Cempedak Leaf

Artocarpus integer
Nama
Cempedak Leaf
Nama Latin/Ilmiah
Artocarpus integer
Famili
Bagian Digunakan
Buah, Biji
Rasa
Pahit
Nama Lain
Chempedak (Malaysia), cempedak (Indonesia), champada (Thailand), sonekhat (Myanmar).
Asal
Indonesia (Sumatera, Kalimantan), Malaysia, Thailand.
Kandungan Utama
flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cempedak Leaf

Artocarpus integer, atau yang lebih dikenal sebagai cempedak, adalah pohon tropis dari famili Moraceae yang masih berkerabat dekat dengan nangka (Artocarpus heterophyllus). Daunnya tergolong daun tunggal, tersebar, dengan bentuk bulat telur hingga lonjong, serta tepi yang rata atau sedikit berlekuk. Permukaan daunnya gundul dan mengilap di sisi atas dengan tekstur agak kasar, sementara sisi bawahnya berwarna hijau pucat dan memiliki urat daun menyirip yang menonjol. Panjang daun sekitar 5–25 cm dan lebar 2–12 cm, dengan tangkai daun sepanjang 1–3 cm. Daun cempedak muda sering kali menggantung dan memiliki warna kuning keemasan hingga cokelat kemerahan, berbeda dengan daun tua yang hijau tua.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 13:40:45
 

II. Ciri-ciri Cempedak Leaf

Cempedak biasanya tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini suka tempat yang lembap dengan curah hujan tinggi dan tanah yang subur, serta sering ditemukan di hutan hujan tropis atau kebun warga di Asia Tenggara. Karakteristik/ciri-ciri Cempedak Leaf (Artocarpus integer):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Lonjong atau elips memanjang dengan ujung yang agak meruncing.
Tekstur Permukaan Bagian atas daun terasa licin dan mengilap (seperti kulit), sedangkan bagian bawahnya agak kasar atau berbulu halus.
Warna Hijau tua pekat di bagian atas, dan hijau lebih muda atau agak kekuningan di bagian bawah.
Tulang Daun Menyirip, dengan tulang daun utama yang menonjol tegas di bagian bawah lembaran daun.
Ukuran Panjang daun rata-rata sekitar 5-25 cm dengan lebar 2-12 cm.
Posisi Daun Tumbuh berseling pada ranting, dengan tangkai daun yang pendek dan kokoh.
Khas Lainnya Kalau daunnya dipetik atau dilukai, akan mengeluarkan getah putih yang cukup lengket, khas tanaman dari keluarga Moraceae.

III. Manfaat Cempedak Leaf

7 Manfaat Cempedak Leaf untuk kesehatan.

  1. Inflamasi / peradangan terkait nyeri

    Ekstrak daun Cempedak kaya polifenol dan terpenoid, terutama β-kariofilena dan kariofilena oksida, menghambat aktivasi NF-κB serta menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2. Efek ini menurunkan produksi nitrik oksida (NO), prostaglandin E2, TNF-α, IL-6, dan IL-1β.

    Senyawa Aktif: β-kariofilena, kariofilena oksida, artocarpin
    Tampilkan
  2. Stres oksidatif / kebutuhan antioksidan

    Gugus hidroksil fenolik dan flavonoid menyapu radikal bebas, mengkhelat logam transisi, menghambat peroksidasi lipid, serta meningkatkan kapasitas antioksidan intraseluler melalui modulasi jalur Nrf2.

    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri dan jamur (antimikroba)

    Terpenoid dan flavonoid terprenilasi merusak membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas membran, melepaskan isi sel, serta menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

    Senyawa Aktif: artocarpin, β-kariofilena, kariofilena oksida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Cempedak Leaf

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cempedak Leaf.

  1. Artocarpin

    Golongan: Flavonoid terprenilasi
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi; Penghambat α-glukosidase; Antibakteri.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonol glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Melindungi Permeabilitas Kapiler; Antiinflamasi Ringan.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid/Flavonol
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Inhibitor α-glukosidase.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cempedak Leaf

Interaksi & Kontraindikasi Cempedak Leaf dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi atau kalsium

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Daun cempedak mengandung tanin yang dapat mengikat mineral dan mengurangi penyerapannya. Beri jarak konsumsi 2–3 jam.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin atau antidiabetik oral)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak daun cempedak berpotensi menurunkan gula darah. Pantau kadar glukosa secara teratur dan konsultasikan dosis dengan dokter untuk mencegah hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan bioaktif daun cempedak dapat memengaruhi tekanan darah. Bila digunakan bersamaan, lakukan pemantauan tekanan darah untuk menghindari hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Cempedak Leaf

Ekstrak daun cempedak (Artocarpus integer) secara tradisional sering digunakan dalam pengobatan herbal karena kandungan senyawa bioaktifnya seperti flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa turunan prenylated chalcone (seperti artocarpin). Meskipun memiliki potensi farmakologis sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker, konsumsi atau penggunaan ekstrak daun cempedak yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping tertentu. Penelitian toksisitas pada hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak daun dengan dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pada organ vital seperti hati dan ginjal, yang ditandai dengan peningkatan enzim hati (ALT dan AST) serta perubahan histopatologis pada jaringan organ tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cempedak Leaf

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cempedak Leaf.

Apa kandungan fitokimia utama yang terdapat pada daun cempedak (Artocarpus integer)?
Menurut tinjauan Jagtap, U.B. & Bapat, V.A. (2010). Artocarpus: A review of traditional uses, phytochemistry and pharmacology. Journal of Ethnopharmacology, 129(2), 142-166, berbagai spesies Artocarpus, termasuk Artocarpus integer, mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol. Beberapa senyawa ini berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, tetapi profil fitokimia daun cempedak belum terstandarisasi sehingga klaim khasiatnya masih perlu penelitian lebih lanjut.
Apakah daun cempedak dapat digunakan untuk membantu mengobati diabetes?
Belum ada bukti klinis yang cukup pada manusia untuk menyatakan daun cempedak dapat mengobati diabetes. Jagtap, U.B. & Bapat, V.A. (2010) dalam tinjauannya di Journal of Ethnopharmacology menyebutkan bahwa beberapa tanaman genus Artocarpus menunjukkan potensi antidiabetes pada penelitian nonklinis. Namun, efek tersebut belum tentu sama pada daun Artocarpus integer, dan penggunaan daun ini tidak boleh menggantikan obat diabetes yang diresepkan dokter.
Bagaimana cara mengonsumsi daun cempedak yang aman?
Belum ada dosis baku untuk daun cempedak. Dalam pengobatan tradisional, daun cempedak biasanya direbus dan air rebusannya diminum. Karena keamanan dan efektivitasnya belum dievaluasi secara klinis, sebaiknya mulai dengan dosis sangat rendah dan tidak digunakan terus-menerus. Sesuai regulasi BPOM RI (2014), obat tradisional seharusnya digunakan hanya jika keamanan dan khasiatnya didukung data yang memadai. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan daun cempedak?
Efek samping spesifik daun cempedak belum banyak terdokumentasi. Namun, senyawa seperti tanin dalam dosis tinggi dapat mengiritasi saluran pencernaan, dan reaksi alergi juga mungkin terjadi. WHO (2007). WHO guidelines on safety monitoring of herbal medicines in pharmacovigilance systems. Geneva: World Health Organization menekankan pentingnya pemantauan keamanan obat herbal. Jika muncul mual, muntah, ruam, diare, atau nyeri perut, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis.
Bolehkah daun cempedak diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada penelitian keamanan yang memadai mengenai penggunaan Artocarpus integer pada bayi dan anak-anak. WHO (2007) menyoroti bahwa kelompok rentan seperti anak-anak memerlukan kehati-hatian tinggi dalam penggunaan obat herbal karena sistem metabolisme dan kekebalan tubuhnya belum matang. Pemberian daun cempedak atau produk herbal lain kepada anak sebaiknya hanya dilakukan atas rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.
Apakah daun cempedak aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada bukti ilmiah yang memadai untuk menyatakan daun cempedak aman bagi ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu, penggunaannya tidak dianjurkan kecuali atas pengawasan tenaga kesehatan. WHO (2007) menegaskan bahwa ibu hamil dan menyusui termasuk kelompok yang perlu menghindari penggunaan obat herbal yang belum terbukti keamanannya, karena senyawa bioaktif dalam herbal berpotensi memengaruhi janin atau bayi melalui plasenta dan ASI.
Apakah daun cempedak dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Potensi interaksi daun cempedak dengan obat-obatan belum diteliti secara spesifik. Kandungan flavonoid dalam genus Artocarpus dapat memengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450 yang berperan dalam metabolisme banyak obat, sehingga risiko interaksi farmakologis tidak dapat dikesampingkan. Jagtap, U.B. & Bapat, V.A. (2010) menyatakan bahwa efek farmakologi dan keamanan Artocarpus masih memerlukan penelitian lanjutan. Jika sedang mengonsumsi obat resep, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan daun cempedak.

Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Artocarpus heterophyllus

Cari: