Advertisement
Yohimbe adalah sebutan umum untuk pohon asli hutan hujan tropis Afrika Barat yang secara ilmiah dikenal sebagai Pausinystalia johimbe. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Rubiaceae dan dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30 meter. Bagian yang paling bernilai adalah kulit kayunya, yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat lokal sebagai tonik, obat demam, serta perangsang gairah seksual. Kulit kayu yohimbe mengandung berbagai senyawa alkaloid, terutama yohimbine, yang menjadi komponen aktif utama di balik khasiat dan risiko penggunaannya.
Tumbuh subur di hutan hujan tropis Afrika Barat dan Tengah, terutama di negara seperti Kamerun, Gabon, dan Kongo. Pohon ini lebih suka tanah yang lembap dan teduh di bawah naungan pohon lain. Karakteristik/ciri-ciri Yohimbe (Pausinystalia johimbe):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tinggi Pohon | Bisa tumbuh tinggi menjulang, rata-rata mencapai 20 sampai 30 meter. |
| Batang | Kulit batangnya tebal, berwarna abu-abu kecokelatan hingga kemerahan, dan punya tekstur yang agak kasar atau berkerak. |
| Daun | Bentuk daunnya oval memanjang (elips) dengan ujung yang agak runcing, warnanya hijau mengkilap dengan susunan yang berhadapan di ranting. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning pucat atau putih kekuningan, dan biasanya muncul dalam kelompok kecil. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul panjang dan ramping yang nantinya akan pecah untuk menyebarkan biji-bijinya. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran yang kuat untuk menopang tubuhnya yang besar di tanah hutan yang seringkali basah. |
5 Manfaat Yohimbe untuk kesehatan.
Yohimbine menghambat α2-adrenoreseptor presinaptik di sistem saraf pusat dan perifer. Blokade ini meningkatkan pelepasan norepinefrin dan tonus dopaminergik, sehingga memperbaiki gairah dan proses eksitasi. Efek sentral pada jalur noradrenergik/dopaminergik diketahui berperan dalam reflek ereksi.
Yohimbine memblokade α2-adrenoreseptor pada terminal saraf simpatis, sehingga mengurangi mekanisme umpan balik inhibisi dan meningkatkan pelepasan norepinefrin. Peningkatan norepinefrin sinaptik ini meningkatkan tonus vaskular dan membantu mempertahankan tekanan darah saat perubahan postur.
Yohimbine melalui antagonisme α2-adrenoreseptor meningkatkan pelepasan norepinefrin dan dopamin di jalur mesokortikolimbik, yang dapat menyeimbangkan penghambatan gairah seksual oleh SSRI.
Advertisement
6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Yohimbe.
Interaksi & Kontraindikasi Yohimbe dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Yohimbe, yang ekstrak utamanya berasal dari kulit pohon Pausinystalia johimbe, dikenal luas karena kandungan aktif yohimbin yang bekerja sebagai antagonis reseptor alfa-2 adrenergik. Berdasarkan literatur medis dan toksikologi, konsumsi yohimbe sangat sering dikaitkan dengan berbagai efek samping kardiovaskular yang signifikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi peningkatan tekanan darah (hipertensi), takikardia (detak jantung cepat), palpitasi jantung, serta kecemasan yang parah dan serangan panik. Mekanisme kerja yohimbin dalam memblokir reseptor alfa-2 memicu peningkatan kadar norepinefrin dalam darah, yang secara langsung merangsang sistem saraf simpatis dan memicu respons 'lawan atau lari' secara artifisial pada tubuh pengguna.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Yohimbe.