Aktivitas antikonvulsan adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk mencegah atau mengurangi kejang (konvulsi) yang terjadi pada epilepsi dan gangguan kejang lainnya. Kejang terjadi akibat aktivitas listrik yang berlebihan dan tidak terkendali di otak. Herbal dengan aktivitas antikonvulsan menawarkan pendekatan alami untuk membantu mengelola kondisi kejang.
Mekanisme antikonvulsan pada herbal meliputi peningkatan aktivitas GABA (gamma-aminobutyric acid), yaitu neurotransmitter inhibitor utama di otak yang menenangkan aktivitas saraf, penghambatan kanal natrium dan kalsium yang mengurangi eksitasi sel saraf, serta modulasi reseptor NMDA yang mengurangi eksitotoksisitas. Apigenin dari chamomile, baicalein dari Scutellaria, dan kurkumin dari kunyit telah terbukti memiliki efek antikonvulsan pada berbagai model hewan. Dengan profil keamanan yang lebih baik dibandingkan obat antiepilepsi sintetik, herbal antikonvulsan menawarkan potensi sebagai terapi adjuvan untuk pengelolaan kejang.
Advertisement
Potensiasi transmisi GABAergik di reseptor GABA-A (subunit α1 dan γ2) dan blokade kanal kalsium tipe-T oleh scopoletin. Menekan pelepasan glutamat eksitotoksik dan mengurangi aktivitas elektrik abnormal di korteks.
Senyawa: Skopoletin, Konvolvine, Evolvuline
Tingkat Bukti: Terbatas
Peningkatan tonus GABA melalui modulasi reseptor GABA-A dan penghambatan kanal kalsium tipe-T. Alkaloid harman juga berikatan dengan reseptor sigma-1 dan mengurangi rangsangan neuron.
Senyawa: harmine, harmaline, Apigenin
Tingkat Bukti: Terbatas
Kavalakton menghambat kanal natrium dan kalsium tipe T/L, mengurangi pelepasan glutamat, dan meningkatkan penghambatan GABA_A. Kombinasi ini menurunkan sinkronisasi neuronal abnormal yang memicu kejang.
Senyawa: Kavain, Dihydrokavain, Dihydromethysticin
Tingkat Bukti: Terbatas
Mekanisme yang diduga adalah stabilisasi membran neuron melalui modulasi kanal natrium dan/atau interaksi flavonoid dengan reseptor GABA-A, sehingga menurunkan eksitasi sinaptik dan memperpanjang fase inaktivasi neuron.
Senyawa: Kuersetin, Kaempferol, saponin eringiosida
Tingkat Bukti: Terbatas
Diduga memodulasi reseptor GABA-A sehingga meningkatkan transmisi inhibitorik pada sistem saraf pusat. Senyawa flavonoid dan saponin dalam ekstrak juga dapat menstabilkan membran neuron serta mengurangi eksitabilitas berlebihan.
Senyawa: Luteolin, Apigenin, saponin total
Tingkat Bukti: Terbatas