Advertisement
Chlorella vulgaris adalah mikroalga hijau bersel satu yang termasuk dalam divisi Chlorophyta. Meskipun sering disebut sebagai tumbuhan, organisme ini sebenarnya merupakan alga hijau mikroskopis yang hidup di perairan tawar. Selnya berbentuk bulat hingga elips dengan dinding sel yang kuat dan satu kloroplas besar berbentuk mangkuk. Nama “chlorella” berasal dari bahasa Yunani chloros yang berarti hijau dan ella yang berarti kecil, merujuk pada kandungan klorofilnya yang sangat tinggi—bahkan mencapai 1–2% dari berat keringnya, menjadikannya salah satu organisme dengan kadar klorofil tertinggi di dunia.
Hidupnya fleksibel banget, bisa ditemukan di air tawar, air laut, bahkan di tanah lembap. Mereka punya peran penting sebagai produsen primer di ekosistem perairan dan sering banget dibudidayakan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Karakteristik/ciri-ciri Chlorella (Chlorella vulgaris):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Sel | Bulat atau oval (sferis), ukurannya mungil banget alias mikroskopis. |
| Ukuran Sel | Kisarannya antara 2 sampai 10 mikrometer. |
| Kloroplas | Punya satu kloroplas berbentuk seperti mangkuk atau cawan yang menempel di dinding sel, isinya klorofil a dan b. |
| Dinding Sel | Terbuat dari selulosa yang cukup kuat dan tebal, bikin selnya jadi kaku dan tahan banting. |
| Sistem Gerak | Tidak punya alat gerak (non-motil), jadi mereka cuma mengikuti arus air saja. |
| Reproduksi | Berkembang biak dengan cara pembelahan sel (autospora) di dalam sel induknya. |
8 Manfaat Chlorella untuk kesehatan.
Fitosterol dan serat/glukan menghambat absorbsi kolesterol intestinal; peptida bioaktif C. vulgaris menekan sintesis kolesterol hepatik melalui inhibisi HMG-CoA reduktase dan meningkatkan ekspresi reseptor LDL; asam α-linolenat memodulasi metabolisme lipid.
Peptida bioaktif C. vulgaris menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE); kandungan L-arginin meningkatkan produksi NO; kalium dan antioksidan membantu vasodilatasi serta mengurangi stres oksidatif vaskular.
Polisakarida C. vulgaris memperlambat pengosongan lambung dan absorpsi glukosa; peptida bioaktif meningkatkan sensitivitas insulin melalui jalur AMPK/GLUT4; antioksidan melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Chlorella.
Interaksi & Kontraindikasi Chlorella dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Chlorella (Chlorella vulgaris) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, kembung, kram perut, diare, dan warna feses menjadi hijau. Gejala-gejala ini biasanya terjadi pada awal penggunaan atau ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi, karena sistem pencernaan beradaptasi dengan kandungan serat yang tinggi dan dinding sel alga yang padat.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Chlorella.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Chlorella.