Advertisement
Kava, yang memiliki nama ilmiah Piper methysticum, adalah tanaman perdu asli kepulauan Pasifik Selatan, termasuk Vanuatu, Fiji, dan Samoa. Tanaman ini termasuk dalam famili Piperaceae dan dikenal karena akar serta rimpangnya yang digunakan sebagai bahan minuman seremonial dan obat tradisional. Nama spesiesnya, methysticum, berasal dari bahasa Yunani yang berarti "memabukkan," merujuk pada efek menenangkan yang dihasilkan oleh senyawa aktifnya. Secara morfologis, kava memiliki batang tegak dengan ruas yang menebal, daun berbentuk hati, dan sistem perakaran yang kuat. Karena sifatnya yang steril dan diperbanyak secara vegetatif, kava tidak menghasilkan buah yang subur, sehingga budidayanya bergantung pada stek batang.
Kava suka banget tumbuh di daerah tropis yang lembap dengan tanah yang subur dan drainase yang bagus. Biasanya mereka merasa nyaman di tempat yang agak teduh atau di bawah naungan pohon lain dan sangat sensitif terhadap suhu dingin. Karakteristik/ciri-ciri Kava (Piper methysticum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Semak menahun yang bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 2 sampai 4 meter. |
| Batang | Batangnya tegak, beruas-ruas dengan tekstur agak lunak atau berkayu di bagian bawah, dan punya pangkal batang yang menebal (rhizoma). |
| Daun | Bentuknya mirip jantung (cordate) dengan ukuran yang lebar, warnanya hijau terang, dan permukaannya terlihat halus serta mengkilap. |
| Akar | Bagian paling ikonik! Akarnya sistem serabut yang tebal, daging akarnya berserat dan menyimpan zat aktif kavalactone. |
| Bunga | Bunga kava jarang muncul, berbentuk seperti ekor (spikes) berwarna putih kekuningan, dan biasanya tanaman ini tidak menghasilkan biji yang subur (steril). |
8 Manfaat Kava untuk kesehatan.
Kavalakton memodulasi kanal klorida yang diperantarai reseptor GABA_A secara alosterik, sehingga meningkatkan inhibisi neuronal dan menurunkan hipereksitabilitas sistem limbik, amigdala, dan korteks prefrontalis. Kavain dan dihydrokavain juga menghambat kanal natrium dan kalsium bergantung-voltase, yang menstabilkan eksitabilitas saraf.
Efek menstabilkan suasana hati diperkirakan melalui inhibisi monoamine oxidase-B, regulasi sumbu HPA, dan modulasi transmisi GABAergik/glutamatergik. Kavalakton juga menghambat pengambilan kembali monoamin tertentu sehingga meningkatkan ketersediaan serotonin dan noradrenalin di celah sinaptik.
Aktivitas sedatif-hipnotik muncul dari potensiasi reseptor GABA_A di area batang otak dan korteks, yang meningkatkan onset tidur dan memperpanjang tidur gelombang lambat. Efek penurunan gairah simpatis juga berkontribusi menurunkan kesulitan mempertahankan tidur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kava.
Interaksi & Kontraindikasi Kava dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kava (Piper methysticum), tanaman yang sering digunakan untuk meredakan kecemasan dan stres, memiliki berbagai efek samping yang telah didokumentasikan secara ilmiah. Efek samping yang paling parah dan menjadi perhatian utama otoritas kesehatan global adalah potensi hepatotoksisitas atau kerusakkan hati. Toksisitas hati ini dapat berkisar dari peningkatan ringan enzim hati hingga gagal hati fulminan yang memerlukan transplantasi atau berakibat fatal. Risiko ini diduga meningkat ketika kava diekstraksi menggunakan pelarut aseton atau etanol (bukan air tradisional), atau ketika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol dan obat-obatan hepatotoksik lainnya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kava.