Nama: Catechin
Nama (en): Catechin
Formula: C15H14O6
Sumber: Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb. (Gambir)
Klasifikasi: Flavonoid
Sub-Klasifikasi: Flavan-3-ol

Advertisement


Nama Lain:
Catechin, Gambir extract, Uncaria gambir, Catechu
IUPAC: (2R,3S)-2-(3,4-dihydroxyphenyl)-3,4-dihydro-2H-chromene-3,5,7-triol
Molecular Weight: 290.2700
Mass: 290.0790

Apa itu Catechin?

Katekin merupakan senyawa polifenol flavonoid yang termasuk dalam subkelas flavan-3-ol, dengan rumus molekul C₁₅H₁₄O₆ dan berat molekul 290,27 g/mol. Senyawa ini memiliki dua pusat kiral, sehingga menghasilkan empat stereoisomer, dengan (+)-katekin dan (-)-epikatekin sebagai bentuk yang paling umum ditemukan di alam. Secara fisikokimia, katekin memiliki nilai logP sekitar 1,55-1,92 yang menunjukkan sifat hidrofilik sedang, lima gugus donor dan enam akseptor ikatan hidrogen, serta luas permukaan polar (TPSA) 110,38 Ų. 

Senyawa ini memenuhi aturan Lipinski tanpa pelanggaran, memiliki bioavailabilitas oral yang tinggi (skor 0,55), dan tergolong larut (soluble) berdasarkan klasifikasi ESOL. Katekin banyak ditemukan dalam teh hijau (30-42% dari total polifenol), kakao, anggur, serta kayu Acacia catechu (Khadira) yang merupakan sumber tradisional utamanya.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Katekin menunjukkan spektrum aktivitas farmakologis yang luas melalui regulasi berbagai jalur sinyal seluler, terutama jalur Nrf2 dan NF-κB yang berdampak pada stres oksidatif dan inflamasi, serta jalur MAPK, COMT, dan reseptor tirosin kinase. Aktivitas antioksidannya dimediasi oleh lima gugus hidroksil yang efektif menangkap radikal bebas, dengan potensi yang lebih rendah dibandingkan EGCG (epigallocatechin gallate) namun tetap signifikan secara klinis. Katekin terbukti memiliki efek antispasmodik, bronkodilator, dan vasodilator melalui mekanisme penghambatan kanal kalsium (efek seperti calcium channel blocker) serta komponen relaksan dependen-endotel yang melibatkan reseptor kolinergik dan NO. 

Dalam konteks antihipertensi, penelitian jaringan farmakologi mengidentifikasi tiga target kunci katekin (MMP9, BCL2, HIF1A) yang berperan dalam regulasi kontraksi otot polos pembuluh darah dan sinyal reseptor VEGF. Efek anti-inflamasinya juga dikaitkan dengan modulasi inflamasi NLRP3 pada makrofag. Secara klinis, katekin dan stereoisomernya menunjukkan efektivitas sebagai agen anti-inflamasi, antidiabetes, antikanker, neuroprotektif, bakterisida, penambah memori, anti-artritis, dan hepatoprotektif.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam Ayurveda, katekin merupakan komponen bioaktif utama dari Khadira (Acacia catechu atau Senegalia catechu), yang secara klasik disebutkan dalam Charaka Samhita dan Sushruta Samhita sebagai obat pilihan untuk Kushtha (penyakit kulit) serta digunakan dalam pengelolaan Prameha (diabetes), Krimi (infeksi), dan Mukharoga (penyakit mulut). Sifat Kashaya (astringen) dan Rakta-Shodhana (pemurni darah) dari Khadira menjadikannya bahan dasar dalam berbagai formulasi seperti Khadiradi Vati, Khadiraristha, dan Khadiradi Tailam yang masih digunakan secara luas. 

Ekstrak kayu Khadira (katha) juga digunakan sebagai bahan dalam "paan" (sirih) dan produk perawatan mulut tradisional. Dalam fitokimia terapan modern, tantangan utama katekin adalah bioavailabilitas oral yang rendah akibat ketidakstabilan di saluran cerna dan permeabilitas intestinal yang buruk. Berbagai strategi nanoformulasi dikembangkan untuk mengatasi hal ini, di antaranya nanopartikel kitosan-oksida besi (IOCHNP) yang berhasil meningkatkan bioavailabilitas katekin hingga 4,8 kali lipat pada studi hewan , serta sistem bigel protein kacang ercis/lilin lebah yang efektif melindungi katekin dari degradasi lambung dan melepaskannya secara terkendali di usus dengan bioaksesibilitas mencapai 35-43,8%. 

Dari sisi interaksi obat, katekin murni (non-galat) tidak menunjukkan inhibisi terhadap enzim CYP450 utama (CYP1A2, CYP2C9, CYP2C19, CYP2D6, CYP3A4) dan merupakan substrat P-glikoprotein , berbeda dengan katekin tergalat (seperti EGCG dan CG) yang menunjukkan inhibisi signifikan terhadap CYP1A2, CYP2C9, dan CYP3A4. Hal ini menjadikan katekin non-galat memiliki profil interaksi obat yang relatif aman secara klinis.

---

Daftar Referensi

  1. TCMSP. CancerHSP: anticancer herbs database of systems pharmacology. (+)-Catechin (Mol1290).
  2. Pharmacological Actions and Underlying Mechanisms of Catechin: A Review. NSTL, 2022.
  3. Acacia catechu (Khadira): A Comprehensive Review of Its Traditional and Modern Therapeutic Potential. Journal of Ayurveda and Integrated Medical Sciences (JAIMS).
  4. Co-encapsulation of curcumin and catechin in a grass pea protein/beeswax bigel. ScienceDirect, 2026.
  5. Table 8: CYP and P-gp inhibition profile of catechins. NIH/PMC, 2020.
  6. MeFSAT: Catechin Physicochemical Properties. The Institute of Mathematical Sciences.
  7. Ghayur, M.N., et al. (2007). Antispasmodic, bronchodilator and vasodilator activities of (+)-catechin. Archives of Pharmacal Research.
  8. Khadira (Senegalia Catechu): An Ayurvedic Tree with Great Potential. Scilit.
  9. Epicatechin-Loaded Nanocapsules: Development and NLRP3 Inflammasome-Targeting Activity. Biology, 2025.
  10. An Appraisal of Drug-Drug Interactions with Green Tea (Camellia sinensis). Thieme, 2017.
  11. Guide to MALARIA PHARMACOLOGY: Catechin Ligand Page.
  12. The Potential Mechanisms of Catechins in Tea for Anti-Hypertension. Foods, 2024.
  13. Khadira (Senegalia Catechu) - An Ayurvedic Tree with Great Potential. JAIMS, 2025.
  14. In vitro release kinetics and in vivo plasma exposure of green tea polyphenols from iron oxide chitosan nanoparticles. Scientific Reports, 2026.
  15. Satoh, T., et al. Inhibitory Effects of Eight Green Tea Catechins on CYP Activities. Journal of Pharmacy and Pharmacology.

Corilagin

Corilagin

Epicatechin

Epicatechin

Resep Herbal

Cari: