Daun Ketumbar Jawa

Eryngium foetidum
Nama
Daun Ketumbar Jawa
Nama Latin/Ilmiah
Eryngium foetidum
Famili
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
seperti ketumbar, sedikit pahit, tajam
Nama Lain
Culantro (Meksiko), Mexican coriander (Meksiko), ngò gai (Vietnam), pak chi farang (Thailand), shado beni (Trinidad)
Asal
Amerika tropis, terutama Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.
Kandungan Utama
Minyak atsiri, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, steroid, alkaloid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Ketumbar Jawa

Daun Ketumbar Jawa (Eryngium foetidum) adalah tumbuhan herbal tropis yang termasuk dalam famili Apiaceae, sering disalahartikan sebagai ketumbar biasa (Coriandrum sativum) karena aroma dan fungsinya yang mirip. Namun, secara botani keduanya berbeda genus; Eryngium foetidum memiliki daun berbentuk lonjong memanjang dengan tepi bergerigi dan duri halus, tersusun dalam roset akar yang rapat. Tumbuhan ini berasal dari daerah tropis Amerika, tetapi kini menyebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan kerap ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di dataran rendah hingga ketinggian sedang.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 05:41:11
 

II. Manfaat Daun Ketumbar Jawa

7 Manfaat Daun Ketumbar Jawa untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi (peradangan jaringan)

    Ekstrak daun menghambat aktivasi NF-κB pada makrofag, sehingga menurunkan ekspresi iNOS, COX-2, TNF-α, IL-6. Flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol juga menangkap radikal bebas dan mengurangi edema melalui stabilisasi membran sel serta penghambatan eksudasi plasma.

    Tampilkan
  2. Antimikroba (infeksi bakteri dan jamur)

    Komponen aldehida utama, E-2-dodekenal (eryngial), berinteraksi dengan fosfolipid membran mikroba dan meningkatkan permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran isi sel. Senyawa terpenoid dalam minyak atsiri juga mengganggu integritas membran dan dapat menghambat pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: E-2-dodekenal (eryngial), dodekanal, trans-kariofilena
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif (dukungan antioksidan)

    Senyawa fenolik dan flavonoid mendonasikan atom hidrogen dari gugus hidroksil untuk menetralkan radikal DPPH dan ABTS; selain itu dapat mengkhelat ion logam transisi dan menghambat peroksidasi lipid, sehingga melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


III. Kandungan Daun Ketumbar Jawa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Ketumbar Jawa.

  1. (E)-2-dodecenal (eryngial)

    Golongan: Aldehida alifatik tak jenuh (komponen minyak atsiri)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antimikroba, Dan Antiparasit (terutama Antileishmania) Pada Model In Vitro/in Vivo.
    Tampilkan
  2. Dodecanal (lauril aldehida)

    Golongan: Aldehida alifatik jenuh (komponen minyak atsiri)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba; Berkontribusi Pada Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Minyak Atsiri Secara Sinergis.
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid bisiklik (terpenoid)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Reseptor CB2; Antiinflamasi, Analgesik, Dan Gastroprotektif Pada Studi Hewan; Potensi Neuroprotektif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Daun Ketumbar Jawa

Interaksi & Kontraindikasi Daun Ketumbar Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Riwayat alergi ringan terhadap tanaman famili Apiaceae (wortel, seledri, peterseli)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Lakukan uji tempel pada kulit sebelum penggunaan; hentikan jika muncul gatal, kemerahan, atau bengkak.

  2. Masa menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan dalam dosis obat/suplemen karena data keamanan belum mencukupi; penggunaan sebagai bumbu makanan sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun ketumbar jawa berpotensi menurunkan tekanan darah; kombinasi dapat menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

V. Efek Samping Daun Ketumbar Jawa

Daun ketumbar jawa (Eryngium foetidum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi berlebihan atau penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, muntah, dan iritasi lambung karena kandungan minyak atsiri yang kuat di dalamnya. Selain itu, reaksi alergi pada kulit atau dermatitis kontak juga telah dilaporkan pada individu yang sensitif, terutama akibat kontak langsung dengan getah atau daun segar tanaman ini yang mengandung senyawa furokumarin bersifat fototoksik.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Daun Ketumbar Jawa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Ketumbar Jawa.

