Advertisement
Kava, yang memiliki nama ilmiah Piper methysticum, adalah tanaman perdu asli kepulauan Pasifik Selatan, termasuk Vanuatu, Fiji, dan Samoa. Tanaman ini termasuk dalam famili Piperaceae dan dikenal karena akar serta rimpangnya yang digunakan sebagai bahan minuman seremonial dan obat tradisional. Nama spesiesnya, methysticum, berasal dari bahasa Yunani yang berarti "memabukkan," merujuk pada efek menenangkan yang dihasilkan oleh senyawa aktifnya. Secara morfologis, kava memiliki batang tegak dengan ruas yang menebal, daun berbentuk hati, dan sistem perakaran yang kuat. Karena sifatnya yang steril dan diperbanyak secara vegetatif, kava tidak menghasilkan buah yang subur, sehingga budidayanya bergantung pada stek batang.
8 Manfaat Kava untuk kesehatan.
Kavalakton memodulasi kanal klorida yang diperantarai reseptor GABA_A secara alosterik, sehingga meningkatkan inhibisi neuronal dan menurunkan hipereksitabilitas sistem limbik, amigdala, dan korteks prefrontalis. Kavain dan dihydrokavain juga menghambat kanal natrium dan kalsium bergantung-voltase, yang menstabilkan eksitabilitas saraf.
Efek menstabilkan suasana hati diperkirakan melalui inhibisi monoamine oxidase-B, regulasi sumbu HPA, dan modulasi transmisi GABAergik/glutamatergik. Kavalakton juga menghambat pengambilan kembali monoamin tertentu sehingga meningkatkan ketersediaan serotonin dan noradrenalin di celah sinaptik.
Aktivitas sedatif-hipnotik muncul dari potensiasi reseptor GABA_A di area batang otak dan korteks, yang meningkatkan onset tidur dan memperpanjang tidur gelombang lambat. Efek penurunan gairah simpatis juga berkontribusi menurunkan kesulitan mempertahankan tidur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kava.