Advertisement
Konnyaku, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Amorphophallus konjac, adalah tumbuhan herbal dari famili Araceae yang berasal dari kawasan Asia Timur dan Tenggara, terutama tumbuh subur di daerah beriklim tropis dan subtropis seperti Indonesia, Tiongkok, dan Jepang. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa umbi batang yang bulat besar dengan daging berwarna putih atau kekuningan, serta satu daun majemuk besar yang tumbuh dari batang tegak. Meskipun sekilas mirip dengan bunga bangkai karena masih satu genus, konnyaku tidak menghasilkan bunga yang mencolok, melainkan justru dibudidayakan untuk diambil umbinya yang kaya akan serat pangan.
6 Manfaat Konnyaku untuk kesehatan.
Glucomannan (KGM) membentuk gel viskos dalam usus halus sehingga meningkatkan viskositas luminal, mengikat asam empedu, dan meningkatkan ekskresi asam empedu melalui feses. Hati lalu meningkatkan konversi kolesterol menjadi asam empedu dan mengekspresikan LDL-reseptor, sehingga menurunkan kolesterol-LDL plasma. Produk fermentasi di kolon, terutama propionat, menghambat HMG-CoA reduktase serta menekan lipogenesis hepatik.
KGM memperlambat pengosongan lambung dan membentuk matriks gel yang menghalangi difusi glukosa ke enterosit, sehingga menurunkan lonjakan glukosa postprandial. Di kolon, fermentasi KGM menghasilkan SCFA (butirat, propionat) yang mengaktifkan FFA2/FFA3 pada sel L, meningkatkan sekresi GLP-1 dan PYY, lalu memperbaiki sensitivitas insulin dan sekresi insulin yang responsif.
KGM yang higroskopis mengembang di lambung, meningkatkan distensi lambung dan menstimulasi reseptor regang vagal → sinyal satiety ke hipotalamus. Viskositas menunda pengosongan lambung dan absorpsi nutrisi, memperlambat lonjakan insulin, serta fermentasi kolon menghasilkan SCFA yang menstimulasi GLP-1/PYY dan menekan ghrelin.
Advertisement
5 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Konnyaku.