Advertisement
Daun Ketumbar Jawa (Eryngium foetidum) adalah tumbuhan herbal tropis yang termasuk dalam famili Apiaceae, sering disalahartikan sebagai ketumbar biasa (Coriandrum sativum) karena aroma dan fungsinya yang mirip. Namun, secara botani keduanya berbeda genus; Eryngium foetidum memiliki daun berbentuk lonjong memanjang dengan tepi bergerigi dan duri halus, tersusun dalam roset akar yang rapat. Tumbuhan ini berasal dari daerah tropis Amerika, tetapi kini menyebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan kerap ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di dataran rendah hingga ketinggian sedang.
7 Manfaat Daun Ketumbar Jawa untuk kesehatan.
Ekstrak daun menghambat aktivasi NF-κB pada makrofag, sehingga menurunkan ekspresi iNOS, COX-2, TNF-α, IL-6. Flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol juga menangkap radikal bebas dan mengurangi edema melalui stabilisasi membran sel serta penghambatan eksudasi plasma.
Komponen aldehida utama, E-2-dodekenal (eryngial), berinteraksi dengan fosfolipid membran mikroba dan meningkatkan permeabilitas membran, menyebabkan kebocoran isi sel. Senyawa terpenoid dalam minyak atsiri juga mengganggu integritas membran dan dapat menghambat pembentukan biofilm.
Senyawa fenolik dan flavonoid mendonasikan atom hidrogen dari gugus hidroksil untuk menetralkan radikal DPPH dan ABTS; selain itu dapat mengkhelat ion logam transisi dan menghambat peroksidasi lipid, sehingga melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Ketumbar Jawa.
Interaksi & Kontraindikasi Daun Ketumbar Jawa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Daun ketumbar jawa (Eryngium foetidum) umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari makanan. Namun, konsumsi berlebihan atau penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, muntah, dan iritasi lambung karena kandungan minyak atsiri yang kuat di dalamnya. Selain itu, reaksi alergi pada kulit atau dermatitis kontak juga telah dilaporkan pada individu yang sensitif, terutama akibat kontak langsung dengan getah atau daun segar tanaman ini yang mengandung senyawa furokumarin bersifat fototoksik.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Ketumbar Jawa.