Advertisement
Oxalis acetosella, atau yang dikenal sebagai Wood Sorrel, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Oxalidaceae. Spesies ini tumbuh rendah dengan daun trifoliat berbentuk hati yang menyerupai semanggi, dan sering dijumpai di lantai hutan beriklim sedang serta daerah teduh dan lembap di belahan bumi utara. Keunikan utamanya terletak pada kandungan asam oksalat, yang memberikan rasa asam khas pada daunnya—sejak abad pertengahan tumbuhan ini kerap digunakan sebagai penyedap atau pengganti cuka dalam masakan rakyat Eropa.
Tanaman ini suka banget tempat yang teduh, lembap, dan sejuk. Biasanya gampang ditemui di lantai hutan yang tanahnya subur atau di sela-sela bebatuan yang terlindung dari sinar matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Calincing Kayu (Oxalis acetosella):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya rimpang (rizoma) yang merayap di bawah tanah, bikin dia gampang nyebar. |
| Batang | Batangnya pendek banget atau hampir nggak kelihatan, karena daunnya langsung muncul dari pangkal akar. |
| Daun | Daunnya khas banget, bentuknya seperti jantung terbalik yang berjumlah tiga helai (trifoliate) dalam satu tangkai. Warnanya hijau segar dan bisa melipat kalau malam hari atau cuaca lagi mendung. |
| Bunga | Bunganya mungil dan cantik, warnanya putih dengan urat-urat halus berwarna merah muda atau ungu. Punya lima kelopak bunga. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul kecil yang kalau sudah matang bakal pecah dan melontarkan bijinya ke sekitar, jadi cara dia berkembang biak lumayan unik. |
7 Manfaat Calincing Kayu untuk kesehatan.
Senyawa polifenolik, terutama kuersetin dan kaempferol, mendonorkan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya untuk menetralkan radikal bebas dan memutus rantai peroksidasi lipid. Pada tingkat molekuler, kuersetin juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GSH-Px, meskipun bukti langsung pada O. acetosella masih terbatas pada studi in vitro.
Polifenol dan asam organik mengganggu membran sitoplasma bakteri, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran ion K+. Asam oksalat menurunkan pH lingkungan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Kuersetin dan kaempferol juga dapat menghambat enzim DNA girase atau ATPase bakteri, tetapi mekanisme ini terutama dibuktikan pada senyawa murni dan belum tentu setara pada ekstrak kasar.
Flavonoid dapat mengganggu integritas membran sel jamur dan menghambat sintesis ergosterol. Asam fenolat dan asam oksalat diduga mengkelat ion logam yang diperlukan sebagai kofaktor enzim jamur. Efek ini tampak pada ekstrak kasar O. acetosella terhadap Candida spp., namun jalur biokimia pastinya belum terkonfirmasi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Calincing Kayu.
Interaksi & Kontraindikasi Calincing Kayu dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Calincing kayu (Oxalis acetosella) adalah tanaman liar yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional, namun konsumsinya membawa risiko kesehatan yang signifikan karena kandungan asam oksalat yang sangat tinggi di dalamnya. Ketika tanaman ini dicerna, asam oksalat dapat berikatan dengan kalsium di dalam saluran pencernaan dan aliran darah, membentuk kristal kalsium oksalat. Akumulasi kristal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan akut seperti iritasi lambung, mual, muntah, dan diare pada individu yang mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Calincing Kayu.