Kasifikasi ilmiah Kratom (Mitragyna speciosa)
Author: (Korth.) Havil.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Gentianales |
| Famili: | Rubiaceae |
| Subfamili: | Cinchonoideae |
| Tribus: | Naucleeae |
| Genus: | Mitragyna |
| Spesies: | Mitragyna speciosa |
Mitragyna speciosa, atau yang lebih dikenal luas sebagai Kratom, merupakan tanaman tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Pohon ini termasuk dalam keluarga kopi-kopian (Rubiaceae) dan bisa tumbuh sangat tinggi di habitat aslinya yang lembap dengan tanah yang kaya nutrisi. Daunnya memiliki karakteristik unik berbentuk oval dengan urat daun yang seringkali berwarna hijau atau kemerahan, yang menurut masyarakat lokal menentukan potensi efek dari tanaman tersebut.
Secara tradisional, masyarakat di daerah pedesaan telah menggunakan daun kratom selama berabad-abad sebagai stimulan ringan untuk meningkatkan stamina saat bekerja fisik atau sebagai obat herbal untuk meredakan nyeri dan kelelahan. Meskipun kini telah menjadi komoditas ekspor yang populer, pemanfaatan tanaman ini masih terus diteliti oleh dunia medis karena kandungan senyawa alkaloid aktifnya, seperti mitragynine, yang berinteraksi dengan reseptor opioid di dalam tubuh manusia.
Advertisement