Calincing Kayu

Wood Sorrel | Oxalis acetosella
Nama
Calincing Kayu (Wood Sorrel)
Nama Latin/Ilmiah
Oxalis acetosella
Bagian Digunakan
Daun, Batang, Bunga
Rasa
Asam
Nama Lain
Waldsauerklee (Germany), acederilla (Spain), harsyra (Sweden), pain de coucou (France)
Asal
Eropa, Asia
Kandungan Utama
Asam oksalat, vitamin C

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Calincing Kayu

Oxalis acetosella, atau yang dikenal sebagai Wood Sorrel, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Oxalidaceae. Spesies ini tumbuh rendah dengan daun trifoliat berbentuk hati yang menyerupai semanggi, dan sering dijumpai di lantai hutan beriklim sedang serta daerah teduh dan lembap di belahan bumi utara. Keunikan utamanya terletak pada kandungan asam oksalat, yang memberikan rasa asam khas pada daunnya—sejak abad pertengahan tumbuhan ini kerap digunakan sebagai penyedap atau pengganti cuka dalam masakan rakyat Eropa.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Sep 2026 - 06:40:54
 

II. Ciri-ciri Calincing Kayu

Tanaman ini suka banget tempat yang teduh, lembap, dan sejuk. Biasanya gampang ditemui di lantai hutan yang tanahnya subur atau di sela-sela bebatuan yang terlindung dari sinar matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Calincing Kayu (Oxalis acetosella):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya rimpang (rizoma) yang merayap di bawah tanah, bikin dia gampang nyebar.
Batang Batangnya pendek banget atau hampir nggak kelihatan, karena daunnya langsung muncul dari pangkal akar.
Daun Daunnya khas banget, bentuknya seperti jantung terbalik yang berjumlah tiga helai (trifoliate) dalam satu tangkai. Warnanya hijau segar dan bisa melipat kalau malam hari atau cuaca lagi mendung.
Bunga Bunganya mungil dan cantik, warnanya putih dengan urat-urat halus berwarna merah muda atau ungu. Punya lima kelopak bunga.
Buah Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kalau sudah matang bakal pecah dan melontarkan bijinya ke sekitar, jadi cara dia berkembang biak lumayan unik.

III. Manfaat Calincing Kayu

7 Manfaat Calincing Kayu untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif (perlindungan antioksidan)

    Senyawa polifenolik, terutama kuersetin dan kaempferol, mendonorkan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya untuk menetralkan radikal bebas dan memutus rantai peroksidasi lipid. Pada tingkat molekuler, kuersetin juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GSH-Px, meskipun bukti langsung pada O. acetosella masih terbatas pada studi in vitro.

    Senyawa Aktif: kuersetin 3-O-glukosida, kaempferol 3-O-glukosida, Asam Kafeat, Asam Ferulat
    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri superfisial pada kulit dan mukosa

    Polifenol dan asam organik mengganggu membran sitoplasma bakteri, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran ion K+. Asam oksalat menurunkan pH lingkungan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Kuersetin dan kaempferol juga dapat menghambat enzim DNA girase atau ATPase bakteri, tetapi mekanisme ini terutama dibuktikan pada senyawa murni dan belum tentu setara pada ekstrak kasar.

    Senyawa Aktif: asam oksalat, Kuersetin, Kaempferol, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Infeksi jamur (kandidiasis mukosa)

    Flavonoid dapat mengganggu integritas membran sel jamur dan menghambat sintesis ergosterol. Asam fenolat dan asam oksalat diduga mengkelat ion logam yang diperlukan sebagai kofaktor enzim jamur. Efek ini tampak pada ekstrak kasar O. acetosella terhadap Candida spp., namun jalur biokimia pastinya belum terkonfirmasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Asam p-Kumarat, asam oksalat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Calincing Kayu

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Calincing Kayu.

  1. Asam oksalat (kalium oksalat)

    Golongan: Asam organik dikarboksilat
    Bagian Tanaman: Seluruh herba, terutama daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Memiliki Peran Terapi Utama; Dapat Mengkelat Kalsium Dan Pada Konsentrasi Tinggi Bersifat Antinutrisi Serta Toksik..
    Tampilkan
  2. Asam L-askorbat (vitamin C)

    Golongan: Vitamin / asam organik
    Bagian Tanaman: Daun segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Kofaktor Sintesis Kolagen, Meningkatkan Absorbsi Zat Besi Non-heme, Dan Berperan Dalam Respon Imun..
    Tampilkan
  3. Asam sitrat

    Golongan: Asam organik trikarboksilat
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Pengkelat Logam; Garam Sitrat Dapat Mengalkalisasi Urin Dan Digunakan Sebagai Terapi Pendukung Pada Nefrolitiasis Atau Gangguan Metabolik..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Calincing Kayu

Interaksi & Kontraindikasi Calincing Kayu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi dalam jumlah normal pada orang sehat

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Aman digunakan sesekali sebagai pangan atau herbal dalam jumlah wajar. Namun tetap tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan karena mengandung asam oksalat.

  2. Suplemen zat besi, magnesium, dan zink

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Asam oksalat dapat mengikat mineral dan mengurangi penyerapannya. Beri jeda minimal 2–3 jam antara konsumsi calincing kayu dan suplemen mineral.

  3. Suplemen kalsium atau makanan tinggi kalsium

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kalsium dapat berikatan dengan oksalat membentuk kalsium oksalat yang sulit diserap. Konsumsi terpisah dengan jeda minimal 2 jam agar penyerapan kalsium tidak terganggu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Calincing Kayu

Calincing kayu (Oxalis acetosella) adalah tanaman liar yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun konsumsinya membawa risiko kesehatan yang signifikan karena kandungan asam oksalat yang sangat tinggi di dalamnya. Ketika tanaman ini dicerna, asam oksalat dapat berikatan dengan kalsium di dalam saluran pencernaan dan aliran darah, membentuk kristal kalsium oksalat. Akumulasi kristal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan akut seperti iritasi lambung, mual, muntah, dan diare pada individu yang mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Calincing Kayu

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Calincing Kayu.

Apa saja kandungan fitokimia utama Calincing Kayu (Oxalis acetosella)?
Daun Calincing Kayu mengandung asam oksalat dalam jumlah tinggi, vitamin C, karotenoid, flavonoid (termasuk quercetin dan kaempferol), serta glikosida sianogenik dalam jumlah kecil. Menurut Wichtl, M. (2004). Herbal Drugs and Phytopharmaceuticals, asam oksalat merupakan senyawa dominan yang harus diperhatikan karena memengaruhi keamanan konsumsi.
Bagaimana cara mengonsumsi Calincing Kayu yang aman untuk kesehatan sehari-hari?
Konsumsi sebaiknya dibatasi pada jumlah kecil, misalnya 5–10 daun segar per hari sebagai lalapan atau seduhan, dan tidak digunakan secara rutin. Untuk mengurangi penyerapan asam oksalat, daun dapat direbus sebentar atau dikonsumsi bersama makanan kaya kalsium seperti susu atau yogurt. DerMarderosian, A., & Beutler, J.A. (2002). The Review of Natural Products menyarankan kewaspadaan karena kandungan oksalat yang tinggi.
Apakah Calincing Kayu dapat digunakan sebagai obat tradisional? Untuk apa saja?
Secara empiris, tanaman ini digunakan untuk mengatasi demam, sariawan, radang tenggorokan, gangguan pencernaan, dan sebagai diuretik ringan. Ekstrak daunnya juga dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Menurut Quattrocchi, U. (2012). CRC World Dictionary of Medicinal and Poisonous Plants, pemanfaatan ini ditemukan dalam pengobatan tradisional Eropa dan Asia, tetapi bukti klinis modern masih terbatas.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Calincing Kayu?
Efek samping utama berkaitan dengan asam oksalat, yaitu iritasi mulut dan tenggorokan, mual, muntah, diare, hipokalsemia, serta peningkatan risiko batu ginjal. Kontak langsung dengan jus tanaman dapat menyebabkan dermatitis pada kulit sensitif. Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants mencatat gejala toksisitas oksalat tersebut.
Apakah Calincing Kayu aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan menyusui?
Tidak dianjurkan. Bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap efek asam oksalat karena fungsi ginjal yang belum matang. Keamanan pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti, dan konsumsi dapat mengganggu keseimbangan kalsium yang penting bagi janin dan bayi. Briggs, G.G., Freeman, R.K., & Yaffe, S.J. (2011). Drugs in Pregnancy and Lactation menganjurkan agar herbal yang belum terbukti aman dihindari selama periode tersebut.
Bagaimana pengaruh Calincing Kayu terhadap kesehatan ginjal?
Karena kaya oksalat, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urin dan berkontribusi pada pembentukan batu ginjal kalsium oksalat. Pada individu dengan penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal, tanaman ini sebaiknya dihindari. Weaver, C.M., et al. (1997). Oxalic acid in foods and its role in calcium oxalate kidney stones, American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan hubungan kuat antara asupan oksalat dan risiko batu ginjal.
Apakah Calincing Kayu dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, dapat mengganggu penyerapan kalsium dan obat yang mengandung kalsium, serta berpotensi meningkatkan efek obat diuretik jika dikombinasikan. Pengguna obat diuretik, litium, atau antibiotik tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi herbal ini. Williamson, E., Driver, S., & Baxter, K. (2013). Stockley's Herbal Medicines Interactions mencantumkan potensi interaksi tersebut.
Berapa dosis atau takaran yang dianjurkan untuk penggunaan Calincing Kayu sehari-hari?
Belum ada dosis standar yang ditetapkan secara ilmiah. Penggunaan tradisional umumnya memakai 1–2 gram daun segar sebagai lalapan atau seduhan, 1–2 kali sehari, dan tidak disarankan untuk jangka panjang. Duke, J.A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs menekankan bahwa kehati-hatian diperlukan karena kandungan oksalat yang tinggi dan batas aman yang belum diketahui pasti.

Sangga Tanah

Glechoma hederacea

Speedwell

Veronica officinalis

Cari: