Bunga Pukul Empat

Mirabilis jalapa
Nama
Bunga Pukul Empat
Nama Latin/Ilmiah
Mirabilis jalapa
Bagian Digunakan
Daun, Bunga, Umbi
Rasa
Manis
Nama Lain
Four o'clock flower (Amerika Serikat), marvel of Peru (Inggris), belle de nuit (Prancis), dondiego de noche (Spanyol), oshiroi bana (Jepang).
Asal
Peru
Kandungan Utama
Alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan glikosida.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bunga Pukul Empat

Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) merupakan tumbuhan herbal tahunan yang berasal dari dataran tinggi Peru, Amerika Selatan, tetapi telah menyebar luas ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Nama "pukul empat" merujuk pada kebiasaan unik bunganya yang mekar pada sore hari sekitar pukul empat hingga malam hari, lalu menutup kembali di pagi harinya. Tumbuhan ini memiliki akar tuber (umbi) yang menyerupai akar singkong, serta batang tegak bercabang dengan tinggi mencapai 0,5–1 meter. Daunnya berbentuk hati (cordate) dengan permukaan licin dan tepi rata, tersusun berselang-seling. Bunganya berbentuk terompet kecil dengan beragam warna cerah seperti merah, kuning, putih, pink, hingga kombinasi belang atau gradasi yang mencolok.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 03:41:58
 

II. Manfaat Bunga Pukul Empat

8 Manfaat Bunga Pukul Empat untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Flavonoid dan sterol dalam Mirabilis jalapa menghambat ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui modulasi jalur NF-κB, sehingga menurunkan produksi prostaglandin E2 dan oksida nitrat serta migrasi leukosit ke area inflamasi.

    Tampilkan
  2. Antimikroba spektrum luas

    Peptida antimikroba kaya sistein Mj-AMP1 dan Mj-AMP2 berinteraksi dengan membran sel mikroba dan mengganggu integritasnya; polifenol dan flavonoid menghambat enzim bakteri, merusak dinding sel, serta mengganggu pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Mj-AMP1, Mj-AMP2, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolat dan betasianin menyumbangkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, mengkelasi ion logam transisi, serta mengaktivasi jalur Nrf2/ARE yang meningkatkan enzim antioksidan endogen SOD, katalase, dan GPx.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Asam Klorogenat, betasianin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


III. Kandungan Bunga Pukul Empat

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bunga Pukul Empat.

  1. Trigonelline

    Golongan: Alkaloid (piridin)
    Bagian Tanaman: Biji, daun, akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antihiperglikemik; Neuroprotektif; Antiinflamasi..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Kardioprotektif..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun, bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antiproliferatif In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Bunga Pukul Empat

Interaksi & Kontraindikasi Bunga Pukul Empat dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Pemakaian luar/topikal pada kulit sehat dan tidak alergi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman untuk iritasi kulit ringan sebagai kompres, tetapi lakukan uji tempel dulu; hindari luka terbuka. Hentikan jika timbul kemerahan, gatal, atau reaksi kulit.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (misalnya amlodipin, captopril, valsartan)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Mirabilis jalapa dilaporkan dapat menurunkan tekanan darah sehingga efek antihipertensi dapat berlipat. Pantau tekanan darah secara rutin dan gunakan hanya atas sepengetahuan dokter.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (misalnya metformin, glibenklamid, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun, akar, dan ekstrak bunga pukul empat memiliki aktivitas hipoglikemik. Kombinasi dapat menyebabkan gula darah turun berlebihan; pantau kadar glukosa dan waspadai gejala hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

V. Efek Samping Bunga Pukul Empat

Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) dikenal memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan glikosida yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, seluruh bagian tanaman ini, terutama biji, akar, dan daunnya, mengandung racun potensial jika tertelan atau digunakan secara tidak tepat. Efek samping sistemik dari konsumsi bagian tanaman ini meliputi mual, muntah hebat, nyeri perut, dan diare berat karena adanya efek iritasi langsung pada saluran pencernaan. Selain itu, kandungan purgatif (pencahar) yang kuat dapat menyebabkan dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh yang berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Bunga Pukul Empat

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bunga Pukul Empat.

Apakah Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) bisa dikonsumsi sebagai lalapan atau sayur harian?
Tidak. Secara gizi, Mirabilis jalapa bukan sumber sayuran atau bahan pangan harian; ia lebih tepat dikategorikan sebagai tanaman obat. The Wealth of India (CSIR, 1962) mencatat bahwa akar digunakan sebagai pencahar, daun dipakai untuk bisul, tetapi bukan untuk dikonsumsi seperti sayur. Burrows & Tyrl (2013) dalam Toxic Plants of North America juga mengingatkan bahwa bagian tanaman ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan bila tertelan. Karena itu, konsumsi rutin tanpa dosis medis tidak dianjurkan.
Apa kandungan fitokimia utama dari Bunga Pukul Empat?
Beberapa studi fitokimia melaporkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, steroid, serta senyawa fenolik. Selain itu, akar Mirabilis jalapa mengandung protein antiviral yang disebut Mirabilis antiviral protein (MAP), yang diisolasi dan dikarakterisasi oleh Habuka dkk. (1990) dalam Journal of Biological Chemistry. Flavonoid dan tanin umumnya berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antimikroba, sedangkan MAP termasuk ribosome-inactivating protein yang berpotensi antivirus.
Apa bukti ilmiah untuk penggunaan tradisionalnya sebagai obat?
Penggunaan tradisional sebagai pencahar dari akar dan obat bisul dari daun tercatat dalam The Wealth of India (CSIR, 1962). Secara ilmiah, keberadaan MAP dari akar menunjukkan aktivitas antiviral in vitro, sebagaimana dilaporkan dalam Habuka dkk. (1990). Meskipun begitu, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga klaim penggunaannya sebagai obat perlu diteliti lebih lanjut dan tidak boleh digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Apa efek samping yang perlu diwaspadai setelah mengonsumsi atau menggunakan bagian tanaman ini?
Efek samping oral yang dapat muncul antara lain mual, muntah, nyeri perut, dan diare, terutama jika biji atau ekstrak akar yang pekat tertelan. Burrows & Tyrl (2013) menekankan risiko iritasi gastrointestinal dari tanaman ini. Pemakaian luar pada kulit yang rusak juga dapat memicu iritasi karena kandungan saponin. Jika muncul gejala seperti muntah berulang atau diare berat, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.
Bolehkah *Mirabilis jalapa* digunakan untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada data keamanan klinis yang memadai untuk kelompok bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, dan bagian biji yang berpotensi toksik, risikonya lebih besar daripada manfaatnya. Burrows & Tyrl (2013) mengingatkan bahwa tanaman yang memiliki efek farmakologis kuat tidak boleh dianggap aman untuk kelompok rentan tanpa bukti keamanan yang jelas.
Bagaimana cara paling aman memanfaatkan Bunga Pukul Empat untuk pemakaian luar?
Untuk pemakaian luar, daun segar dapat ditumbuk sebagai tapal pada bisul atau luka, sebagaimana tercatat dalam The Wealth of India (CSIR, 1962). Namun, tapal sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama dan segera dibersihkan jika timbul rasa panas, gatal, atau kemerahan. Penggunaan dalam bentuk rebusan atau ekstrak oral hanya boleh dilakukan atas petunjuk tenaga kesehatan karena dosisnya belum baku.
Apakah Bunga Pukul Empat dapat berinteraksi dengan obat modem?
Karena akar Mirabilis jalapa dilaporkan memiliki efek pencahar, penggunaan bersamaan dengan obat yang sensitif terhadap gangguan elektrolit, seperti digoxin atau diuretik, berpotensi meningkatkan risiko hipokalemia dan efek samping obat. Efek pencahar ini tercatat dalam The Wealth of India (CSIR, 1962). Namun, data interaksi spesifik masih terbatas, sehingga hindari penggunaan bersamaan dengan obat modern tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Daun Kecubung

Datura metel

Daun Ketumbar Jawa

Eryngium foetidum

Cari: