Kasifikasi ilmiah Konnyaku (Amorphophallus konjac)
Author: K.Koch
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Lilianae |
| Ordo: | Alismatales |
| Famili: | Araceae |
| Subfamili: | Aroideae |
| Tribus: | Thomsonieae |
| Genus: | Amorphophallus |
| Spesies: | Amorphophallus konjac |
Amorphophallus konjac, atau yang lebih dikenal dengan nama konjac, adalah tanaman umbi-umbian unik yang berasal dari Asia Timur. Tanaman ini memiliki bunga yang cukup besar dan mengeluarkan aroma khas yang menyengat saat mekar, serta daun yang lebar dan menjari. Di balik bentuknya yang eksotis, umbinya mengandung serat pangan tinggi bernama glukomanan yang sangat populer sebagai bahan makanan rendah kalori dan pengental alami.
Di Indonesia sendiri, tanaman ini sering disebut sebagai porang atau iles-iles, meskipun secara spesifik Amorphophallus konjac merupakan kerabat dekat dari tanaman porang yang kita kenal. Konjac sangat digemari karena manfaatnya dalam dunia kesehatan dan kuliner, seperti pembuatan mie shirataki atau jeli yang sering jadi andalan bagi mereka yang sedang diet. Selain fungsional, tanaman ini juga cukup menarik untuk dijadikan koleksi bagi para pencinta tanaman hias unik.
Advertisement