Jarak Merah

Bellyache Bush | Jatropha gossypiifolia
Jarak Merah
Nama
Jarak Merah (Bellyache Bush)
Nama Latin/Ilmiah
Jatropha gossypiifolia
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Bellyache bush (Australia), pinhão-roxo (Brasil), frailecillo (Meksiko)
Asal
Meksiko, Amerika Tengah, Karibia, dan Amerika Selatan.
Kandungan Utama
Alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jarak Merah

Jarak merah (Jatropha gossypiifolia) merupakan perdu tahunan yang termasuk dalam famili Euphorbiaceae, mudah dikenali dari batang dan tangkai daunnya yang berwarna kemerahan serta getahnya yang keruh dan lengket. Tumbuhan ini berasal dari kawasan tropis Amerika, tetapi kini telah menyebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sering ditemukan tumbuh liar di tepi jalan, pekarangan, atau lahan kering. Meski kerap dianggap gulma, jarak merah memiliki potensi besar karena seluruh bagiannya mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 11:41:55
 

II. Ciri-ciri Jarak Merah

Tumbuhan ini tipe pejuang yang bisa hidup di mana saja, mulai dari lahan kering, pinggir jalan, sampai area terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Dia sering dianggap gulma karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan bandel di berbagai jenis tanah. Karakteristik/ciri-ciri Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Semak berkayu yang bisa tumbuh setinggi 1-2 meter dengan percabangan yang lumayan banyak.
Batang Batangnya punya getah berwarna kemerahan atau bening kekuningan. Kulit batangnya agak halus tapi punya bekas luka dari daun yang gugur.
Daun Ini ciri paling ikoniknya: daunnya menjari dengan 3 sampai 5 cuping. Warnanya unik, saat masih muda berwarna ungu kemerahan atau tembaga, dan berubah jadi hijau tua saat sudah dewasa.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna merah cerah atau keunguan, dan muncul dalam kelompok kecil di ujung batang.
Buah Buahnya berbentuk kapsul bulat yang agak berlekuk-lekuk. Kalau masih muda warnanya hijau, lalu berubah jadi kecokelatan saat sudah kering dan siap pecah.
Biji Bijinya kecil, berbentuk oval, warnanya cokelat keabu-abuan dengan corak yang agak samar.

III. Manfaat Jarak Merah

8 Manfaat Jarak Merah untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik

    Diterpenoid tipe jatrophane dan flavonoid (misal kuersetin) menghambat aktivitas COX-2 dan menekan transkripsi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui penurunan translokasi NF-κB; efek analgesik turut dimediasi oleh pengurangan sintesis prostaglandin perifer.

    Senyawa Aktif: Jatropholone A, Jatropholone B, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (antibakteri dan antijamur)

    Senyawa fenolik dan diterpenoid merusak membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas serta kebocoran ion; pada fungi, komponen lipofilik mengganggu integritas membran berbasis ergosterol.

    Senyawa Aktif: Jatrophone, Asam Galat, Lupeol
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Gugus hidroksil fenolik dari flavonoid dan asam fenolat bertindak sebagai donor elektron dan penetral radikal bebas; meningkatkan kapasitas reduksi sel serta menstimulasi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jarak Merah

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jarak Merah.

  1. Jatrophone

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antitumor/antiproliferatif Pada Studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia. Sumber: Kupchan Et Al., J. Am. Chem. Soc., 1976..
    Tampilkan
  2. Jatropholone A dan B

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antibakteri Pada Studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Gossypiifanone

    Golongan: Diterpenoid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Dilaporkan Memiliki Aktivitas Antiplasmodial Dan Antiproliferatif Pada Studi Praklinis; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jarak Merah

Interaksi & Kontraindikasi Jarak Merah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Paparan getah pada kulit utuh

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat menyebabkan dermatitis kontak iritatif, namun risiko sistemik rendah jika kulit tidak terluka. Cuci segera dengan sabun dan air. Hindari penggunaan pada kulit terluka. Referensi: Contact Dermatitis in Jatropha Exposure - Dermatology Clinical Notes.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat diuretik (furosemide, hidroklorotiazid)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena dapat memperparah kehilangan cairan dan elektrolit. Diare akibat toksin jarak merah bersama diuretik meningkatkan risiko hipokalemia dan dehidrasi berat. Monitor elektrolit dan hidrasi. Referensi: Stockley's Herbal Medicines Interactions - Diuretics.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak Jatropha gossypiifolia berpotensi menurunkan tekanan darah akibat toksisitas kardiovaskular. Kombinasi dengan obat antihipertensi dapat menyebabkan hipotensi berlebihan. Hindari atau pantau tekanan darah ketat. Referensi: Cardiovascular Toxicity of Diterpenoid Esters - J. Toxicological Sciences.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Jarak Merah

Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia) dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan senyawa beracun utama berupaester phorbol serta curcin (protein mirip ricin) yang terkandung di seluruh bagian tanaman, terutama pada biji dan getahnya. Konsumsi bagian tanaman ini secara sengaja maupun tidak sengaja dapat menyebabkan efek toksik akut pada saluran pencernaan. Gejala keracunan yang sering timbul meliputi rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, mual, muntah hebat, nyeri abdomen kram, serta diare berdarah yang dapat memicu dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Jarak Merah

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jarak Merah.

Apakah jarak merah (*Jatropha gossypiifolia*) dapat dikonsumsi sebagai obat herbal?
Tidak. Seluruh bagian tanaman, terutama biji dan getah, mengandung senyawa toksik seperti forbol ester yang dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, muntah, diare, dan gangguan sistemik. Oleh karena itu, konsumsi oral tidak aman. Rujukan: Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants, Springer.
Apa saja kandungan fitokimia utama jarak merah dan mengapa berbahaya?
Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, serta forbol ester yang bersifat toksik dan dapat menjadi promotor tumor. Kandungan paling berbahaya terkonsentrasi pada biji dan getah. Rujukan: Duke, J.A. (2008). Duke's Handbook of Medicinal Plants of Latin America, CRC Press.
Bisakah getah jarak merah digunakan untuk mengobati luka atau sariawan?
Tradisional memang ada penggunaan getah untuk luka, tetapi bukti ilmiah antibakteri lebih didapat dari ekstrak tanaman, bukan getah segar. Getah segar dapat menyebabkan dermatitis kontak, lepuh, dan iritasi berat pada selaput lendir. Tidak disarankan untuk sariawan. Rujukan: Aiyelaagbe, O.O., Ajaiyeoba, E.O., & Ekundayo, O. (2000). Antibacterial activity of Jatropha gossypiifolia L. roots. Fitoterapia, 71(3), 316-318.
Apa efek samping yang muncul jika tertelan secara tidak sengaja?
Gejala dapat timbul dalam 30 menit hingga beberapa jam, berupa sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, muntah, nyeri perut, diare berdarah, dehidrasi, denyut jantung tidak teratur, hingga gangguan saraf pada kasus berat. Rujukan: Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants, Springer.
Apakah jarak merah aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui?
Tidak aman. Anak-anak lebih rentan mengalami keracunan akut. Sebagian catatan etnobotani bahkan menyebutkan tanaman ini digunakan sebagai abortifacient atau pelancar haid, sehingga sangat berbahaya bagi ibu hamil. Ibu menyusui dan bayi juga tidak boleh terpapar. Rujukan: Burkill, H.M. (1985). The Useful Plants of West Tropical Africa, Royal Botanic Gardens, Kew.
Apakah jarak merah memiliki khasiat antikanker atau antimikroba?
Beberapa penelitian awal menunjukkan ekstrak jarak merah memiliki aktivitas antimikroba dan sitotoksik terhadap sel tumor secara in vitro. Namun ini belum berarti aman atau efektif untuk manusia. Efek toksiknya sangat besar dan belum ada uji klinis yang mendukung penggunaannya sebagai obat. Rujukan: Aiyelaagbe et al. (2000) Fitoterapia dan Nelson et al. (2007) Handbook of Poisonous and Injurious Plants.
Bagaimana pertolongan pertama bila terjadi keracunan jarak merah?
Jangan memancing muntah tanpa arahan tenaga medis karena dapat memperparah iritasi. Bilas mulut, berikan sedikit air minum jika korban sadar dan bisa menelan, segera bawa ke unit gawat darurat. Jika terkena getah pada kulit atau mata, bilas dengan air mengalir dan sabun. Rujukan: Nelson, L.S., Shih, R.D., & Balick, M.J. (2007). Handbook of Poisonous and Injurious Plants, Springer.
Apakah ada dosis aman untuk ramuan jarak merah?
Tidak ada dosis aman yang ditetapkan secara ilmiah untuk konsumsi oral. Belum ada badan pengawas obat yang menyetujui jarak merah sebagai bahan herbal layak konsumsi. Meski digunakan secara tradisional, risiko toksisitasnya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Rujukan: Burkill, H.M. (1985). The Useful Plants of West Tropical Africa, Royal Botanic Gardens, Kew.

Jarak Pagar

Jatropha curcas

Kastuba

Euphorbia pulcherrima

Cari: