Sangga Tanah

Ground Ivy | Glechoma hederacea
Nama
Sangga Tanah (Ground Ivy)
Nama Latin/Ilmiah
Glechoma hederacea
Bagian Digunakan
Daun, Batang, dan Bunga
Rasa
Mint, sedikit pahit
Nama Lain
Creeping Charlie (United States), Gill-over-the-ground (United Kingdom), Gundermann (Germany)
Asal
Eropa, Asia Barat Daya, dan Siberia
Kandungan Utama
Minyak atsiri (pulegon, menton), tanin, flavonoid, saponin, asam rosmarinat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sangga Tanah

Ground Ivy atau yang dikenal dengan nama lokal “daun kambing” adalah tumbuhan herbal menahun dari famili Lamiaceae yang memiliki nama ilmiah Glechoma hederacea. Tumbuhan ini mudah dikenali dari daunnya yang berbentuk ginjal atau hati dengan tepi bergerigi, serta batang merambat yang mampu berakar di setiap buku-bukunya. Saat berbunga, Glechoma hederacea menghasilkan bunga kecil berwarna ungu kebiruan berbentuk bibir yang khas, sering kali muncul di sela-sela rumput atau lahan lembap. Karena penampilannya yang menyerupai ivy, tumbuhan ini kerap disebut “ground ivy”, padahal bukan termasuk keluarga ivy sejati.

Baca Lebih Lanjut
Update: 09 Sep 2026 - 00:40:45
 

II. Ciri-ciri Sangga Tanah

Tanaman ini suka banget tempat yang lembap, teduh, dan agak dingin. Biasanya gampang ditemui di pinggiran hutan, padang rumput, atau bahkan di halaman rumah yang tanahnya subur. Dia tipe tumbuhan yang menjalar cepat dan bisa jadi 'karpet' alami di tanah. Karakteristik/ciri-ciri Sangga Tanah (Glechoma hederacea):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya tipe stolon atau sulur, jadi dia bisa nempel ke tanah dan tumbuh akar baru di setiap buku batangnya.
Batang Batangnya berbentuk kotak (persegi), tumbuh menjalar di permukaan tanah, dan bisa mencapai panjang 20-60 cm.
Daun Bentuknya bulat sampai menyerupai ginjal dengan pinggiran yang bergerigi kasar. Daunnya tumbuh berpasangan di sepanjang batang dan warnanya hijau segar, kadang ada semburat ungu kalau kena banyak matahari.
Bunga Bunganya kecil-kecil berbentuk corong, warnanya ungu muda atau kebiruan dengan bercak titik-titik gelap. Biasanya muncul di ketiak daun saat musim semi.
Aroma Punya bau khas yang aromatik atau wangi herbal yang cukup tajam kalau daunnya diremas.

III. Manfaat Sangga Tanah

7 Manfaat Sangga Tanah untuk kesehatan.

  1. Pereda peradangan dan nyeri inflamasi ringan

    Ekstrak Glechoma hederacea dan senyawa fenoliknya (asam rosmarinat, asam ursolat, asam oleanolat) menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK pada makrofag, sehingga menurunkan ekspresi iNOS dan COX-2 serta produksi NO, PGE2, TNF-α, dan IL-6. Asam ursolat juga dilaporkan menghambat COX-2 secara langsung pada model in vitro/in silico.

    Tampilkan
  2. Infeksi bakteri dan jamur ringan (antimikroba spektrum luas)

    Minyak atsiri yang mengandung pulegone, menthone, dan limonene merusak membran sel mikroba melalui interaksi lipofilik-fosfolipid, menyebabkan kebocoran ion dan lisis sel; asam rosmarinat menambah efek antimikroba dengan mengganggu membran serta protein fungsional sel mikroba.

    Senyawa Aktif: pulegone, menthone, Limonen, Asam Rosmarinat
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif / kebutuhan antioksidan sistemik

    Gugus hidroksil fenolik pada asam rosmarinat, asam kafeat, dan luteolin mendonorkan elektron kepada radikal bebas (DPPH/ABTS) dan mengkhelat logam transisi, sehingga menghambat inisiasi serta propagasi spesies oksigen reaktif.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Sangga Tanah

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangga Tanah.

  1. Golongan: Asam fenolat (fenilpropanoid)
    Bagian Tanaman: Herba bagian atas (daun dan batang berbunga)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba; Menghambat Siklooksigenase-2 Dan Lipoksigenase Pada Studi Seluler..
    Tampilkan
  2. Golongan: Asam fenolat (asam klorogenat)
    Bagian Tanaman: Herba bagian atas
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Dan Antimikroba Pada Model Eksperimental..
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam fenolat
    Bagian Tanaman: Herba bagian atas
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Antimikroba; Menghambat Peroksidasi Lipid Pada Konsentrasi Tertentu..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sangga Tanah

Interaksi & Kontraindikasi Sangga Tanah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Individu dengan alergi terhadap famili Lamiaceae

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan pada individu yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman famili Lamiaceae (misalnya peppermint, basil). Bila timbul reaksi hipersensitivitas seperti ruam, gatal, atau angioedema, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. (Sumber: European Medicines Agency – EMA Monograph)

  2. Anak-anak di bawah 12 tahun

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Keamanan dan dosis Glechoma hederacea belum ditetapkan pada anak-anak. Penggunaan pada anak sebaiknya dihindari atau hanya di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional. (Sumber: ESCOP Monographs)

  3. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Data keamanan pada ibu menyusui tidak mencukupi. Tidak dianjurkan menggunakan Sangga Tanah selama menyusui karena senyawa aktifnya berpotensi terekskresi ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan. (Sumber: Briggs, Drugs in Pregnancy and Lactation)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Sangga Tanah

Sangga tanah (Glechoma hederacea) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk berbagai tujuan pengobatan, namun konsumsinya, terutama dalam jumlah besar atau sebagai minyak esensial, diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping toksik. Tanaman ini mengandung senyawa terpenoid, khususnya pulegon yang ditemukan dalam minyak esensialnya, yang bersifat hepatotoksik dan nefrotoksik. Paparan atau konsumsi pulegon dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan serius pada sel-sel hati dan ginjal, serta memicu iritasi parah pada saluran pencernaan yang bergejala mual, muntah, dan nyeri abdomen.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sangga Tanah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangga Tanah.

Apa itu Sangga Tanah (Glechoma hederacea) dan senyawa fitokimia apa saja yang dikandungnya?
Sangga Tanah adalah herba merambat dari famili Lamiaceae yang biasa disebut ground ivy. Daun dan batangnya mengandung minyak atsiri (mentone, pulegon, α-pinena), flavonoid (luteolin, apigenin), asam fenolat (asam rosmarinat, asam kafeat), triterpenoid, tanin, dan saponin. Kandungan tersebut menjadi dasar aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang teramati dalam penelitian in vitro. Referensi: Potter's Herbal Cyclopaedia (Williamson, 2003); Fundamentals of Pharmacognosy and Phytotherapy (Heinrich et al., 2012).
Apakah Sangga Tanah dapat dikonsumsi sebagai teh setiap hari?
Tidak ada data keamanan untuk konsumsi harian jangka panjang. Secara tradisional daunnya digunakan sebagai teh, tetapi belum ada studi klinis yang menetapkan dosis standar yang aman. Karena mengandung pulegon, terutama dalam minyak atsiri, penggunaan dosis tinggi atau berkepanjangan tidak dianjurkan. Referensi: Herbal Medicines (Barnes et al., 2007); Essential Oil Safety (Tisserand & Young, 2014).
Apa manfaat kesehatan yang sudah didukung bukti ilmiah?
Bukti saat ini masih terbatas pada uji praklinis. Ekstrak Sangga Tanah menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan diuretik ringan dalam penelitian laboratorium atau pada hewan. Namun, belum cukup uji klinis pada manusia untuk mendukung klaim pengobatan tertentu. Referensi: Herbal Medicines (Barnes et al., 2007); Principles and Practice of Phytotherapy (Bone & Mills, 2013).
Apakah Sangga Tanah aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak. Sangga Tanah dikenal memiliki efek emmenagog atau merangsang menstruasi, sehingga berisiko pada kehamilan. Kandungan pulegon juga berpotensi toksik. Untuk ibu menyusui belum ada data keamanan, sehingga sebaiknya dihindari. Referensi: Herbal Medicines: A Guide for Health-care Professionals (Newall et al., 1996); Herbal Medicines (Barnes et al., 2007).
Bolehkah Sangga Tanah diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada penelitian keamanan penggunaan Sangga Tanah pada bayi dan anak-anak. Kandungan pulegon dalam minyak atsiri dikhawatirkan dapat menyebabkan efek toksik pada hati dan sistem saraf. Jangan berikan kepada anak tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Essential Oil Safety (Tisserand & Young, 2014); Herbal Medicines (Barnes et al., 2007).
Apa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Sangga Tanah?
Pada dosis rendah umumnya dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan atau reaksi alergi kulit pada orang sensitif. Penggunaan berlebihan, terutama minyak atsiri yang kaya pulegon, dapat menyebabkan mual, muntah, kerusakan hati, dan pada kasus berat kejang. Penggunaan luar pada luka terbuka juga tidak dianjurkan karena risiko iritasi atau infeksi. Referensi: Essential Oil Safety (Tisserand & Young, 2014); Herbal Medicines (Barnes et al., 2007).
Bagaimana penggunaan tradisional Sangga Tanah dalam pengobatan?
Secara tradisional Sangga Tanah digunakan untuk meredakan batuk, radang selaput lendir, gangguan pencernaan ringan, dan sebagai pengobatan luar untuk luka ringan. Daunnya dapat dijadikan infus atau teh, dan kadang digunakan sebagai obat kumur. Namun efek terapeutiknya belum terbukti melalui uji klinis modern, sehingga penggunaannya sebaiknya sesekali dan dalam pengawasan profesional. Referensi: Potter's Herbal Cyclopaedia (Williamson, 2003).
Apakah Sangga Tanah dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Sangga Tanah memiliki efek diuretik ringan, sehingga dapat memperkuat efek obat diuretik atau obat tekanan darah dan meningkatkan risiko hipokalemia atau hipotensi. Kandungan pulegon juga berpotensi memengaruhi metabolisme obat di hati. Jika Anda sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakan herba ini. Referensi: Herbal Medicines (Barnes et al., 2007); Principles and Practice of Phytotherapy (Bone & Mills, 2013).

Kubis Kantung Gembala

Capsella bursa-pastoris

Calincing Kayu

Oxalis acetosella

Cari: