Japanese Mint

Mentha canadensis
Nama
Japanese Mint
Nama Latin/Ilmiah
Mentha canadensis
Bagian Digunakan
Daun, Batang
Rasa
Pedas, dingin
Nama Lain
american wild mint (Amerika Serikat), Japanese mint (Jepang), corn mint (Inggris), pudina (India), bo he (China)
Asal
Amerika Utara
Kandungan Utama
Mentol, menton, sineol, limonena

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Japanese Mint

Mentha canadensis, yang dikenal sebagai Japanese Mint atau "Mint Jepang", adalah spesies tumbuhan herba tahunan dari famili Lamiaceae yang berasal dari wilayah Asia Timur, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Siberia timur. Tumbuhan ini memiliki batang persegi yang khas, daun berbentuk lanset dengan tepi bergerigi, serta menghasilkan minyak atsiri yang kaya akan mentol—senyawa yang memberikan sensasi dingin dan aroma khas. Berbeda dengan mint Eropa (Mentha piperita), Japanese Mint memiliki kandungan mentol yang lebih tinggi dan rasa yang lebih tajam, menjadikannya komoditas penting dalam industri farmasi, kosmetik, serta produk permen dan minuman di berbagai negara Asia.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 07:40:50
 

II. Manfaat Japanese Mint

5 Manfaat Japanese Mint untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik topikal

    Mentol mengaktivasi reseptor TRPM8 pada serat saraf sensori, menghasilkan efek counterirritant dan desensitisasi nosiseptor. Rosmarinic acid dan luteolin menghambat enzim COX-2/5-LOX serta menekan aktivasi NF-κB, sehingga menurunkan sintesis prostaglandin PGE2 dan leukotrien pro-inflamasi.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Monoterpena hidrofobik seperti mentol dan menthone berinteraksi dengan fosfolipid membran mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran ion dan gangguan rantai respirasi pada mitokondria mikroba. Pada konsentrasi lebih tinggi, monoterpena ini juga menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Mentol, Menthone, Limonen
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Asam fenolat dan flavonoid pada daun Mentha canadensis mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas seperti superoksida, DPPH, dan ABTS. Selain itu, senyawa polifenol mengaktivasi jalur Nrf2/ARE, meningkatkan ekspresi superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: Asam Rosmarinat, Asam kaffeat, Eriocitrin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


III. Kandungan Japanese Mint

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Japanese Mint.

  1. Golongan: Monoterpenoid alkohol
    Bagian Tanaman: Daun dan pucuk berbunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Topikal, Antipruritus, Dekongestan Hidung, Antimikroba Ringan, Dan Penimbul Sensasi Dingin Melalui Reseptor TRPM8. Ada Uji Klinis Manusia Untuk Nyeri Muskuloskeletal Topikal, Tetapi Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Untuk Efek Sistemik Oral Produk Japanese Mint..
    Tampilkan
  2. Menthone

    Golongan: Monoterpenoid keton
    Bagian Tanaman: Daun dan pucuk berbunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Dan Antijamur Pada Studi In Vitro; Potensi Antiinflamasi Pada Studi Hewan. Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. 1,8-Sineol

    Golongan: Monoterpenoid oksigenat
    Bagian Tanaman: Daun dan pucuk berbunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Mukolitik, Antiinflamasi Saluran Napas. Uji Klinis Manusia Mendukung Penggunaan 1, 8-sineol Terisolasi Untuk Bronkitis/sinusitis, Tetapi Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia Yang Spesifik Menggunakan Mentha Canadensis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Japanese Mint

Interaksi & Kontraindikasi Japanese Mint dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Refluks asam lambung (GERD)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi Japanese Mint dalam jumlah besar karena dapat menurunkan tonus sfingter esofagus dan memperburuk gejala refluks. Gunakan hanya jika gejala tidak memberat atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat penenang/sedatif (misalnya benzodiazepin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dengan Japanese Mint dosis tinggi dapat meningkatkan efek sedasi. Gunakan dengan hati-hati dan hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah konsumsi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Japanese Mint dapat menurunkan tekanan darah. Bila digunakan bersamaan dengan obat hipertensi, pantau tekanan darah secara teratur untuk mencegah hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

V. Efek Samping Japanese Mint

Japanese Mint (Mentha canadensis), yang kaya akan kandungan mentol, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi atau konsumsi minyak esensialnya secara tidak tepat dapat menimbulkan berbagai efek samping sistemik dan lokal. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi iritasi pada mukosa lambung, mulas (heartburn), mual, dan muntah. Kandungan mentol yang tinggi dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga memicu atau memperparah gejala penyakit refluks gastroesofageal (GERD) pada individu yang rentan.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Japanese Mint

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Japanese Mint.

Apa itu Japanese Mint (Mentha canadensis) dan apa kandungan senyawa aktif utamanya?
Japanese Mint (Mentha canadensis) adalah tanaman herba aromatik dari famili Lamiaceae, dikenal juga sebagai corn mint. Minyak atsiri daunnya kaya akan mentol, serta mengandung menton, isomenton, menthyl acetate, limonene, dan pulegone. Selain minyak atsiri, terdapat flavonoid seperti eriodictyol dan luteolin serta asam fenolik. European Medicines Agency (EMA), Community herbal monograph on Menthae arvensis aetheroleum.
Bagaimana cara konsumsi Japanese Mint yang umum dan aman sebagai teh atau ramuan harian?
Daun kering dapat diseduh sebagai teh dengan takaran sekitar 1–2 gram dalam 150 mL air mendidih, didiamkan 5–10 menit, lalu diminum maksimal 3 kali sehari. Ekstrak atau minyak atsiri harus mengikuti petunjuk produk yang terstandar dan tidak boleh ditelan langsung tanpa pengawasan karena konsentrasinya tinggi. World Health Organization (WHO), WHO Monographs on Selected Medicinal Plants.
Apa saja manfaat kesehatan Japanese Mint yang didukung bukti ilmiah?
Penggunaan tradisional dan beberapa studi menunjukkan efek karminatif, spasmolitik ringan pada saluran cerna, serta membantu meredakan perut kembung dan dispepsia. Mentol, komponen utamanya, juga memiliki efek analgesik topikal melalui aktivasi reseptor TRPM8, sehingga dapat digunakan untuk meredakan nyeri otot lokal dan sakit kepala tegang. McKemy, D.D., Neuhausser, W.M., & Julius, D. (2002), Nature, 416, 52–58 dan ESCOP Monographs: The Scientific Foundation for Herbal Medicinal Products.
Apakah Japanese Mint aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan penggunaan minyak atsiri atau dosis terapeutik tinggi selama kehamilan belum cukup terbukti, sehingga sebaiknya dihindari. Teh daun dalam jumlah makanan, misalnya 1–2 cangkir sehari, umumnya dianggap dapat ditoleransi, tetapi tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Drugs and Lactation Database (LactMed), National Institute of Child Health and Human Development.
Apakah Japanese Mint boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Minyak atsiri mentol tidak boleh dioleskan pada wajah atau dada bayi dan anak kecil di bawah 2 tahun karena dapat memicu laringospasme, apnea, atau iritasi saluran napas. Penggunaan teh herbal pada anak yang lebih besar sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan di bawah pengawasan dokter anak. German Commission E Monographs.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Japanese Mint?
Efek samping dapat berupa iritasi kulit atau selaput lendir, sensasi dingin berlebihan, mual, atau muntah bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Minyak atsiri yang mengandung pulegone berpotensi hepatotoksik jika digunakan berlebihan. Penggunaan topikal juga dapat menyebabkan dermatitis kontak pada individu sensitif. Tisserand, R., & Young, R. (2014), Essential Oil Safety.
Bagaimana penggunaan minyak atsiri Japanese Mint untuk pijat dan aromaterapi yang benar?
Minyak atsiri harus diencerkan dengan minyak pembawa seperti minyak almond atau jojoba, biasanya pada konsentrasi 2–5% untuk pijat. Untuk inhalasi uap, tambahkan 2–3 tetes ke air panas. Jangan digunakan dalam nebulizer atau alat pembuat uap lainnya tanpa anjuran profesional, dan hindari kontak langsung pada wajah anak kecil. Tisserand, R., & Young, R. (2014), Essential Oil Safety.
Apakah Japanese Mint boleh dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen atau pendamping makanan?
Dalam jumlah makanan atau seduhan teh 1–3 cangkir per hari, Japanese Mint umumnya dapat dinikmati setiap hari sebagai bagian dari pola makan biasa. Namun pemakaian ekstrak pekat atau minyak atsiri dalam jangka panjang tanpa pengawasan tidak dianjurkan karena risiko toksisitas. Penggunaan terapeutik sebaiknya dibatasi sesuai dosis produk dan tidak berkelanjutan tanpa evaluasi. European Medicines Agency (EMA), Community herbal monograph on Menthae arvensis aetheroleum.

Daun Ketumbar Jawa

Eryngium foetidum

Korean Mint

Agastache rugosa

Cari: