Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplemen glukomanan konjac terhadap berat badan, lipid darah, dan glukosa darah pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan/obesitas: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    11 RCT, 619 peserta dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas
    Dosis/Durasi:
    3–4 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi glukomanan konjac secara signifikan menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, kolesterol LDL, dan glukosa darah puasa. Tidak ada efek signifikan pada tekanan darah.
  2. Efek glukomanan konjac terhadap tekanan darah: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    6 RCT, 345 peserta dengan hipertensi atau prehipertensi
    Dosis/Durasi:
    3–5 g/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Glukomanan konjac menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, terutama pada individu dengan hipertensi. Efek lebih besar pada dosis ≥3 g/hari.
  3. Efek glukomanan konjac terhadap profil lipid: Meta-analisis uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    9 RCT, 542 peserta dengan dislipidemia atau hiperkolesterolemia
    Dosis/Durasi:
    2–4 g/hari selama 6–12 minggu
    Temuan:
    Glukomanan konjac menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek optimal pada dosis 4 g/hari.
  4. Glukomanan konjac meningkatkan metabolisme glukosa dan lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: Uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 pasien diabetes tipe 2 (50 kontrol, 50 intervensi)
    Dosis/Durasi:
    5 g/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi glukomanan konjac menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan LDL, serta meningkatkan HDL. Efek signifikan setelah 12 minggu.
  5. Glukomanan konjac memperbaiki konstipasi dan memodulasi mikrobiota usus pada orang dewasa: Uji coba terkontrol acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 orang dewasa dengan konstipasi fungsional
    Dosis/Durasi:
    3 g/hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Glukomanan konjac meningkatkan frekuensi buang air besar dan konsistensi tinja, serta meningkatkan kelimpahan Bifidobacterium dan Lactobacillus. Tidak ada efek samping serius.
  6. Efek glukomanan konjac terhadap rasa kenyang dan asupan energi: Uji coba silang acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (crossover)
    Sampel:
    30 orang dewasa sehat dengan berat badan normal
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 1–2 g sebelum makan
    Temuan:
    Glukomanan konjac meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan energi pada makan berikutnya. Efek lebih kuat pada dosis 2 g dibandingkan 1 g.
  7. Glukomanan konjac sebagai prebiotik: Dampak pada komposisi mikrobiota usus dan produksi asam lemak rantai pendek

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa dengan sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    4 g/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Glukomanan konjac meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek (butirat, propionat) dan mengubah komposisi mikrobiota usus. Perbaikan profil metabolik terkait.

Advertisement


Cari: