Jarak Pagar

Physic Nut | Jatropha curcas
Nama
Jarak Pagar (Physic Nut)
Nama Latin/Ilmiah
Jatropha curcas
Bagian Digunakan
Daun Muda
Rasa
Pahit
Nama Lain
Barbados nut (Barbados), pinhão-manso (Brasil), piñón (Meksiko), pourghère (Senegal), tubang bakod (Filipina)
Asal
Amerika tropis (Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan).
Kandungan Utama
Minyak, kurisin, ester forbol, dan asam lemak.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jarak Pagar

Jarak Pagar (Jatropha curcas) merupakan tumbuhan perdu dari famili Euphorbiaceae yang berasal dari kawasan tropis Amerika, namun kini telah tersebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki tinggi sekitar 2–5 meter dengan batang berkayu yang mengeluarkan getah putih seperti susu saat dilukai. Daunnya berbentuk menjari dengan tepi berlekuk, dan buahnya berbentuk bulat berwarna hijau saat muda kemudian menguning atau cokelat saat matang. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung racun, terutama bijinya yang memiliki senyawa curcin dan forbol ester, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi manusia maupun hewan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 09:41:13
 

II. Ciri-ciri Jarak Pagar

Tanaman ini tangguh banget, bisa tumbuh subur di lahan kering atau tandus sekalipun. Suka sama matahari yang banyak dan nggak terlalu manja soal tanah, yang penting drainasenya bagus biar akarnya nggak busuk. Karakteristik/ciri-ciri Jarak Pagar (Jatropha curcas):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya tunggang dan cukup kuat, bikin tanaman ini stabil dan tahan kekeringan.
Batang Batang berkayu yang mengandung getah berwarna putih susu. Kalau kulit batangnya luka, getahnya bakal keluar.
Daun Daunnya tunggal dengan bentuk menjari (mirip daun pepaya), tepinya agak bergelombang, dan warnanya hijau segar.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning kehijauan, dan muncul dalam rangkaian (majemuk) di ujung cabang.
Buah Bentuknya bulat telur, kalau masih muda warnanya hijau dan pas sudah tua berubah jadi kuning kecokelatan.
Biji Di dalam buah ada sekitar 3 biji yang bentuknya lonjong, warnanya hitam keabu-abuan, dan kaya akan minyak nabati.

III. Manfaat Jarak Pagar

8 Manfaat Jarak Pagar untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Pereda Nyeri (Analgesik)

    Ekstrak daun/akar Jatropha curcas menghambat biosintesis mediator pro-inflamasi melalui penekanan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menurunkan pelepasan TNF-α dan IL-6. Diterpenoid seperti jatropholone dan curcusone memodulasi jalur NF-κB sehingga mengurangi edema dan hiperalgesia.

    Senyawa Aktif: Jatropholone A, Jatropholone B, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Antibakteri dan Antijamur)

    Diterpenoid dan saponin dalam ekstrak Jatropha curcas berinteraksi dengan membran mikroorganisme, meningkatkan permeabilitas membran dan menyebabkan kebocoran sel. Flavonoid juga dapat menghambat adhesi bakteri dan enzim metabolisme mikroba.

    Senyawa Aktif: Curcusone A, Jatropholone B, Saponin total
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Flavonoid dan asam fenolat dalam daun Jatropha curcas menangkal radikal bebas melalui donasi atom hidrogen dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jarak Pagar

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jarak Pagar.

  1. 12-Deoksi-16-hidroksiforbol dan ester-esternya (misalnya 13-palmitat)

    Golongan: Diterpenoid (Forbol Ester)
    Bagian Tanaman: Biji dan minyak biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivasi Protein Kinase C; Insektisida, Larvasida, Moluskisida; Iritan Kuat Dan Ko-karsinogenik Pada Hewan Coba..
    Tampilkan
  2. Kurisin (curcin)

    Golongan: Protein Ribosome-Inactivating Protein (RIP) Tipe I
    Bagian Tanaman: Biji dan lateks
    Aktivitas Farmakologis:
    Bekerja Sebagai RNA N-glikosidase Yang Menghambat Sintesis Protein; Antijamur Dan Sitotoksik Terhadap Sel Tumor Secara In Vitro..
    Tampilkan
  3. Kurkuson A, B, C, D

    Golongan: Diterpenoid Tipe Kurkuson
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Beberapa Jalur Sel Kanker Seperti HeLa, A549, Dan KB; Menginduksi Apoptosis Secara In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jarak Pagar

Interaksi & Kontraindikasi Jarak Pagar dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kontak getah pada kulit yang utuh

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hindari kontak langsung; segera cuci dengan sabun dan air jika terkena. Gunakan sarung tangan saat menangani tanaman.

  2. Riwayat alergi terhadap tanaman famili Euphorbiaceae

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Jangan gunakan untuk mencegah reaksi hipersensitivitas seperti dermatitis kontak atau anafilaksis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (ACE inhibitor/ARB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diare dan dehidrasi dapat meningkatkan efek penurun tekanan darah; hindari kombinasi ini.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Jarak Pagar

Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas) dikenal luas karena kandungan beracunnya, terutama pada bagian biji yang sering disalahartikan sebagai makanan karena rasanya yang agak manis. Toksisitas utama dari jarak pagar disebabkan oleh kandungan senyawa beracun seperti phorbol esters (ester forbol), curcin (protein beracun mirip ricin), dan saponin. Ketika biji atau bagian tanaman ini tertelan secara tidak sengaja, racun tersebut langsung mengiritasi mukosa lambung dan usus, yang berakibat pada gejala keracunan akut seperti mual, muntah hebat, nyeri abdomen kolik, dan diare berdarah. Kasus keracunan ini sering ditemukan pada anak-anak yang tertarik dengan bentuk dan penampilan bijinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Jarak Pagar

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jarak Pagar.

Apakah biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) aman dikonsumsi?
Tidak aman. Biji Jatropha curcas mengandung toksalbumin kurcin (curcin) dan forbol ester yang bersifat sangat toksik. Konsumsi dapat menyebabkan gastroenteritis hemoragik, muntah hebat, diare, sakit perut, dehidrasi, dan pada kasus berat dapat menyebabkan kematian. Toksisitas ini dijelaskan dalam Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2010). Jatropha toxicity—a review. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part B, 13(6), 476–507.
Apakah minyak Jarak Pagar dapat digunakan sebagai minyak goreng atau bahan makanan?
Tidak. Minyak dari biji Jatropha curcas mengandung forbol ester dan kurcin yang bersifat toksik, sehingga tidak layak untuk konsumsi manusia, bahkan setelah dipanaskan. Minyak ini digunakan untuk biodiesel dan keperluan industri, bukan untuk makanan. Hal ini ditegaskan dalam Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2009). Jatropha curcas, a promising crop for the production of biodiesel and valuable co-products. European Journal of Lipid Science and Technology, 111(8), 773–787.
Apakah daun atau getah Jarak Pagar dapat digunakan untuk mengobati luka?
Secara tradisional, getah dan daun Jatropha curcas digunakan untuk luka, tetapi keamanannya belum terbukti secara klinis. Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak kulit batangnya memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri tertentu secara in vitro, tetapi ini tidak berarti aman untuk luka terbuka. Getahnya juga dapat menyebabkan iritasi kulit. Karena itu, penggunaan pada luka tidak disarankan, terutama tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Lihat Igbinosa, O.O., Igbinosa, E.O., & Aiyegoro, O.A. (2009). Antimicrobial activity and phytochemical screening of stem bark extracts from Jatropha curcas (Linn). Journal of Medicinal Plants Research, 3(1), 58–62.
Apakah Jarak Pagar aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak aman. Anak-anak sangat rentan terhadap keracunan Jatropha curcas. Biji tanaman ini dapat menyebabkan keracunan parah dengan gejala muntah, diare berdarah, gangguan elektrolit, dan dehidrasi berat. Tidak ada dosis aman untuk bayi atau anak-anak. Oleh karena itu, semua bagian tanaman ini harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Pernyataan ini didasarkan pada Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2010). Jatropha toxicity—a review. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part B, 13(6), 476–507.
Apakah Jarak Pagar aman dikonsumsi atau digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak direkomendasikan sama sekali. Belum ada studi ilmiah yang memadai tentang keamanan Jatropha curcas pada ibu hamil dan menyusui, sementara senyawa aktifnya seperti forbol ester diketahui toksik dan dapat mengiritasi saluran cerna. Risiko keracunan pada ibu dan kemungkinan efek buruk pada janin atau bayi melalui ASI tidak dapat dikesampingkan. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui harus menghindarinya. Lihat Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2010). Jatropha toxicity—a review. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part B, 13(6), 476–507.
Apa saja gejala keracunan setelah menelan biji Jarak Pagar?
Gejala umumnya muncul sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah tertelan, berupa rasa terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, muntah, nyeri perut hebat, diare yang dapat berdarah, denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, dan dapat berkembang menjadi dehidrasi berat, gangguan ginjal atau hati, bahkan kematian. Penanganan medis segera sangat diperlukan. Gambaran ini sesuai dengan Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2010). Jatropha toxicity—a review. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part B, 13(6), 476–507.
Apa yang harus dilakukan jika seseorang tertelan biji Jarak Pagar?
Segera bawa pasien ke unit gawat darurat atau hubungi pusat informasi keracunan. Jangan memicu muntah tanpa instruksi tenaga medis karena dapat memperparah iritasi atau menyebabkan aspirasi. Bawa sisa biji atau bagian tanaman untuk membantu identifikasi dan berikan informasi tentang jumlah dan waktu tertelan. Prinsip pertolongan pada keracunan Jatropha curcas harus mengacu pada tata laksana medis, sebagaimana direkomendasikan dalam Devappa, R.K., Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2010). Jatropha toxicity—a review. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part B, 13(6), 476–507.
Bagaimana penggunaan Jarak Pagar yang aman dalam kehidupan sehari-hari?
Jarak Pagar tidak boleh digunakan sebagai herbal konsumsi sehari-hari. Penggunaannya yang paling dapat diterima adalah sebagai tanaman pagar, sumber minyak nabati untuk biodiesel, dan bahan industri seperti sabun atau pestisida nabati setelah diolah dengan benar. Harus menggunakan sarung tangan saat menangani biji, minyak, atau getahnya karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Semua bagian tanaman berpotensi toksik jika tertelan. Penjelasan lebih lanjut terdapat dalam Makkar, H.P.S., & Becker, K. (2009). Jatropha curcas, a promising crop for the production of biodiesel and valuable co-products. European Journal of Lipid Science and Technology, 111(8), 773–787.
Apakah Jatropha curcas memiliki manfaat kesehatan yang didukung bukti ilmiah?
Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak Jatropha curcas mengandung senyawa seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan secara in vitro. Namun, bukti dari uji klinis pada manusia masih sangat kurang, sehingga tidak ada klaim manfaat kesehatan yang dapat direkomendasikan. Penggunaannya sebagai obat belum memenuhi standar keamanan dan khasiat. Lihat Igbinosa, O.O., Igbinosa, E.O., & Aiyegoro, O.A. (2009). Antimicrobial activity and phytochemical screening of stem bark extracts from Jatropha curcas (Linn). Journal of Medicinal Plants Research, 3(1), 58–62.

Daun Katup Jantung

Christia vespertilionis

Jarak Merah

Jatropha gossypiifolia

Cari: