Advertisement
Spirulina (Arthrospira platensis) sebenarnya bukanlah tumbuhan dalam pengertian botani, melainkan sianobakteri atau alga biru-hijau bersel tunggal yang berbentuk spiral dan mampu berfotosintesis. Organisme ini telah hidup di bumi selama miliaran tahun dan dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi tertua yang dikonsumsi manusia, tercatat digunakan oleh peradaban Aztec dan bangsa Kanem di Afrika. Karena kemampuannya mengubah sinar matahari, karbon dioksida, dan mineral menjadi biomassa kaya nutrisi, spirulina kerap disebut sebagai “makanan super” dan menjadi primadona dalam industri pangan fungsional, suplemen, serta pakan alami.
Hidup di perairan air tawar yang alkalin atau basa, terutama di danau tropis dan subtropis. Suka banget sama cahaya matahari yang melimpah dan lingkungan dengan kadar garam atau mineral tertentu. Karakteristik/ciri-ciri Spirulina (Arthrospira platensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Tubuh | Filamen multiseluler yang membentuk spiral atau heliks (mirip per pegas). |
| Ukuran Sel | Sangat kecil, berbentuk silinder dengan diameter sekitar 6 hingga 12 mikrometer. |
| Susunan Sel | Terdiri dari deretan sel yang disusun secara linear membentuk trikoma (rantai sel). |
| Dinding Sel | Tersusun dari lapisan peptidoglikan yang cukup tipis, bikin tubuhnya fleksibel. |
| Pigmen Warna | Warna hijaunya khas karena mengandung klorofil-a, serta punya pigmen fikosianin yang kasih warna biru kehijauan. |
| Gerakan | Enggak punya organel gerak khusus (seperti flagela), tapi bisa bergerak meluncur atau berotasi secara perlahan di dalam air. |
| Tipe Organisme | Termasuk sianobakteri (bakteri fotosintetik) yang tidak punya inti sel sejati atau prokariotik. |
8 Manfaat Spirulina untuk kesehatan.
C-phycocyanin dan fitosterol menurunkan absorpsi kolesterol usus serta meningkatkan ekskresi asam empedu; peptida bioaktif menghambat enzim lipogenik dan HMG-CoA reduktase; modulasi AMPK/SREBP-1c menurunkan lipogenesis hepatik; terjadi peningkatan ekspresi reseptor LDL dan perbaikan profil lipid.
Phycocyanobilin menghambat NADPH oksidase sehingga menurunkan produksi superoksida dan mencegah inaktivasi nitrit oksida; peptida bioaktif memiliki aktivitas inhibitor enzim konversi angiotensin (ACE); modulasi eNOS meningkatkan vasodilatasi endotel.
C-phycocyanin mengaktifkan AMPK, meningkatkan translokasi GLUT4 dan sensitivitas insulin; menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorbsi glukosa; menurunkan stres oksidatif dan melindungi sel beta pankreas melalui jalur Nrf2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Spirulina.
Interaksi & Kontraindikasi Spirulina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Spirulina (Arthrospira platensis) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang jika dikonsumsi dalam jangka pendek, namun beberapa efek samping ringan dapat terjadi pada awal konsumsi. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, kram perut, diare, pusing, nyeri sendi, dan rasa haus yang berlebihan. Gejala gastrointestinal ini biasanya bersifat sementara seiring tubuh beradaptasi dengan suplemen, terutama karena kandungan protein yang tinggi dan efek detoksifikasi yang diklaim dari alga tersebut.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Spirulina.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Spirulina.