Advertisement
Zanthoxylum bungeanum, yang dikenal luas sebagai Hua Jiao atau lada Sichuan, adalah tumbuhan perdu berkayu dari famili Rutaceae yang berasal dari Tiongkok utara dan tengah. Secara botani, ia memiliki duri tajam pada batang dan daun majemuk menyirip, serta buah kapsul kecil berwarna merah kecokelatan yang pecah saat matang, memperlihatkan biji hitam mengilap. Meski kerap disebut "lada", tumbuhan ini sama sekali tidak berkerabat dengan lada sejati (Piper nigrum), melainkan lebih dekat dengan jeruk dalam ordo Sapindales. Seluruh bagian tanaman, terutama buah dan kulit batangnya, mengandung kelenjar minyak atsiri yang menjadi sumber aroma khas dan rasa getir yang membedakannya dari rempah lain.
Tanaman ini asli dari China dan tumbuh subur di wilayah pegunungan yang sejuk dengan sinar matahari cukup. Biasanya ditemukan di hutan atau lereng bukit dengan drainase tanah yang baik dan tidak terlalu suka tanah yang terlalu basah. Karakteristik/ciri-ciri Zanthoxylum / Hua Jiao (Zanthoxylum bungeanum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Semak atau pohon kecil yang menggugurkan daun, tingginya bisa mencapai 3-7 meter. |
| Batang | Batangnya punya duri-duri tajam yang khas, kulit batangnya berwarna abu-abu kecokelatan. |
| Daun | Daun majemuk menyirip gasal dengan 5-13 anak daun yang berbentuk bulat telur. Tepinya bergerigi halus dan kalau diterawang di bawah cahaya, bakal kelihatan titik-titik kelenjar minyak transparan. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning kehijauan, dan tumbuh berkelompok (cyme) di ujung ranting. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil (folikel) dengan permukaan kasar berbintik-bintik. Saat matang, warnanya berubah jadi merah kecokelatan dan akan pecah terbuka memperlihatkan biji hitam mengkilap di dalamnya. |
| Aroma | Seluruh bagian tanaman, terutama buahnya, punya aroma sitrus yang sangat kuat dan bikin lidah terasa kebas (mati rasa) kalau dikonsumsi. |
6 Manfaat Zanthoxylum / Hua Jiao untuk kesehatan.
Hidroksi-α-sanshool dan hidroksi-β-sanshool bekerja pada reseptor TRPV1/TRPA1 sehingga menimbulkan desensitisasi nosiseptor; ekstrak juga menghambat fosforilasi IκB, transaktivasi NF-κB, ekspresi COX-2/iNOS, serta produk hilir seperti TNF-α, IL-1β, dan PGE2.
Meningkatkan pertahanan mukosa melalui stimulasi produksi PGE2 dan lendir; menekan peroksidasi lipid (menurunkan MDA), meningkatkan SOD/GPx; menghambat NF-κB dan sitokin inflamasi di mukosa lambung; komponen terpenoid juga berkontribusi pada efek karminatif dan relaksasi otot polos saluran cerna.
Terpenoid minyak atsiri merusak integritas membran sel bakteri dengan meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran ion serta disipasi gradien proton; alkilamida dapat mengganggu formasi biofilm dan komunikasi sel mikroba.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Zanthoxylum / Hua Jiao.
Interaksi & Kontraindikasi Zanthoxylum / Hua Jiao dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Zanthoxylum bungeanum, yang dikenal sebagai Hua Jiao atau merica Sichuan, umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan dalam makanan. Namun, konsumsi dalam dosis tinggi atau bentuk ekstrak pekat dapat menimbulkan berbagai efek samping gastrointestinal. Senyawa aktif utama seperti hydroxy-alpha-sanshool dapat memicu iritasi pada mukosa lambung, menyebabkan gejala seperti mual, muntah, nyeri epigastrik, dan diare akut pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Zanthoxylum / Hua Jiao.