Advertisement
Jarak merah (Jatropha gossypiifolia) merupakan perdu tahunan yang termasuk dalam famili Euphorbiaceae, mudah dikenali dari batang dan tangkai daunnya yang berwarna kemerahan serta getahnya yang keruh dan lengket. Tumbuhan ini berasal dari kawasan tropis Amerika, tetapi kini telah menyebar luas di berbagai wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sering ditemukan tumbuh liar di tepi jalan, pekarangan, atau lahan kering. Meski kerap dianggap gulma, jarak merah memiliki potensi besar karena seluruh bagiannya mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional.
Tumbuhan ini tipe pejuang yang bisa hidup di mana saja, mulai dari lahan kering, pinggir jalan, sampai area terbuka yang terkena sinar matahari penuh. Dia sering dianggap gulma karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan bandel di berbagai jenis tanah. Karakteristik/ciri-ciri Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak berkayu yang bisa tumbuh setinggi 1-2 meter dengan percabangan yang lumayan banyak. |
| Batang | Batangnya punya getah berwarna kemerahan atau bening kekuningan. Kulit batangnya agak halus tapi punya bekas luka dari daun yang gugur. |
| Daun | Ini ciri paling ikoniknya: daunnya menjari dengan 3 sampai 5 cuping. Warnanya unik, saat masih muda berwarna ungu kemerahan atau tembaga, dan berubah jadi hijau tua saat sudah dewasa. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna merah cerah atau keunguan, dan muncul dalam kelompok kecil di ujung batang. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul bulat yang agak berlekuk-lekuk. Kalau masih muda warnanya hijau, lalu berubah jadi kecokelatan saat sudah kering dan siap pecah. |
| Biji | Bijinya kecil, berbentuk oval, warnanya cokelat keabu-abuan dengan corak yang agak samar. |
8 Manfaat Jarak Merah untuk kesehatan.
Diterpenoid tipe jatrophane dan flavonoid (misal kuersetin) menghambat aktivitas COX-2 dan menekan transkripsi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui penurunan translokasi NF-κB; efek analgesik turut dimediasi oleh pengurangan sintesis prostaglandin perifer.
Senyawa fenolik dan diterpenoid merusak membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas serta kebocoran ion; pada fungi, komponen lipofilik mengganggu integritas membran berbasis ergosterol.
Gugus hidroksil fenolik dari flavonoid dan asam fenolat bertindak sebagai donor elektron dan penetral radikal bebas; meningkatkan kapasitas reduksi sel serta menstimulasi enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jarak Merah.
Interaksi & Kontraindikasi Jarak Merah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia) dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan senyawa beracun utama berupaester phorbol serta curcin (protein mirip ricin) yang terkandung di seluruh bagian tanaman, terutama pada biji dan getahnya. Konsumsi bagian tanaman ini secara sengaja maupun tidak sengaja dapat menyebabkan efek toksik akut pada saluran pencernaan. Gejala keracunan yang sering timbul meliputi rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, mual, muntah hebat, nyeri abdomen kram, serta diare berdarah yang dapat memicu dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jarak Merah.