Apa kandungan fitokimia utama pada Daun Ketumbar Jawa (Eryngium foetidum)?
Daun ini mengandung minyak atsiri dengan komponen utama aldehida (E)-2-dodekenal, serta golongan terpenoid, flavonoid, saponin, dan asam fenolik. Berbagai studi fitokimia menunjukkan senyawa-senyawa ini berpotensi sebagai antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi (Phytochemistry Reviews, 2018).
Apa kontribusi nutrisi dari daun ini dalam konsumsi sehari-hari?
Menurut data komposisi pangan, daun ini mengandung provitamin A (beta-karoten), vitamin C, kalsium, zat besi, dan serat. Dalam jumlah wajar, daun ini dapat mendukung imunitas, kesehatan mata, serta membantu memenuhi kebutuhan mineral harian (International Journal of Food Sciences and Nutrition, 2018).
Bagaimana cara mengonsumsi yang aman sebagai herbal?
Cara paling umum adalah sebagai bumbu/lalap, dijadikan teh seduh, atau direbus menjadi infusa. Konsumsi dalam takaran pangan sektr 2–5 gram daun segar per saji relatif aman; sediaan ekstrak pekat sebaiknya digunakan berdasarkan dosis yang telah dibakukan (Journal of Herbal Medicine, 2019).
Apakah Daun Ketumbar Jawa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada uji klinik yang memadai mengenai keamanan sediaan pekat pada ibu hamil dan menyusui. Penggunaan sebagai bumbu masakan dengan jumlah wajar umumnya dianggap berisiko rendah, tetapi ekstrak atau obat herbal sebaiknya dihindari karena data dosisnya tidak tersedia; prinsip kehati-hatian berlaku (Drug Safety, 2019).
Bolehkah diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Sediaan herbal pekat tidak dianjurkan untuk bayi dan anak tanpa pengawasan tenaga kesehatan karena belum ada standar dosis pediatrik. Untuk anak, infusa encer dapat digunakan atas anjuran dokter, dengan memperhatikan adanya kandungan vitamin K yang dapat berinteraksi jika anak mendapat terapi antikoagulan (Journal of Pediatrics and Child Health, 2019).
Apa efek samping yang mungkin muncul?
Pada sebagian orang dapat muncul reaksi alergi kulit seperti ruam dan gatal karena daun ini termasuk familia Apiaceae; konsumsi berlebihan juga dapat menyebabkan iritasi lambung atau mual. Minyak atsirinya dapat mengiritasi kulit/mukosa jika digunakan langsung tanpa pengenceran (Contact Dermatitis, 2015).
Bagaimana interaksi E. foetidum dengan obat-obatan?
Kandungan vitamin K yang cukup tinggi pada daun hijau berisiko menurunkan efektivitas warfarin/antikoagulan. Selain itu, sejumlah studi menunjukkan efek penurun glukosa darah; jika digunakan bersama obat diabetes, dapat terjadi hipoglikemia. Pemantauan dan konsultasi dokter sangat diperlukan (British Journal of Clinical Pharmacology, 2018).
Bagaimana mengolah daun ini agar senyawa aktifnya optimal?
Pengolahan yang dianjurkan adalah menyeduh atau merebus dengan air panas dalam waktu singkat (infusa) agar senyawa polar seperti flavonoid dan asam fenolik terekstrak. Untuk senyawa lipofilik seperti terpenoid, penambahan sedikit minyak atau santan dapat meningkatkan penyerapannya; hindari perebusan terlalu lama agar senyawa volatil tidak menguap (Phytochemical Analysis, 2017).
Apakah aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang?
Sebagai pangan/bumbu, konsumsi setiap hari dalam jumlah wajar masih dalam batas yang umum. Namun, untuk penggunaan terapeutik jangka panjang belum ada batas aman yang baku; dianjurkan mengikuti pola siklus, misalnya 1–2 minggu penggunaan lalu istirahat, dan berkonsultasi dengan ahli herbal atau tenaga kesehatan (BMC Complementary Medicine and Therapies, 2020).

Bunga Pukul Empat

Mirabilis jalapa

Japanese Mint

Mentha canadensis

Cari: