Yohimbe

Yohimbe | Pausinystalia johimbe
Nama
Yohimbe (Yohimbe)
Nama Latin/Ilmiah
Pausinystalia johimbe
Bagian Digunakan
Kulit Kayu
Rasa
Pahit
Nama Lain
Yohimbe (Kamerun), johimbe (Nigeria), aphrodien (Prancis), yohimbe bark (Inggris), African viagra (Afrika Selatan)
Asal
Afrika Barat, terutama Kamerun, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Nigeria, dan Republik Kongo.
Kandungan Utama
Yohimbine

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Yohimbe

Yohimbe adalah sebutan umum untuk pohon asli hutan hujan tropis Afrika Barat yang secara ilmiah dikenal sebagai Pausinystalia johimbe. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Rubiaceae dan dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30 meter. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayunya, yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal sebagai tonik, obat demam, serta perangsang gairah seksual. Kulit kayu yohimbe mengandung berbagai senyawa alkaloid, terutama yohimbine, yang menjadi komponen aktif utama di balik khasiat dan risiko penggunaannya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 15:00:03
 

II. Ciri-ciri Yohimbe

Tumbuh subur di hutan hujan tropis Afrika Barat dan Tengah, terutama di negara seperti Kamerun, Gabon, dan Kongo. Pohon ini lebih suka tanah yang lembap dan teduh di bawah naungan pohon lain. Karakteristik/ciri-ciri Yohimbe (Pausinystalia johimbe):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Pohon Bisa tumbuh tinggi menjulang, rata-rata mencapai 20 sampai 30 meter.
Batang Kulit batangnya tebal, berwarna abu-abu kecokelatan hingga kemerahan, dan punya tekstur yang agak kasar atau berkerak.
Daun Bentuk daunnya oval memanjang (elips) dengan ujung yang agak runcing, warnanya hijau mengkilap dengan susunan yang berhadapan di ranting.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning pucat atau putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam kelompok kecil.
Buah Buahnya berbentuk kapsul panjang dan ramping yang nantinya akan pecah untuk menyebarkan biji-bijinya.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk menopang tubuhnya yang besar di tanah hutan yang seringkali basah.

III. Manfaat Yohimbe

5 Manfaat Yohimbe untuk kesehatan.

  1. Disfungsi ereksi

    Yohimbine menghambat α2-adrenoreseptor presinaptik di sistem saraf pusat dan perifer. Blokade ini meningkatkan pelepasan norepinefrin dan tonus dopaminergik, sehingga memperbaiki gairah dan proses eksitasi. Efek sentral pada jalur noradrenergik/dopaminergik diketahui berperan dalam reflek ereksi.

    Senyawa Aktif: Yohimbine, Rauwolscine (alpha-yohimbine), Corynanthine
    Tampilkan
  2. Hipotensi ortostatik / insufisiensi otonom

    Yohimbine memblokade α2-adrenoreseptor pada terminal saraf simpatis, sehingga mengurangi mekanisme umpan balik inhibisi dan meningkatkan pelepasan norepinefrin. Peningkatan norepinefrin sinaptik ini meningkatkan tonus vaskular dan membantu mempertahankan tekanan darah saat perubahan postur.

    Senyawa Aktif: Yohimbine
    Tampilkan
  3. Disfungsi seksual terkait antidepresan/SSRI

    Yohimbine melalui antagonisme α2-adrenoreseptor meningkatkan pelepasan norepinefrin dan dopamin di jalur mesokortikolimbik, yang dapat menyeimbangkan penghambatan gairah seksual oleh SSRI.

    Senyawa Aktif: Yohimbine
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Yohimbe

6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Yohimbe.

  1. Yohimbine

    Golongan: Alkaloid indol (kelas yohimbane; turunan monoterpenoid indol)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis Reseptor α2-adrenergik; Meningkatkan Pelepasan Norepinefrin. Meta-analisis RCT Menunjukkan Efek Moderat Pada Disfungsi Ereksi; Bukti Untuk Afrodisiak Pada Pria Sehat Masih Lemah..
    Tampilkan
  2. Corynanthine

    Golongan: Alkaloid indol (kelas yohimbane; C-16 epimer yohimbine)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis Reseptor α1-adrenergik; Pada Studi Preklinis Menyebabkan Vasodilatasi Dan Penurunan Tekanan Darah. Tidak Dapat Digunakan Sebagai Indikasi Klinis Tanpa Bukti Manusia..
    Tampilkan
  3. Ajmalicine (raubasine)

    Golongan: Alkaloid indol (kelas heteroyohimbane)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis α1-adrenergik; Vasodilator Serebral/perifer Dan Antihipertensi Pada Data Preklinis. Belum Ada Bukti Klinik Yang Cukup Untuk Indikasi Spesifik..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+3)

V. Interaksi & Kontraindikasi Yohimbe

Interaksi & Kontraindikasi Yohimbe dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Individu sehat tanpa komorbiditas dan tanpa obat penyerta

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi spesifik, tetapi yohimbe tetap harus digunakan dalam dosis rendah dan jangka pendek di bawah pengawasan tenaga kesehatan; hentikan bila timbul palpitasi, sakit kepala, atau tekanan darah meningkat. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

  2. Kafein dosis rendah (misalnya satu cangkir kopi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat memberikan efek stimulan tambahan; batasi kafein dan jangan diminum bersamaan dengan yohimbe. Hentikan bila muncul kecemasan, tremor, atau jantung berdebar. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi umum (diuretik, ACEI, ARB, antagonis kalsium)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Yohimbine dapat meningkatkan tekanan darah dan melawan efek obat antihipertensi; pantau tekanan darah secara ketat dan konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+19)

VI. Efek Samping Yohimbe

Yohimbe, yang ekstrak utamanya berasal dari kulit pohon Pausinystalia johimbe, dikenal luas karena kandungan aktif yohimbin yang bekerja sebagai antagonis reseptor alfa-2 adrenergik. Berdasarkan literatur medis dan toksikologi, konsumsi yohimbe sangat sering dikaitkan dengan berbagai efek samping kardiovaskular yang signifikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi peningkatan tekanan darah (hipertensi), takikardia (detak jantung cepat), palpitasi jantung, serta kecemasan yang parah dan serangan panik. Mekanisme kerja yohimbin dalam memblokir reseptor alfa-2 memicu peningkatan kadar norepinefrin dalam darah, yang secara langsung merangsang sistem saraf simpatis dan memicu respons 'lawan atau lari' secara artifisial pada tubuh pengguna.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Yohimbe

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Yohimbe.

Apa itu Yohimbe (Pausinystalia johimbe) dan bagaimana mekanisme kerjanya dalam tubuh?
Yohimbe adalah tumbuhan asal Afrika Barat yang kulit batangnya digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi disfungsi ereksi dan meningkatkan vitalitas. Senyawa aktif utamanya adalah yohimbine, alkaloid yang menghambat reseptor α-2 adrenergik. Dengan memblokade reseptor ini, yohimbine meningkatkan kadar norepinefrin sehingga terjadi vasodilatasi, peningkatan denyut jantung, dan rangsangan sistem saraf simpatis. European Medicines Agency (EMA) dalam assessment report-nya mencatat bahwa yohimbine merupakan penanda kimia utama dari kulit Pausinystalia johimbe.
Apakah Yohimbe bermanfaat untuk disfungsi ereksi?
Hasil uji klinis menunjukkan yohimbine murni memiliki efek lebih baik daripada plasebo untuk disfungsi ereksi psikogenik, walaupun efeknya tidak selalu signifikan pada semua populasi. Ernst dan Pittler dalam meta-analisis di Journal of Urology (1998) menyimpulkan yohimbine secara signifikan lebih efektif daripada plasebo pada pasien disfungsi ereksi psikogenik. Namun, Yohimbe herbal tidak disarankan sebagai pengganti obat resep karena kadar yohimbine pada kulit tidak konsisten.
Berapa dosis Yohimbe yang aman dan bagaimana cara mengonsumsinya?
Tidak ada dosis standar karena setiap ekstrak Yohimbe berbeda kadar yohimbinenya. Pada penelitian klinis, yohimbine hidroklorida biasanya diberikan 5,4 mg tiga kali sehari, dengan total sekitar 16,2 mg per hari. Natural Medicines Comprehensive Database menyatakan bahwa dosis yohimbine murni di atas 100 mg per hari dapat menyebabkan efek toksik seperti hipertensi, takikardia, dan agitasi. Penggunaan Yohimbe harus dimulai dari dosis rendah dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter.
Apa saja efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Yohimbe?
Efek samping yang sering dilaporkan meliputi peningkatan tekanan darah, detak jantung cepat, kecemasan, tremor, mual, dan insomnia. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) memperingatkan bahwa yohimbe dapat menyebabkan efek samping serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan kejang. Orang dengan riwayat penyakit jantung, ginjal, atau gangguan kecemasan sebaiknya menghindari Yohimbe.
Apakah Yohimbe aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak?
Yohimbe tidak aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Belum ada data penelitian yang memadai tentang efeknya pada janin, bayi, atau pertumbuhan anak. Karena efek stimulannya, dikhawatirkan dapat memengaruhi detak jantung dan tekanan darah. European Medicines Agency (EMA) menyatakan bahwa penggunaan Yohimbe tidak dianjurkan pada wanita hamil dan menyusui karena kurangnya data toksisitas reproduksi dan potensi efek samping yang serius.
Apakah Yohimbe dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Yohimbine dapat berinteraksi dengan obat golongan MAOI (misalnya fenelzin dan tranilsipromin) dan menyebabkan krisis hipertensi yang mengancam nyawa. Selain itu, kombinasi dengan stimulan seperti kafein atau amfetamin dan obat hipertensi dapat memperkuat perubahan tekanan darah. DailyMed dari National Library of Medicine mencantumkan kontraindikasi yohimbine pada pasien yang sedang menggunakan MAOI serta pada gangguan ginjal dan jantung.
Apakah Yohimbe efektif untuk menurunkan berat badan?
Yohimbine memang memiliki efek lipolitik, tetapi bukti penurunan berat badan jangka panjang sangat lemah dan tidak cukup. Sebagian besar penelitian hanya mengukur peningkatan metabolisme sesaat, bukan pengurangan berat badan yang berkelanjutan. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung penggunaan yohimbe sebagai suplemen penurun berat badan, dan risikonya lebih besar daripada manfaatnya.
Bagaimana memilih suplemen Yohimbe yang berkualitas?
Pilih produk suplemen yang memiliki label kandungan yohimbine terstandar dalam miligram dan diuji oleh pihak ketiga seperti USP atau NSF. Hindari produk yang hanya mencantumkan 'ekstrak kulit yohimbe' tanpa jumlah bahan aktif karena konsentrasi yohimbine sangat bervariasi. U.S. Pharmacopeia (USP) merekomendasikan standardisasi senyawa penanda untuk menjamin kualitas dan keamanan suplemen herbal. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Damiana

Turnera diffusa

Kava

Piper methysticum

Cari: