Daun Kecubung

Datura metel
Nama
Daun Kecubung
Nama Latin/Ilmiah
Datura metel
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Dhatura (India), devil's trumpet (Inggris), lam phong (Thailand), yang jinhua (Tiongkok), kecubung (Malaysia)
Asal
Asia Selatan (India, Nepal, Pakistan, Bangladesh) dan Asia Tenggara.
Kandungan Utama
Skopolamin, hiosiamin, atropin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Kecubung

Datura metel, yang dikenal luas sebagai kecubung di Indonesia, merupakan tumbuhan perdu tahunan dari famili Solanaceae yang memiliki ciri khas morfologi yang mencolok. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi satu hingga dua meter, dengan daun berbentuk bulat telur yang lebar, tepi bergerigi, dan permukaan yang sedikit berbulu halus. Bunganya yang berbentuk terompet menggantung berwarna putih, ungu, atau kombinasi keduanya, menjadi daya tarik estetika sekaligus penanda identitas tumbuhan ini. Buahnya berupa kapsul berduri yang mengandung banyak biji hitam kecil, dan seluruh bagian tumbuhan—terutama daun, biji, dan akarnya—mengandung senyawa alkaloid tropane yang sangat kuat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 01:42:58
 

II. Manfaat Daun Kecubung

7 Manfaat Daun Kecubung untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik pada nyeri inflamasi

    Withanolid seperti withametelin dan daturametelin menghambat aktivasi NF-κB serta fosforilasi IκBα pada makrofag, sehingga menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, dan IL-6. Efek analgesik juga diperkuat oleh alkaloid tropana yang bekerja pada reseptor muskarinik sentral dan perifer.

    Senyawa Aktif: Withametelin, Daturametelin, Skopolamin
    Tampilkan
  2. Aktivitas antimikroba terhadap bakteri dan jamur patogen

    Flavonoid dan tanin mengganggu integritas membran mikroba, menghambat enzim adhesin atau sintesis peptidoglikan, dan meningkatkan permeabilitas sel. Alkaloid dan withanolid diduga turut menghambat pompa efluks pada bakteri serta sintesis ergosterol pada fungi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Withametelin
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan pemulung radikal bebas

    Senyawa fenolik dan flavonoid menyumbangkan atom hidrogen kepada radikal DPPH/ABTS, mengkhelat ion logam transisi, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase pada jaringan.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


III. Kandungan Daun Kecubung

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Kecubung.

  1. Skopolamin (hyoscine)

    Golongan: Alkaloid tropan
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis Reseptor Muskarinik; Mencegah Mabuk Perjalanan, Mengurangi Sekresi Kelenjar, Menyebabkan Sedasi; Digunakan Sebagai Obat Murni, Bukan Sebagai Herbal..
    Tampilkan
  2. L-Hiosiamin (atropin adalah bentuk rasemat dari hiosiamin)

    Golongan: Alkaloid tropan
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimuskarinik; Bronkodilator, Antipasmodik, Dan Antidotum Keracunan Organofosfat. Mendasari Penggunaan Tradisional Sebagai Antiasma, Tetapi Indeks Terapinya Sangat Sempit..
    Tampilkan
  3. Withametelin

    Golongan: Terpenoid (withanolid)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif, Dan Antifertilitas Pada Studi Sel Serta Hewan; Diduga Melalui Inhibisi NF-κB Dan Induksi Apoptosis..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Interaksi & Kontraindikasi Daun Kecubung

Interaksi & Kontraindikasi Daun Kecubung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Xerostomia/mata kering

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek antikolinergik dapat memperberat rasa kering pada mulut dan mata. Jaga hidrasi, gunakan pengganti air liur/air mata buatan bila perlu, dan hentikan jika gejala mengganggu.

  2. GERD (penyakit refluks gastroesofagus)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Antikolinergik dapat menurunkan tonus sfingter esofagus bawah dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga memperburuk refluks. Hindari pada esofagitis berat.

  3. Konstipasi kronis

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat memperlambat motilitas usus dan memperberat konstipasi. Hentikan bila muncul distensi abdomen berat atau nyeri perut.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+24)

V. Efek Samping Daun Kecubung

Daun kecubung (Datura metel) mengandung senyawa alkaloid tropana yang sangat kuat, terutama skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai antikolinergik poten yang menghambat kerja sistem saraf parasimpatis. Efek samping dari konsumsi atau penyalahgunaan daun kecubung umumnya bermanifestasi sebagai sindrom antikolinergik akut, yang sering disingkat secara klinis dengan gejala seperti kulit kemerahan, mulut kering, pupil melebar (midriasis) yang menyebabkan penglihatan kabur, peningkatan suhu tubuh (hipertermia), dan retensi urine. Toksisitas dari tanaman ini dapat memengaruhi fungsi organ vital dalam waktu singkat setelah paparan.

Baca Semua Efek Samping

VI. FAQ Daun Kecubung

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Kecubung.

Apakah daun kecubung aman dikonsumsi sehari-hari sebagai jamu atau teh?
Tidak aman. Daun Datura metel mengandung alkaloid tropan seperti atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikolinergik dan sangat toksik. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan harian yang aman; batas antara efek terapi dan keracunan sangat sempit sehingga penggunaan sebagai teh atau jamu dapat menyebabkan keracunan fatal. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apa kandungan fitokimia utama daun kecubung?
Fitokimia utama daun Datura metel adalah alkaloid tropan, terutama skopolamin, hiosiamin, dan atropin. Selain itu terdapat senyawa withanolid, flavonoid, dan fenolik, tetapi efek farmakologis dan toksiknya didominasi oleh alkaloid tropan. Kadar alkaloid sangat bervariasi tergantung umur tanaman, waktu panen, dan kondisi lingkungan, sehingga daun ini tidak dapat digunakan dengan aman tanpa standardisasi dan pengawasan ahli. Al-Snafi, A. E. (2017). Medical importance of Datura fastuosa (syn: Datura metel) and Datura stramonium – A review. IOSR Journal of Pharmacy, 7(2), 43–58.
Apakah daun kecubung bisa digunakan sebagai obat herbal untuk asma atau nyeri?
Secara tradisional, daun kecubung pernah digunakan untuk asma karena efek antimuskarinik alkaloidnya dapat melebarkan bronkus. Namun penggunaannya sangat berbahaya karena dosis terapi mendekati dosis toksik. Menghirup asap, mengunyah, atau meminum rebusan daun tanpa dosis terukur dapat memicu halusinasi, takikardia, kejang, aritmia, hingga koma. Untuk asma, saat ini sudah ada obat antikolinergik inhalasi yang lebih aman dan baku seperti ipratropium. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apa saja gejala efek samping atau keracunan akibat daun kecubung?
Gejala keracunan muncul sekitar 30–60 menit setelah paparan dan dapat berlangsung berhari-hari. Tandanya meliputi mulut kering, kulit merah dan panas, pupil melebar, takikardia, sulit buang air kecil, halusinasi, disorientasi, delirium, kejang, aritmia, koma, dan henti napas. Ini merupakan sindrom antikolinergik akibat penghambatan reseptor muskarinik. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apakah daun kecubung aman untuk bayi atau anak-anak?
Tidak aman. Bayi dan anak-anak jauh lebih rentan terhadap efek antikolinergik. Keracunan pada anak dapat menyebabkan agitasi berat, hipertermia, halusinasi, kejang, dan gagal napas. Tidak ada sediaan daun kecubung yang direkomendasikan untuk penggunaan pediatrik, baik berupa teh, asap, tetes, maupun tapal. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apakah daun kecubung aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Kontraindikasi. Alkaloid tropan dapat melewati plasenta dan berisiko menimbulkan efek antikolinergik pada janin, misalnya takikardia janin. Senyawa ini juga dapat tereskresi ke dalam ASI dan berisiko menimbulkan efek antikolinergik pada bayi. Tidak ada data keamanan yang mendukung penggunaan pada ibu hamil atau menyusui. Al-Snafi, A. E. (2017). Medical importance of Datura fastuosa (syn: Datura metel) and Datura stramonium – A review. IOSR Journal of Pharmacy, 7(2), 43–58.
Apakah pemakaian luar atau tapal daun kecubung lebih aman?
Tidak selalu lebih aman. Meskipun pemakaian luar menghindari penyerapan melalui saluran cerna, alkaloid tropan dapat diserap melalui kulit, terutama jika kulit lecet, teriritasi, atau pada selaput lendir. Ada laporan kasus keracunan antikolinergik setelah kontak kulit dengan tanaman Datura. Karena itu, tapal daun kecubung tidak disarankan, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apa pertolongan pertama jika seseorang terlanjur mengonsumsi daun kecubung?
Segera bawa ke instalasi gawat darurat. Jangan merangsang muntah tanpa arahan tenaga medis karena kondisi neurologis dapat memburuk. Di rumah sakit, penanganan meliputi arang aktif jika masih dini, perawatan suportif, serta pemberian antidotum fisostigmin untuk intoksikasi antikolinergik berat. Fisostigmin hanya boleh diberikan oleh dokter karena dapat menyebabkan bradikardia dan kejang. Krenzelok, E. P. (2010). Aspects of Datura poisoning. Clinical Toxicology, 48(3), 173–178.
Apakah daun kecubung memiliki manfaat nutrisi atau kesehatan umum?
Tidak. Daun kecubung bukan bahan pangan dan tidak memiliki nilai gizi yang berarti untuk tubuh. Senyawa aktifnya justru bersifat neurotoksik, bukan nutrisi. Penggunaannya dalam pengobatan tradisional bersifat empiris dan belum didukung uji klinis yang membuktikan dosis aman pada manusia. Al-Snafi, A. E. (2017). Medical importance of Datura fastuosa (syn: Datura metel) and Datura stramonium – A review. IOSR Journal of Pharmacy, 7(2), 43–58.

Daun Sesewanua

Clerodendrum squamatum

Bunga Pukul Empat

Mirabilis jalapa

Cari: