Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Artocarpus heterophyllus
Nama
Jackfruit Leaf / Daun Nangka
Nama Latin/Ilmiah
Artocarpus heterophyllus
Famili
Bagian Digunakan
Daun Muda
Rasa
Pahit
Nama Lain
Daun nangka (Indonesia/Malaysia), dahon ng langka (Filipina), bai kanun (Thailand), kathal ke patte (India), kos kola (Sri Lanka).
Asal
India (Ghats Barat), Bangladesh
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan organ vegetatif yang memiliki peran sentral dalam kehidupan pohon nangka, yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan kini tersebar luas di kawasan tropis, termasuk Indonesia. Secara morfologis, daun ini tergolong daun tunggal dengan susunan berseling, berbentuk bulat telur hingga lonjong, serta memiliki tepi yang rata dan ujung yang meruncing. Ukurannya cukup bervariasi, dengan panjang mencapai 5–15 cm dan lebar 3–7 cm, tergantung pada umur dan posisi daun pada tajuk. Permukaan daunnya agak kasar karena adanya bulu-bulu halus, dan ketika masih muda berwarna hijau cerah, sementara daun tua cenderung lebih gelap dengan tekstur yang lebih kaku. Tangkai daunnya pendek dan sedikit tebal, mendukung helaian daun untuk menerima cahaya matahari secara optimal dalam proses fotosintesis.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 11:41:52
 

II. Ciri-ciri Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Nangka tumbuh subur di daerah tropis dengan kelembapan tinggi. Pohon ini sangat adaptif, bisa hidup di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut, asalkan tanahnya subur dan tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Jackfruit Leaf / Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Lonjong sampai bulat telur, kadang sedikit tidak simetris.
Tekstur Permukaan Bagian atas daun terlihat licin, mengkilap, dan berwarna hijau tua, sementara bagian bawahnya terasa agak kasar dan warnanya lebih muda.
Ukuran Panjang daun rata-rata sekitar 5 hingga 25 cm, dengan lebar sekitar 3 sampai 12 cm.
Tepi Daun Rata (tidak bergerigi), namun daun yang masih muda terkadang punya sedikit lekukan atau cuping.
Susunan Tulang Daun Menyirip dengan tulang daun yang menonjol jelas di bagian bawah daun.
Posisi Pada Batang Tumbuh berseling pada ranting atau cabang pohon.
Warna Hijau pekat saat dewasa, berubah jadi kuning kecokelatan saat gugur.

III. Manfaat Jackfruit Leaf / Daun Nangka

7 Manfaat Jackfruit Leaf / Daun Nangka untuk kesehatan.

  1. Antidiabetes / kontrol glikemik

    Penghambatan α-glukosidase dan α-amilase usus; aktivasi jalur AMPK/PI3K-Akt untuk translokasi GLUT4; efek antioksidan yang melindungi sel β-pankreas dari stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Morin, Kuersetin, Rutin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-6; menghambat jalur 5-LOX sehingga menekan sintesis leukotrien.

    Senyawa Aktif: artocarpin, artocarpesin, Kuersetin
    Tampilkan
  3. Antioksidan / pencegah stres oksidatif

    Menyumbangkan elektron/mendonor hidrogen untuk meredam radikal bebas; meningkatkan kerja enzim SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; menghambat peroksidasi lipid.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Jackfruit Leaf / Daun Nangka

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jackfruit Leaf / Daun Nangka.

  1. Artocarpin

    Golongan: Flavonoid (prenylated flavone)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Terhadap Streptococcus Mutans, Antiinflamasi (menghambat Produksi NO/PGE2), Dan Inhibitor Tirosinase..
    Tampilkan
  2. Artocarpanone

    Golongan: Flavonoid (prenylated flavanone)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Inhibitor α-glukosidase Sehingga Berpotensi Sebagai Antidiabetes..
    Tampilkan
  3. Artocarpesin

    Golongan: Flavonoid (prenylated flavone)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Studi Awal Menunjukkan Aktivitas Antimikroba..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Interaksi & Kontraindikasi Jackfruit Leaf / Daun Nangka dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi normal sebagai sayur/lalapan (bukan ekstrak pekat)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pada porsi kuliner, daun nangka relatif tidak menimbulkan interaksi akut. Tetap konsultasikan pada tenaga kesehatan jika Anda sedang menjalani terapi obat, karena data klinis manusia masih terbatas.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEi, ARB, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun nangka berpotensi menurunkan tekanan darah melalui efek vasodilatasi/flavonoid; saat digunakan bersama obat hipertensi dapat terjadi hipotensi. Pantau tekanan darah dan hindari tanpa pengawasan dokter.

  3. Penyakit ginjal kronis / terapi yang memengaruhi kalium (diuretik hemat kalium, ACEi, ARB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Daun hijau mengandung kalium yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit pada gangguan ginjal atau kombinasi obat hemat kalium. Lakukan pemeriksaan elektrolit dan konsultasi sebelum penggunaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) umumnya dikenal dalam pengobatan tradisional memiliki berbagai potensi farmakologis, namun konsumsi atau penggunaannya yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping. Berdasarkan penelitian toksikologi, konsumsi sediaan daun nangka dalam dosis tinggi atau tanpa takaran yang jelas berisiko memicu gangguan pencernaan ringan seperti mual, kembung, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Hal ini sering kali berkaitan dengan kandungan senyawa aktif seperti tanin dan flavonoid dalam jumlah pekat yang dapat mengiritasi mukosa lambung pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Jackfruit Leaf / Daun Nangka

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jackfruit Leaf / Daun Nangka.

Apa saja senyawa fitokimia utama dalam daun nangka dan bagaimana manfaat kesehatannya?
Dari sisi fitokimia, daun nangka (Artocarpus heterophyllus) mengandung flavonoid (termasuk morin), tanin, saponin, dan asam fenolik. Flavonoid berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes; tanin berperan sebagai antimikroba; saponin diketahui mendukung respons imun. Referensi: Phytotherapy Research, 2004; Fitoterapia, 2006.
Bagaimana cara penggunaan daun nangka yang aman dalam kehidupan sehari-hari?
Daun nangka kering dapat diseduh sebagai teh, misalnya 3-5 gram daun kering dalam 200 ml air panas selama 10-15 menit lalu disaring. Konsumsi dibatasi 1-2 cangkir sehari dan sebaiknya setelah makan. Karena dosis aman belum dibakukan, air rebusan daun nangka tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat resep tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Journal of Ethnopharmacology, 2010.
Apakah air rebusan daun nangka dapat membantu menurunkan gula darah?
Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak daun nangka menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase dan menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji. Efek ini diduga berasal dari flavonoid dan senyawa fenolik. Namun, bukti pada manusia masih terbatas dan dosis efektif belum standar; penderita diabetes yang sedang menjalani terapi obat perlu berkonsultasi terlebih dahulu agar tidak terjadi hipoglikemia. Referensi: Journal of Ethnopharmacology, 2010; Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 2014.
Apakah daun nangka aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak?
Sampai saat ini belum ada data uji klinis yang memadai untuk memastikan keamanan daun nangka pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada kelompok rentan ini. Oleh karena itu, kelompok tersebut disarankan menghindari konsumsi daun nangka sampai ada bukti keamanan yang lebih kuat. Referensi: Journal of Ethnopharmacology, 2010.
Apa efek samping yang mungkin terjadi jika daun nangka dikonsumsi?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, atau gangguan lambung karena kandungan tanin dan saponin yang tinggi. Pada orang yang sensitif, getah atau lateks dari famili Moraceae dapat memicu reaksi kulit seperti gatal dan kemerahan. Efek hipoglikemiknya juga dapat memperberat penurunan gula darah jika dikombinasikan dengan obat antidiabetes. Referensi: Contact Dermatitis, 1995; Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015.
Apakah daun nangka dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Ya, daun nangka berpotensi meningkatkan efek obat antidiabetik seperti metformin dan sulfonilurea, sehingga dapat menyebabkan hipoglikemia. Interaksi dengan obat jantung, obat tekanan darah, atau obat pengencer darah belum banyak diteliti, tetapi karena kandungan senyawa bioaktifnya cukup kompleks, pengguna dianjurkan berkonsultasi dengan apoteker atau dokter. Referensi: Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015.
Apa manfaat daun nangka untuk perawatan kulit dan penyembuhan luka?
Beberapa studi laboratorium menunjukkan ekstrak daun nangka memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta mempercepat penyembuhan luka pada hewan uji. Hal ini didukung oleh flavonoid dan tanin yang bersifat antiseptik dan antiinflamasi. Namun, aplikasi pada luka sebaiknya menggunakan sediaan yang steril dan bukan daun mentah yang masih terkontaminasi. Referensi: Journal of Natural Medicines, 2008.
Apakah daun nangka memiliki nilai gizi yang berarti?
Daun nangka tidak lazim dijadikan makanan pokok, tetapi seduhan atau rebusannya dapat memberikan sejumlah kecil mineral seperti kalium, kalsium, dan zat besi, serta senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Dari sudut pandang gizi, daun nangka lebih tepat dikategorikan sebagai minuman herbal fungsional daripada sumber makronutrien. Kandungan kalorinya sangat rendah, sehingga tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Referensi: International Journal of Food Sciences and Nutrition, 2015.

Durian Leaf

Durio zibethinus

Cempedak Leaf

Artocarpus integer

Cari: