Kratom

Kratom | Mitragyna speciosa
Nama
Kratom (Kratom)
Nama Latin/Ilmiah
Mitragyna speciosa
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit.
Nama Lain
Ketum (Malaysia), biak-biak (Malaysia), mambog (Filipina), krathom (Thailand)
Asal
Thailand, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Papua Nugini.
Kandungan Utama
Mitraginin, 7-hidroksimitraginin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kratom

Kratom adalah tumbuhan tropis asli Asia Tenggara, terutama tumbuh subur di Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Secara botani, ia termasuk dalam famili Rubiaceae dan berkerabat dekat dengan kopi. Daunnya yang hijau tua telah digunakan selama berabad-abad oleh masyarakat lokal sebagai stimulan ringan, penambah energi saat bekerja, serta obat tradisional untuk mengatasi nyeri, diare, dan kelelahan. Nama ilmiahnya, Mitragyna speciosa, mengacu pada bentuk daunnya yang menyerupai mitra atau jubah uskup.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 04:20:06
 

II. Ciri-ciri Kratom

Kratom aslinya berasal dari Asia Tenggara, terutama di daerah rawa-rawa atau hutan basah. Dia suka banget sama tanah yang lembap, kaya nutrisi, dan biasanya tumbuh subur di area yang teduh atau hutan primer. Karakteristik/ciri-ciri Kratom (Mitragyna speciosa):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Pohon besar yang bisa tumbuh tinggi banget, kulit batangnya warna abu-abu atau cokelat tua dengan tekstur yang halus sampai agak pecah-pecah.
Daun Ini bagian paling ikonik. Daunnya berbentuk oval atau lonjong, warnanya hijau mengkilap, dan punya urat daun yang menonjol. Warna urat daunnya bisa beda-beda (merah, hijau, atau putih) yang sering jadi patokan kualitasnya.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warna kuning cerah, dan tumbuh menggerombol membentuk bola kecil (mirip kayak kancing) di ujung ranting.
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kering dan berisi biji-biji berukuran sangat mini yang gampang banget terbang kalau kena angin.
Sistem Perakaran Akar tunggang yang kuat, sangat adaptif di tanah yang tergenang air atau daerah rawa.

III. Manfaat Kratom

8 Manfaat Kratom untuk kesehatan.

  1. Nyeri kronis (efek analgesik)

    Aktivasi reseptor opioid μ (MOR) secara parsial oleh mitraginin dan agonis penuh yang lebih poten oleh 7-hidroksimitraginin; penghambatan adenylyl cyclase/cAMP; aktivasi GIRK dan jalur MAPK/ERK di jalur analgesia spinal dan supraspinal; modulasi reseptor δ dan κ opioid turut berperan.

    Senyawa Aktif: mitraginin, 7-hidroksimitraginin, specioginin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan peradangan

    Menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK; menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6; menghambat aktivasi mikroglia dan infiltrasi sel inflamasi pada jaringan.

    Senyawa Aktif: mitraginin, 7-hidroksimitraginin, mitrafilin
    Tampilkan
  3. Infeksi bakteri (antibakteri)

    Kerusakan membran sel bakteri, peningkatan permeabilitas sel, perubahan morfologi sel, dan gangguan metabolisme bakteri; efek bakterisidal terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif.

    Senyawa Aktif: mitraginin, paynanthein, specioginin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kratom

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kratom.

  1. Golongan: Alkaloid indola (monoterpenoid indola)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Parsial Reseptor μ-opioid; Dilaporkan Memiliki Efek Analgesik, Stimulan SSP Pada Dosis Rendah, Dan Sedasi/efek Seperti Opioid Pada Dosis Tinggi; Aktivitas Antiinflamasi Juga Dilaporkan Secara In Vitro..
    Tampilkan
  2. 7-Hydroxymitragynine

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis μ-opioid Selektif; Analgesik Yang Lebih Poten Daripada Morfin Pada Model Hewan; Berkontribusi Besar Pada Efek Opioid Kratom..
    Tampilkan
  3. Paynantheine

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Relaksasi Otot Polos; Efek Antinociceptif Lemah; Kemungkinan Berkontribusi Pada Efek Analgesik Keseluruhan Ekstrak..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kratom

Interaksi & Kontraindikasi Kratom dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein (kopi, teh, minuman energi)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Batasi asupan kafein karena kombinasi efek stimulan dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan menimbulkan kecemasan.

  2. Jus grapefruit / jeruk bali

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari konsumsi bersamaan karena jus grapefruit menghambat CYP3A4, sehingga dapat meningkatkan kadar mitragynine dan risiko efek samping.

  3. Karbamazepin, rifampisin, atau penginduksi CYP3A4

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Konsultasikan dengan dokter karena obat ini dapat menurunkan efek kratom, sehingga dosis mungkin perlu disesuaikan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Kratom

Kratom (Mitragyna speciosa) adalah tanaman tropis asal Asia Tenggara yang mengandung senyawa aktif mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Senyawa-senyawa ini bertindak sebagai agonis reseptor opioid di otak, yang pada dosis rendah menghasilkan efek stimulan seperti peningkatan energi, kewaspadaan, dan keramahan sosial. Namun, pada dosis yang lebih tinggi, kratom memberikan efek sedatif, analgesik (pereda nyeri), dan euforia, mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh obat-obatan opioid konvensional.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kratom

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kratom.

Apa senyawa aktif utama dalam kratom dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Senyawa aktif utama adalah mitraginin dan 7-hidroksimitraginin. Keduanya berikatan dengan reseptor mu-opioid, tetapi juga memengaruhi reseptor adrenergik dan serotonergik. Efeknya bergantung pada dosis: pada dosis rendah lebih stimulan, sedangkan pada dosis tinggi lebih sedatif dan analgesik seperti opioid. Referensi: Hassan Z, et al. Drug Alcohol Depend. 2013;132(1-2):138-146.
Apakah ada dosis konsumsi kratom yang aman untuk harian?
Tidak ada dosis harian yang dinyatakan aman untuk manusia. Produk kratom tidak distandardisasi dan kadar alkaloidnya bervariasi antar daun, wilayah, serta metode pengolahan. Konsumsi harian juga meningkatkan risiko toleransi dan ketergantungan. Referensi: Prozialeck WC, et al. J Am Osteopath Assoc. 2012;112(11):792-799.
Apa efek samping penggunaan kratom yang sering dilaporkan?
Efek samping yang sering dilaporkan meliputi mual, muntah, sembelit, pusing, mulut kering, dan kantuk. Pada dosis tinggi dapat terjadi tremor, halusinasi, kejang, dan depresi pernapasan. Kasus kematian jarang tetapi pernah dilaporkan, terutama terkait pemakaian bersamaan dengan zat depresan lain atau produk yang terkontaminasi. Referensi: Prozialeck WC, et al. J Am Osteopath Assoc. 2012;112(11):792-799.
Apa risiko penggunaan kratom setiap hari?
Penggunaan setiap hari dapat menyebabkan toleransi, ketergantungan fisik, dan gangguan psikologis. Jika dihentikan mendadak, muncul sindrom putus kratom berupa iritabilitas, nyeri otot, insomnia, lakrimasi, diare, dan gelisah. Referensi: Singh D, et al. J Ethnopharmacol. 2017;214:197-209.
Apakah kratom efektif dan aman untuk mengatasi nyeri kronis?
Penelitian pada hewan menunjukkan efek analgesik dari mitraginin, tetapi belum ada uji klinis manusia yang memadai untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya pada nyeri kronis. Dengan risiko ketergantungan dan efek samping, kratom tidak direkomendasikan sebagai terapi nyeri konvensional. Referensi: Warner ML, et al. J Med Toxicol. 2016;12(2):179-195.
Apakah kratom dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan opioid?
Sebagian pengguna melaporkan memakai kratom untuk mengurangi gejala putus opioid, tetapi bukti ilmiah masih terbatas pada survei dan laporan kasus. Efektivitas dan keamanan jangka panjangnya belum terbukti, dan penggunaannya tetap berisiko menyebabkan ketergantungan baru. Referensi: Cinosi E, et al. Biomed Res Int. 2015;2015:968786.
Apakah kratom aman untuk ibu hamil atau menyusui?
Tidak aman. Paparan kratom saat kehamilan telah dilaporkan menyebabkan sindrom putus obat pada bayi baru lahir, yang memerlukan perawatan khusus. Belum ada data dosis aman untuk ibu hamil atau menyusui, sehingga kratom harus dihindari. Referensi: Tayabali K, et al. J Neonatal Perinatal Med. 2018;11(1):95-98.
Apakah kratom aman untuk bayi dan anak-anak?
Sangat tidak aman. Tidak ada dosis aman untuk anak karena sistem saraf dan metabolisme tubuhnya belum matang. Paparan kratom pada anak dapat menyebabkan depresi pernapasan, kejang, dan efek toksik lain yang mengancam jiwa; laporan pusat kendali racun mencatat adanya paparan pada anak-anak. Referensi: Anwar M, et al. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2016;65(29):748-749.
Apakah kratom berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Mitraginin dapat menghambat enzim hati CYP3A4 dan CYP2D6 sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut, seperti sebagian benzodiazepin dan antidepresan. Kombinasi dengan obat penekan sistem saraf pusat dapat memperberat risiko sedasi berlebih dan depresi napas. Referensi: Warner ML, et al. J Med Toxicol. 2016;12(2):179-195.

Kava

Piper methysticum

Wild Lettuce

Lactuca virosa

Cari: