Sea Buckthorn

Hippophae rhamnoides
Nama
Sea Buckthorn
Nama Latin/Ilmiah
Hippophae rhamnoides
Bagian Digunakan
Buah, Daun, dan Biji
Rasa
Asam, sepat
Nama Lain
Sanddorn (Jerman), Argousier (Prancis), Espino amarillo (Spanyol), Olivello spinoso (Italia), Rokitnik (Polandia)
Asal
Asia Tengah, Eropa Utara, Himalaya, Siberia, dan Tiongkok.
Kandungan Utama
Vitamin C, vitamin E, karotenoid, flavonoid, asam lemak omega, fitosterol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sea Buckthorn

Sea Buckthorn (Hippophae rhamnoides) adalah semak berduri yang termasuk dalam famili Elaeagnaceae, tumbuh liar di daerah beriklim dingin hingga subtropis, terutama di Asia dan Eropa. Tanaman ini dikenal sangat adaptif terhadap kondisi ekstrem, mampu bertahan di tanah berpasir, salinitas tinggi, serta suhu yang berfluktuasi drastis. Akarnya memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri Frankia yang mengikat nitrogen, sehingga berperan penting dalam memperbaiki kesuburan tanah dan mencegah erosi. Selain itu, Hippophae rhamnoides juga dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi lahan kritis karena sistem perakarannya yang luas dan kuat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Sep 2026 - 12:41:04
 

II. Ciri-ciri Sea Buckthorn

Tanaman tangguh yang suka tempat terbuka dengan banyak sinar matahari. Biasanya tumbuh subur di area berpasir, tepi sungai, tebing, atau pegunungan yang kering dan berangin. Sangat tahan terhadap tanah yang kurang subur, garam (seperti di pesisir), dan suhu ekstrem. Karakteristik/ciri-ciri Sea Buckthorn (Hippophae rhamnoides):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Tanaman Semak atau pohon kecil yang bercabang lebat dan punya duri-duri tajam di bagian ujung rantingnya.
Daun Berbentuk memanjang ramping (seperti lanset), warnanya hijau keperakan atau abu-abu kehijauan karena ada lapisan rambut halus di permukaannya.
Bunga Berukuran sangat kecil dan muncul sebelum daun tumbuh. Bunga jantan dan betina berada di pohon yang berbeda (dioecious).
Buah Berbentuk bulat kecil seperti beri dengan warna oranye cerah atau kuning keemasan yang menempel rapat di sepanjang ranting. Rasanya cukup asam.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat dan menyebar luas, dilengkapi dengan bintil akar yang bisa mengikat nitrogen dari udara untuk menyuburkan tanah.

III. Manfaat Sea Buckthorn

8 Manfaat Sea Buckthorn untuk kesehatan.

  1. Sindrom mata kering (dry eye syndrome)

    Minyak sea buckthorn kaya palmitoleat (omega-7) dan alfa-linolenat (omega-3) memodulasi komposisi asam lemak lapisan lipid air mata, menurunkan osmolaritas air mata, serta menekan inflamasi permukaan okular melalui penurunan mediator sitokin seperti TNF-alfa dan IL-6 dan stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: palmitoleic acid (omega-7), alpha-linolenic acid (omega-3), Vitamin E
    Tampilkan
  2. Nyeri sendi dan osteoartritis lutut

    Flavonol glikosida seperti isorhamnetin dan quercetin menghambat aktivasi NF-κB, menekan ekspresi COX-2 dan LOX, serta menurunkan sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-6, dan PGE2. Asam lemak omega-3 mengurangi prekursor eikosanoid pro-inflamasi dari asam arakidonat.

    Senyawa Aktif: isorhamnetin-3-O-rutinoside, Quercetin-3-O-rhamnoside, proanthocyanidins
    Tampilkan
  3. Dislipidemia dan risiko kardiovaskular

    Fitosterol menghambat absorpsi kolesterol intestinal; polifenol seperti isorhamnetin dan quercetin mengaktifkan AMPK serta meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati; asam lemak tak jenuh memperbaiki profil trigliserida dan HDL; antioksidan mencegah oksidasi LDL.

    Senyawa Aktif: β-Sitosterol, Isorhamnetin, Asam Alfa-Linolenat, palmitoleic acid
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sea Buckthorn

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sea Buckthorn.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah/pulp dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Menghambat Oksidasi LDL Dan Menurunkan Ekspresi Molekul Adhesi Endotel, Sehingga Berpotensi Mendukung Kesehatan Kardiovaskular..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah/pulp, daun, dan sedikit pada biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Dan Stabilisasi Sel Mast; Menghambat Pelepasan Histamin Serta Menekan Pembentukan Sitokin Proinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Karotenoid
    Bagian Tanaman: Buah/pulp dan minyak daging buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Provitamin A; Antioksidan Lipofilik; Penting Untuk Fungsi Retina, Diferensiasi Epitel, Dan Imunitas..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sea Buckthorn

Interaksi & Kontraindikasi Sea Buckthorn dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplementasi zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan vitamin C pada sea buckthorn dapat meningkatkan absorbsi zat besi. Umumnya tidak berbahaya, tetapi pada kondisi hemokromatosis atau kelebihan zat besi sebaiknya dihindari.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (mis. ACEi, ARB, calcium channel blocker)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Sea buckthorn berpotensi memberikan efek penurunan tekanan darah tambahan. Pantau tekanan darah secara berkala, terutama pada lansia dan pasien dengan risiko hipotensi.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (metformin, insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sea buckthorn dapat menurunkan glukosa darah. Kombinasi dengan obat diabetes berisiko menyebabkan hipoglikemia. Pantau kadar gula darah dan konsultasikan penyesuaian dosis dengan dokter.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Sea Buckthorn

Sea Buckthorn (Hippophae rhamnoides) umumnya dianggap aman ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar melalui makanan atau suplemen jangka pendek. Namun, penggunaan ekstrak, minyak, atau suplemen dosis tinggi dapat memicu beberapa efek samping pada sebagian individu. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, kembung, dan diare, terutama bagi individu dengan sistem pencernaan yang sensitif atau saat pertama kali mengonsumsi produk kaya asam lemak ini. Selain itu, aplikasi topikal minyak sea buckthorn kadang-kadang dapat menyebabkan reaksi alergi lokal, kemerahan, atau iritasi kulit pada orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap tanaman dari famili Elaeagnaceae.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Sea Buckthorn

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sea Buckthorn.

  1. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap profil lipid: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn menurunkan kolesterol total, LDL-C, dan trigliserida secara signifikan. Namun, efek terhadap HDL-C tidak konsisten.
    Tampilkan
  2. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap faktor risiko kardiometabolik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn memperbaiki tekanan darah, glukosa darah puasa, dan profil lipid. Efek terbesar terlihat pada dosis >1 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
    Tampilkan
  3. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap kontrol glikemik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn menurunkan glukosa darah puasa dan HOMA-IR. Efek pada HbA1c dan insulin belum konsisten.
    Tampilkan

VIII. FAQ Sea Buckthorn

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sea Buckthorn.

Apa saja senyawa bioaktif utama dalam Sea Buckthorn (Hippophae rhamnoides)?
Sea buckthorn kaya akan flavonoid (seperti isorhamnetin dan quercetin), karotenoid (beta-karoten, likopen), vitamin C, vitamin E, serta asam lemak tak jenuh ganda, terutama asam palmitoleat (omega-7). Senyawa-senyawa ini berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Referensi: Suryakumar, G., & Gupta, A. (2011). Medicinal and therapeutic potential of Sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.). Journal of Ethnopharmacology.
Apakah Sea Buckthorn aman dikonsumsi setiap hari sebagai suplemen?
Konsumsi buah atau jus seabuckthorn dalam jumlah wajar (misalnya 20-50 g per hari) umumnya aman untuk kebanyakan orang dewasa. Namun, dosis ekstrak pekat atau minum dalam jumlah sangat tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, diare, atau refluks. Referensi: Zielińska, A., & Nowak, I. (2017). Abundance of active ingredients in sea buckthorn oil. Lipids in Health and Disease.
Apa bukti ilmiah manfaat Sea Buckthorn untuk kesehatan kulit?
Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa minyak seabuckthorn yang dioleskan topikal dapat memperbaiki gejala dermatitis atopik, seperti kemerahan, gatal, dan kekeringan kulit. Kandungan omega-7 dan vitamin E membantu regenerasi kulit dan memperbaiki sawar kulit. Referensi: Yang, B., et al. (2000). Effects of dietary supplementation with sea buckthorn seed oil on atopic dermatitis. Journal of Nutritional Biochemistry.
Apakah Sea Buckthorn dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida?
Studi pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak seabuckthorn atau minyak biji seabuckthorn dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini diduga berasal dari kandungan fitosterol dan flavonoid yang menghambat penyerapan kolesterol di usus. Referensi: Larmo, P.S., et al. (2014). Effect of sea buckthorn berries on cardiovascular risk factors. European Journal of Clinical Nutrition.
Apakah Sea Buckthorn aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data yang cukup mengenai keamanan seabuckthorn dosis terapeutik (obat) pada ibu hamil dan menyusui. Konsumsi sebagai makanan (jus atau buah) dalam jumlah normal dianggap aman, tetapi suplemen konsentrat harus dihindari kecuali atas saran dokter. Referensi: WHO (2002) Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 2, Geneva.
Bolehkah Sea Buckthorn digunakan pada bayi atau anak-anak?
Penggunaan topikal minyak seabuckthorn pada bayi dan anak-anak dengan ruam popok atau dermatitis atopik telah diteliti dan menunjukkan manfaat perbaikan lesi kulit tanpa efek samping serius. Namun, konsumsi oral suplemen seabuckthorn pada anak-anak belum cukup diteliti, sehingga harus hati-hati dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Koskovac, M., et al. (2017). Sea buckthorn oil—A valuable natural product. Serbian Journal of Experimental and Clinical Research.
Apa efek samping dan interaksi obat yang perlu diperhatikan?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan seperti gangguan gastrointestinal. Karena seabuckthorn mengandung vitamin K, penggunaan suplemen dalam dosis tinggi dapat mengganggu efektivitas antikoagulan seperti warfarin. Pasien yang menggunakan obat pengencer darah, diabetes, atau obat tekanan darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen seabuckthorn. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database (2019). Sea Buckthorn Monograph.

Chlorella

Chlorella vulgaris

Palem Acai

Euterpe oleracea

Cari: