Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap profil lipid: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    8 RCT; 626 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 0,5–3 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn menurunkan kolesterol total, LDL-C, dan trigliserida secara signifikan. Namun, efek terhadap HDL-C tidak konsisten.
  2. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap faktor risiko kardiometabolik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    14 RCT; 1.027 partisipan dengan risiko kardiometabolik
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 0,5–3 g/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn memperbaiki tekanan darah, glukosa darah puasa, dan profil lipid. Efek terbesar terlihat pada dosis >1 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
  3. Efek suplementasi sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap kontrol glikemik: Tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkendali

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    7 RCT; 310 partisipan dengan diabetes/pradiabetes atau obesitas
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 0,5–2 g/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi sea buckthorn menurunkan glukosa darah puasa dan HOMA-IR. Efek pada HbA1c dan insulin belum konsisten.
  4. Efek ekstrak buah sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: Uji acak, tersamar ganda, terkendali plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien diabetes melitus tipe 2
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg/hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak sea buckthorn menurunkan glukosa puasa, HbA1c, LDL-C, dan trigliserida pada pasien diabetes tipe 2. HDL-C juga meningkat dibanding plasebo.
  5. Efek ekstrak buah sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap indeks antropometri dan profil lipid pada wanita overweight: Uji klinis acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    90 wanita overweight/obesitas
    Dosis/Durasi:
    1.000 mg/hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak sea buckthorn menurunkan lingkar pinggang, tekanan darah sistolik, LDL-C, dan trigliserida. Kadar HDL-C meningkat pada kelompok intervensi.
  6. Efek minyak sea buckthorn terhadap mata kering: Uji acak, tersamar ganda, terkendali plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien mata kering
    Dosis/Durasi:
    2.000 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Minyak sea buckthorn memperbaiki gejala mata kering, waktu pecah air mata, dan osmolaritas air mata. Perbaikan lebih besar dibanding plasebo.
  7. Efek ekstrak buah sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap perlemakan hati non-alkoholik: Uji acak, tersamar ganda, terkendali plasebo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    90 pasien non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD)
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak sea buckthorn menurunkan ALT, AST, dan derajat steatosis hepatik pada NAFLD. Profil lipid juga membaik.
  8. Efek ekstrak buah sea buckthorn (Hippophae rhamnoides L.) terhadap fungsi kognitif pada lansia sehat: Uji acak, tersamar ganda, terkendali plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 lansia sehat
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak sea buckthorn meningkatkan memori episodik dan fungsi kognitif pada lansia sehat. Penanda stres oksidatif menurun.

Advertisement


Cari: