Advertisement
Cibotium barometz, yang dikenal luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Gou Ji (狗脊), adalah sejenis tumbuhan paku purba dari famili Dicksoniaceae. Meski sering disebut “pakis pohon”, penampilannya lebih menyerupai semak besar dengan rimpang yang menjalar di permukaan tanah. Rimpang inilah yang menjadi ciri khasnya: ditutupi oleh bulu halus berwarna cokelat keemasan yang menyerupai rambut binatang, sehingga tumbuhan ini juga mendapat julukan “woolly tree fern”. Di habitat aslinya, Cibotium barometz tumbuh di kawasan tropis dan subtropis Asia, termasuk Tiongkok selatan, Indonesia, Malaysia, serta kawasan Indocina, biasanya di lereng bukit yang lembap dan teduh di bawah naungan hutan primer maupun sekunder.
Tumbuh subur di area hutan tropis yang lembap, biasanya di lereng gunung atau tebing yang punya drainase baik. Tanaman ini suka tempat yang agak teduh dan sering ditemukan di pinggiran hutan atau area yang tanahnya gembur. Karakteristik/ciri-ciri Cibotium / Gou Ji (Cibotium barometz):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Rimpang | Berbentuk seperti batang yang rebah atau tegak, ukurannya cukup besar, dan seluruh permukaannya tertutup rapat oleh rambut-rambut halus berwarna cokelat keemasan yang berkilau (mirip bulu domba). |
| Daun | Jenis paku-pakuan besar dengan tipe daun majemuk menyirip ganda. Panjang daunnya bisa mencapai 1,5 hingga 3 meter, bentuknya melengkung ke bawah seperti busur. |
| Tangkai Daun | Tangkainya kuat, berwarna hijau kecokelatan, dan pada bagian pangkalnya juga masih diselimuti rambut-rambut halus berwarna emas. |
| Spora | Terletak di bagian bawah (sisi abaksial) daun, berkumpul membentuk struktur bernama sorus yang dilindungi oleh indusium berbentuk seperti katup/bibir. |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang kuat, berfungsi untuk menahan tanaman tetap kokoh di tanah lereng yang miring. |
8 Manfaat Cibotium / Gou Ji untuk kesehatan.
Pterosin C dan B menekan osteoklastogenesis melalui inhibisi sinyal RANKL, termasuk NF-κB, MAPK, dan AP-1, serta menurunkan ekspresi NFATc1 dan c-Fos. Ekstrak juga meningkatkan diferensiasi osteoblas dan mineralisasi tulang melalui jalur BMP-2/Runx2/Smad, sehingga menaikkan alkaline fosfatase, osteokalsin, dan densitas tulang.
Penghambatan produksi NO dan PGE2 melalui penurunan ekspresi iNOS dan COX-2; blokade fosforilasi IκBα dan translokasi NF-κB p65; penurunan TNF-α, IL-6, dan IL-1β pada makrofag teraktivasi LPS.
Senyawa fenolik dan polisakarida mendonorkan elektron serta menetralkan radikal bebas; mengkhelat ion logam transisi; meningkatkan aktivitas SOD, CAT, dan GSH; menurunkan peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cibotium / Gou Ji.
Interaksi & Kontraindikasi Cibotium / Gou Ji dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cibotium barometz, yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai Gou Ji atau bulu paha monyet (goldenihair dog-spine fern), umumnya digunakan untuk memperkuat ginjal, dan mengobati nyeri punggung bawah serta rematik. Namun, penggunaan tanaman ini berpotensi menimbulkan efek samping dan toksisitas, terutama karena kandungan kimia aktifnya. Beberapa penelitian toksikologi menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal ringan hingga sedang, yang meliputi mual, muntah, dan nyeri perut pada individu yang sensitif atau ketika dikonsumsi dalam dosis yang tidak tepat. Selain itu, reaksi alergi dermal atau dermatitis kontak dapat terjadi akibat kontak langsung dengan bulu atau serbuk halus pada rizoma tanaman tersebut.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cibotium / Gou Ji.