Advertisement
Daun Katup Jantung (Christia vespertilionis) adalah spesies tumbuhan herbal dari famili Fabaceae yang tersebar luas di kawasan tropis Asia, termasuk Indonesia, Thailand, dan Tiongkok selatan. Keunikan utamanya terletak pada bentuk daunnya yang menyerupai sayap kelelawar atau katup jantung, dengan pola urat daun berwarna cokelat keunguan di atas permukaan hijau—sehingga kerap dijadikan tanaman hias sekaligus tanaman obat tradisional. Nama ilmiahnya berasal dari kata vespertilio yang berarti kelelawar, merujuk pada morfologi daun yang khas dan mudah dikenali.
6 Manfaat Daun Katup Jantung untuk kesehatan.
Menghambat sintesis mediator inflamasi melalui penekanan ekspresi COX-2 dan iNOS, menurunkan pelepasan TNF-α dan IL-6, serta memodulasi jalur NF-κB.
Menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria: peningkatan rasio Bax/Bcl-2, aktivasi kaspase-9 dan kaspase-3, serta penangkapan siklus sel pada fase sub-G1/G0-G1.
Senyawa flavonoid, tanin, dan saponin mengganggu integritas membran sel mikroba, menyebabkan kebocoran sel, serta menghambat aktivitas enzim esensial bakteri.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Katup Jantung.
Interaksi & Kontraindikasi Daun Katup Jantung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Daun Katup Jantung (Christia vespertilionis), yang dikenal secara tradisional dalam pengobatan herbal, mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan glikosida. Meskipun sering digunakan masyarakat untuk mengatasi peradangan, masalah sirkulasi darah, dan sebagai antioksidan, penggunaan tanaman ini tanpa takaran yang jelas berpotensi menimbulkan efek samping yang merugikan. Secara umum, efek samping gastrointestinal seperti mual, muntah, dan iritasi lambung dapat terjadi akibat konsumsi ekstrak daun ini dalam dosis tinggi, terutama karena adanya kandungan senyawa aktif yang bersifat keras bagi mukosa lambung yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Katup Jantung.