-hati karena efek relaksasi sfingter esofagus dapat memperburuk gejala asam lambung. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023)

Japanese Mint

Mentha canadensis

Chinese Chive

Allium tuberosum

Cari: