Advertisement
Aktivitas antipiretik adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menurunkan demam dengan bekerja pada pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus. Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi, namun demam tinggi dapat menyebabkan kejang dan dehidrasi. Herbal Indonesia seperti kunyit (kurkumin), sambiloto (andrographolide), dan daun kumis kucing telah lama digunakan secara tradisional untuk menurunkan demam.
Mekanisme antipiretik pada herbal melibatkan penghambatan produksi prostaglandin di hipotalamus melalui inhibisi enzim COX, peningkatan produksi NO (nitric oxide) yang menyebabkan vasodilatasi dan pelepasan panas, serta modulasi sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β dan TNF-α yang berperan dalam pengaturan suhu tubuh. Kurkumin dari kunyit dan andrographolide dari sambiloto telah terbukti memiliki efek antipiretik yang signifikan melalui mekanisme inhibisi COX dan modulasi sitokin. Dengan efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat antipiretik sintetik, herbal antipiretik menawarkan solusi alami yang aman untuk mengatasi demam, terutama pada anak-anak dan individu dengan sensitivitas terhadap obat-obatan kimia.
Advertisement
Menghambat sintesis prostaglandin PGE2 di hipotalamus melalui inhibisi COX-2; efek dimediasi oleh luteolin yang menghambat aktivasi NF-κB pada sel endotel.
Senyawa: luteolin, asam klorogenat
Tingkat Bukti: Terbatas
Menurunkan set point termoregulasi hipotalamus dengan mengurangi sintesis prostaglandin E2 melalui inhibisi COX-2 di SSP
Senyawa: indirubin, tryptanthrin, salisilat? (tidak terkonfirmasi)
Tingkat Bukti: Tradisional
Menurunkan suhu tubuh dengan menghambat sintesis prostaglandin E2 di hipotalamus melalui inhibisi COX-2, serta menekan pelepasan sitokin pirogenik seperti IL-1β dan TNF-α. Kukoamine A dan scopoletin diduga berperan sebagai antagonis reseptor EP3.
Senyawa: Kukoamine A, Scopoletin, Betaine
Tingkat Bukti: Terbatas
Menghambat sintesis prostaglandin di hipotalamus melalui inhibisi COX-2 sentral, serta mengurangi pelepasan interleukin-1β (IL-1β) dari makrofag.
Senyawa: α-vetivone, β-vetivone, khusimol
Tingkat Bukti: Terbatas
Menghambat sintesis prostaglandin melalui inhibisi COX-2 di hipotalamus, serta menekan produksi IL-1β dan TNF-α yang menginduksi demam.
Senyawa: Tinocordifolin, Berberin, Giloin
Tingkat Bukti: Terbatas
Efek antipiretik diperantarai oleh penghambatan siklooksigenase di hipotalamus, mirip dengan NSAID. Ekstrak juga menurunkan sintesis prostaglandin E2 yang bertanggung jawab untuk mengatur suhu tubuh.
Senyawa: Quercetin, Kaempferol, Saponin triterpenoid
Tingkat Bukti: Terbatas