Wood Sorrel

Oxalis acetosella
Nama: Wood Sorrel
Nama Latin/Ilmiah: Oxalis acetosella
Famili: Oxalidaceae

Kandungan:
Asam oksalat, vitamin C
Nama Lain:
Wood sorrel (United Kingdom), waldsauerklee (Germany), acederilla (Spain), harsyra (Sweden), pain de coucou (France)
Asal:
Eropa, Asia
Bagian Utama:
Daun, Batang, Bunga
Rasa:
Asam

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Wood Sorrel

Oxalis acetosella, atau yang dikenal sebagai Wood Sorrel, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Oxalidaceae. Spesies ini tumbuh rendah dengan daun trifoliat berbentuk hati yang menyerupai semanggi, dan sering dijumpai di lantai hutan beriklim sedang serta daerah teduh dan lembap di belahan bumi utara. Keunikan utamanya terletak pada kandungan asam oksalat, yang memberikan rasa asam khas pada daunnya—sejak abad pertengahan tumbuhan ini kerap digunakan sebagai penyedap atau pengganti cuka dalam masakan rakyat Eropa.

Advertisement

Secara ekologis, Oxalis acetosella beradaptasi dengan lingkungan hutan yang minim cahaya melalui gerakan niktinasti, yaitu daun yang melipat pada malam hari atau saat cuaca buruk untuk mengurangi penguapan dan kerusakan akibat suhu rendah. Bunganya yang berwarna putih dengan urat ungu halus muncul pada musim semi, bersifat protandri, dan menawarkan nektar bagi serangga penyerbuk seperti lebah dan lalat. Selain perbanyakan secara generatif, tumbuhan ini juga berkembang biak vegetatif melalui rimpang bawah tanah, memungkinkannya membentuk koloni luas di bawah naungan kanopi hutan.

Meskipun bermanfaat sebagai sumber vitamin C dan antioksidan, konsumsi Oxalis acetosella dalam jumlah besar perlu diwaspadai karena asam oksalat dapat menghambat penyerapan kalsium atau menyebabkan gangguan ginjal bila dikonsumsi berlebihan. Dalam pengobatan tradisional, ekstrak tumbuhan ini dipakai untuk meredakan sariawan, demam, dan infeksi saluran kemih, tetapi dosisnya harus dibatasi. Sebagai bagian dari keanekaragaman hayati bawah hutan, Wood Sorrel juga berperan dalam menjaga kelembapan tanah dan menjadi indikator kualitas ekosistem hutan yang masih alami.

Update: 31 Jul 2026 - 15:27:01

 

II. Manfaat Wood Sorrel

Manfaat Wood Sorrel untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif (perlindungan antioksidan)

    Senyawa polifenolik, terutama kuersetin dan kaempferol, mendonorkan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya untuk menetralkan radikal bebas dan memutus rantai peroksidasi lipid. Pada tingkat molekuler, kuersetin juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GSH-Px, meskipun bukti langsung pada O. acetosella masih terbatas pada studi in vitro.

    Senyawa Aktif: kuersetin 3-O-glukosida, kaempferol 3-O-glukosida, Asam Kafeat, Asam Ferulat
    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri superfisial pada kulit dan mukosa

    Polifenol dan asam organik mengganggu membran sitoplasma bakteri, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran ion K+. Asam oksalat menurunkan pH lingkungan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Kuersetin dan kaempferol juga dapat menghambat enzim DNA girase atau ATPase bakteri, tetapi mekanisme ini terutama dibuktikan pada senyawa murni dan belum tentu setara pada ekstrak kasar.

    Senyawa Aktif: asam oksalat, Kuersetin, Kaempferol, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Infeksi jamur (kandidiasis mukosa)

    Flavonoid dapat mengganggu integritas membran sel jamur dan menghambat sintesis ergosterol. Asam fenolat dan asam oksalat diduga mengkelat ion logam yang diperlukan sebagai kofaktor enzim jamur. Efek ini tampak pada ekstrak kasar O. acetosella terhadap Candida spp., namun jalur biokimia pastinya belum terkonfirmasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Asam p-Kumarat, asam oksalat
    Tampilkan
  4. Inflamasi lokal ringan (radang tenggorokan, stomatitis)

    Flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol menghambat enzim COX-2 dan 5-LOX, sehingga menurunkan produksi prostaglandin PGE2 dan leukotrien. Selain itu, flavonoid menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK yang mengatur ekspresi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek ini didukung oleh senyawa yang terdeteksi dalam O. acetosella, tetapi belum diuji langsung dalam uji klinis.

    Senyawa Aktif: kuersetin 3-O-glikosida, kaempferol 3-O-glikosida, Asam Ferulat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Wood Sorrel

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wood Sorrel.

  1. Asam oksalat (kalium oksalat)

    Golongan: Asam organik dikarboksilat
    Bagian Tanaman: Seluruh herba, terutama daun dan batang muda
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Memiliki Peran Terapi Utama; Dapat Mengkelat Kalsium Dan Pada Konsentrasi Tinggi Bersifat Antinutrisi Serta Toksik..
    Tampilkan
  2. Asam L-askorbat (vitamin C)

    Golongan: Vitamin / asam organik
    Bagian Tanaman: Daun segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Kofaktor Sintesis Kolagen, Meningkatkan Absorbsi Zat Besi Non-heme, Dan Berperan Dalam Respon Imun..
    Tampilkan
  3. Asam sitrat

    Golongan: Asam organik trikarboksilat
    Bagian Tanaman: Daun dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Pengkelat Logam; Garam Sitrat Dapat Mengalkalisasi Urin Dan Digunakan Sebagai Terapi Pendukung Pada Nefrolitiasis Atau Gangguan Metabolik..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Ground Ivy

Glechoma hederacea

Speedwell

Veronica officinalis