Wild Lettuce

Lactuca virosa
Nama
Wild Lettuce
Nama Latin/Ilmiah
Lactuca virosa
Bagian Digunakan
Daun, Lateks (getah)
Rasa
Pahit
Nama Lain
Opium lettuce (Inggris), laitue vireuse (Prancis), Giftlattich (Jerman), lechuga silvestre (Spanyol), wilde sla (Belanda).
Asal
Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat
Kandungan Utama
Laktusin, laktukopikrin, dan seskuiterpen lakton.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wild Lettuce

Lactuca virosa, atau yang lebih dikenal sebagai wild lettuce, adalah tumbuhan liar dari keluarga Asteraceae yang berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Tumbuhan ini telah dikenal sejak zaman kuno sebagai tanaman obat dengan getah putih pahit yang mengandung senyawa aktif seperti lactucin dan lactucopicrin. Getah ini sering disebut sebagai “opium selada” karena efek sedatifnya yang menenangkan, meskipun tidak mengandung opiat sama sekali secara kimiawi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 14 Agu 2026 - 05:20:07
 

II. Ciri-ciri Wild Lettuce

Tanaman ini suka tumbuh di tempat terbuka yang agak berpasir atau berbatu, seperti pinggir jalan, padang rumput, atau area yang terganggu. Biasanya ditemukan di wilayah Eropa, Afrika Utara, dan kini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia. Karakteristik/ciri-ciri Wild Lettuce (Lactuca virosa):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh tinggi banget, rata-rata sekitar 60 cm sampai 2 meter.
Batang Batangnya tegak, biasanya berwarna hijau pucat dengan sedikit semburat ungu, dan permukaannya bisa agak halus atau punya sedikit bulu kasar (duri kecil). Kalau dipotong, bakal keluar getah putih mirip susu.
Daun Daunnya lebar di bagian bawah dan makin mengecil ke atas. Tepi daunnya bergerigi tajam dan di bagian bawah tulang daun utama biasanya ada duri-duri kecil yang bikin terasa kasar kalau disentuh.
Bunga Bunganya kecil-kecil berwarna kuning cerah, mirip bunga dandelion tapi ukurannya lebih mungil dan terkumpul dalam satu kelompok (malai).
Akar Punya akar tunggang yang cukup kuat untuk menopang tubuhnya yang tinggi.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk biji kecil yang punya 'payung' halus (pappus) supaya gampang terbang terbawa angin.

III. Manfaat Wild Lettuce

5 Manfaat Wild Lettuce untuk kesehatan.

  1. Sedasi dan dukungan tidur (insomnia ringan)

    Lactucin dan lactucopicrin diduga mempotensiasi transmisi GABAergik di susunan saraf pusat. Pada model eksperimental, senyawa ini memperpanjang durasi tidur yang diinduksi barbiturat dan menurunkan aktivitas lokomotor, menunjukkan peningkatan inhibisi neuron melalui fasilitasi reseptor GABA-A.

    Senyawa Aktif: Lactucin, Lactucopicrin, 11β,13-dihydrolactucin
    Tampilkan
  2. Analgesik untuk nyeri ringan sampai sedang

    Efek antinosiseptif diduga melibatkan hambatan nyeri sentral dan perifer. Sebagai seskuiterpen lakton, lactucopicrin dan lactucin dapat mengalkilasi gugus tiol enzim pro-inflamasi serta menghambat jalur NF-κB/COX-2, sehingga menurunkan produksi mediator nyeri seperti prostaglandin dan sitokin.

    Senyawa Aktif: Lactucopicrin, Lactucin, 11β,13-dihydrolactucin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Seskuiterpen lakton seperti lactucin dan lactucopicrin memiliki gugus α-metilen-γ-butirolakton elektrofilik yang dapat menghambat aktivasi NF-κB melalui alkilasi IKK-β atau p65. Hal ini menurunkan transkripsi gen proinflamasi seperti COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Lactucopicrin, Lactucin, Asam cichoric
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Wild Lettuce

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wild Lettuce.

  1. Lactucin

    Golongan: Seskuiterpen lakton (terpenoid)
    Bagian Tanaman: Lateks kering (lactucarium), daun, pucuk berbunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif Dan Analgesik Pada Model Hewan; Juga Menunjukkan Efek Antiinflamasi Melalui Penghambatan NF-κB..
    Tampilkan
  2. Lactucopicrin

    Golongan: Seskuiterpen lakton (terpenoid)
    Bagian Tanaman: Lateks kering (lactucarium), daun, batang berbunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Dan Sedatif; Pada Studi Hewan, Aktivitas Analgesiknya Dilaporkan Lebih Kuat Daripada Ibuprofen Pada Model Nyeri Akut..
    Tampilkan
  3. 11β,13-Dihydrolactucin

    Golongan: Seskuiterpen lakton (terpenoid)
    Bagian Tanaman: Daun, lateks, dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antiplasmodial Terhadap Plasmodium Falciparum Pada Uji In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Wild Lettuce

Interaksi & Kontraindikasi Wild Lettuce dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kafein dan stimulan SSP (kopi, teh, minuman energi, amfetamin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kafein dapat mengurangi efek sedatif wild lettuce sehingga tujuan terapi terganggu; tidak ada risiko toksik akut, tetapi sebaiknya batasi kafein agar efek herbal tidak menimbulkan stimulasi berlebihan. (Sumber: Natural Medicines, 2023)

  2. Diuretik (furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Wild lettuce memiliki sifat diuretik ringan; kombinasi dengan diuretik dapat meningkatkan kehilangan cairan dan elektrolit. Awasi tanda hipokalemia dan dehidrasi; hindari penggunaan jangka panjang tanpa pemantauan. (Sumber: Monograf herbal; Natural Medicines, 2023)

  3. Antidepresan sedatif (amitriptyline, trazodone, mirtazapine)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Dapat terjadi sedasi aditif dan efek antikolinergik yang saling memperkuat. Gunakan hanya atas rekomendasi dokter dan monitor kantuk berlebih, mulut kering, konstipasi. (Sumber: Natural Medicines, 2023)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+15)

VI. Efek Samping Wild Lettuce

Wild Lettuce (Lactuca virosa) mengandung senyawa aktif utama seperti laktukarium, yang sering dijuluki sebagai 'opium selada' karena efek sedatif dan analgesiknya yang mirip dengan opiat ringan. Penggunaan tanaman ini, baik dalam bentuk ekstrak, getah, maupun teh, dapat menimbulkan berbagai efek samping mulai dari tingkat ringan hingga berat, terutama jika dikonsumsi dalam dosis berlebihan. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan meliputi pusing, mual, muntah, sakit kepala, dan penglihatan kabur. Pada individu yang sensitif, konsumsi tanaman ini juga dapat memicu reaksi alergi seperti dermatitis kontak atau gatal-gatal pada kulit akibat getah lateksnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Wild Lettuce

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wild Lettuce.

Apa itu Wild Lettuce (Lactuca virosa), dan mengapa disebut 'opium lettuce'?
Wild Lettuce adalah tumbuhan liar yang getah keringnya disebut lactucarium. Pada masa lalu lactucarium digunakan sebagai pengganti opium untuk efek sedatif ringan, sehingga tanaman ini mendapat julukan 'opium lettuce' atau selada opium. Kandungan fitokimia utamanya adalah lakton seskuiterpen, terutama lactucin dan lactucopicrin. (Trease & Evans' Pharmacognosy, 16th ed., Saunders/Elsevier, 2009.)
Bagaimana cara konsumsi Wild Lettuce yang umum digunakan sehari-hari?
Secara tradisional, bagian daun kering diseduh sebagai teh, atau getah kering lactucarium dibuat menjadi pil/tingtur untuk membantu tidur, batuk kering, dan nyeri ringan. Namun, belum ada dosis standar yang ditetapkan secara ilmiah, sehingga konsumsi bebas, apalagi setiap hari, tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (British Herbal Pharmacopoeia, 1983; Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Apakah aman mengonsumsi Wild Lettuce setiap hari untuk insomnia atau nyeri kronis?
Tidak aman untuk digunakan setiap hari tanpa bukti keamanan jangka panjang. Belum ada uji klinis memadai yang mendukung penggunaan harian untuk insomnia atau nyeri kronis. Penggunaan terus-menerus berisiko menyebabkan sedasi berlebihan, pusing, dan gangguan pencernaan. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Apa saja efek samping yang perlu diwaspadai dari Wild Lettuce?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah mengantuk, sedasi berlebihan, pusing, mual, dan iritasi saluran cerna. Karena kandungan lakton seskuiterpennya bersifat bioaktif, penggunaan dosis tinggi tidak dianjurkan. Jika muncul reaksi seperti sesak napas, palpitasi, atau gangguan kesadaran, segera hentikan dan cari pertolongan medis. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Bolehkah Wild Lettuce diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Tidak. Belum ada data keamanan dan khasiat yang cukup untuk penggunaan Lactuca virosa pada bayi dan anak-anak. Sistem saraf anak yang masih berkembang lebih sensitif terhadap efek sedatif. Karena itu, Wild Lettuce tidak direkomendasikan untuk populasi pediatrik. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Apakah Wild Lettuce aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Belum ada penelitian klinis yang memastikan keamanannya selama kehamilan dan menyusui. Prinsip kehati-hatian menyatakan bahwa ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan herbal yang belum terbukti aman, termasuk Wild Lettuce. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Apakah Wild Lettuce dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain?
Ya, Wild Lettuce berpotensi meningkatkan efek obat depresan sistem saraf pusat, seperti benzodiazepin, obat tidur, antidepresan tertentu, opioid, dan alkohol. Kombinasi ini dapat menyebabkan sedasi berlebihan hingga gangguan pernapasan. Gunakan hanya di bawah pengawasan tenaga kesehatan jika sedang menjalani pengobatan. (Barnes, J., Anderson, L.A., & Phillipson, J.D., Herbal Medicines: A Guide for Healthcare Professionals, 3rd ed., Pharmaceutical Press, 2007.)
Apakah Wild Lettuce merupakan opioid atau obat terlarang?
Bukan. Wild Lettuce tidak mengandung morfin, kodein, atau alkaloid opium lainnya. Efeknya berasal dari lakton seskuiterpen seperti lactucin dan lactucopicrin yang bekerja lebih ringan dan berbeda dari opioid. Namun, tetap tidak boleh dianggap aman tanpa dosis terstandar, dan penggunaannya harus rasional serta tidak berlebihan. (Trease & Evans' Pharmacognosy, 16th ed., Saunders/Elsevier, 2009.)

Kratom

Mitragyna speciosa

California Poppy

Eschscholzia californica

Cari: