Advertisement
Spirulina (Arthrospira platensis) sebenarnya bukanlah tumbuhan dalam pengertian botani, melainkan sianobakteri atau alga biru-hijau bersel tunggal yang berbentuk spiral dan mampu berfotosintesis. Organisme ini telah hidup di bumi selama miliaran tahun dan dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi tertua yang dikonsumsi manusia, tercatat digunakan oleh peradaban Aztec dan bangsa Kanem di Afrika. Karena kemampuannya mengubah sinar matahari, karbon dioksida, dan mineral menjadi biomassa kaya nutrisi, spirulina kerap disebut sebagai “makanan super” dan menjadi primadona dalam industri pangan fungsional, suplemen, serta pakan alami.
8 Manfaat Spirulina untuk kesehatan.
C-phycocyanin dan fitosterol menurunkan absorpsi kolesterol usus serta meningkatkan ekskresi asam empedu; peptida bioaktif menghambat enzim lipogenik dan HMG-CoA reduktase; modulasi AMPK/SREBP-1c menurunkan lipogenesis hepatik; terjadi peningkatan ekspresi reseptor LDL dan perbaikan profil lipid.
Phycocyanobilin menghambat NADPH oksidase sehingga menurunkan produksi superoksida dan mencegah inaktivasi nitrit oksida; peptida bioaktif memiliki aktivitas inhibitor enzim konversi angiotensin (ACE); modulasi eNOS meningkatkan vasodilatasi endotel.
C-phycocyanin mengaktifkan AMPK, meningkatkan translokasi GLUT4 dan sensitivitas insulin; menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat absorbsi glukosa; menurunkan stres oksidatif dan melindungi sel beta pankreas melalui jalur Nrf2.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Spirulina.