Advertisement
Bawang merah Persia atau Allium hirtifolium adalah spesies bawang endemik yang tumbuh liar di daerah pegunungan Iran, khususnya di lereng Zagros. Berbeda dengan bawang merah biasa, umbi lapisnya berukuran lebih kecil dan cenderung berbentuk lonjong dengan lapisan kulit tipis berwarna cokelat kemerahan. Tumbuhan ini termasuk dalam famili Amaryllidaceae dan telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bumbu masak sekaligus bahan pengobatan tradisional, terutama untuk meningkatkan stamina dan meredakan peradangan.
Berasal dari daerah pegunungan di Iran. Tanaman ini suka tumbuh di area yang punya drainase tanah bagus, musim dingin yang cukup dingin, dan musim panas yang kering serta cerah. Karakteristik/ciri-ciri Persian Shallot (Allium hirtifolium):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Umbi | Bentuknya bulat sampai agak lonjong, kulitnya tipis seperti kertas dengan warna kecokelatan atau kemerahan, dan punya rasa yang lebih tajam dibanding bawang merah biasa. |
| Daun | Berbentuk panjang, ramping, dan silindris mirip pipa, warnanya hijau segar, dan tumbuh langsung dari bagian pangkal umbi. |
| Batang Bunga | Batang tunggal yang tumbuh tegak ke atas, tidak berdaun, dan di ujungnya terdapat bunga berbentuk bola. |
| Bunga | Kumpulan bunga kecil (umbel) yang membentuk bola padat dengan warna mulai dari ungu muda, merah muda, sampai putih keunguan. |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang tumbuh dari bagian bawah umbi, sifatnya tidak terlalu dalam. |
6 Manfaat Persian Shallot untuk kesehatan.
Senyawa organosulfur dan flavonoid menghambat fosforilasi IκBα sehingga translokasi NF-κB menurun; ini menekan ekspresi COX-2, iNOS, TNF-α, IL-1β, dan MMP-13. Efek antioksidan membantu mengurangi kerusakan kartilago akibat ROS.
Ekstrak dilaporkan mengaktifkan AMPK dan meningkatkan translokasi GLUT4; menghambat α-glukosidase dan α-amilase; senyawa sulfur dan kuersetin melindungi sel β-pankreas serta memperbaiki status redoks sel.
Allicin dan tiosulfinat bereaksi dengan gugus tiol protein esensial mikroba, mengganggu membran sel dan metabolisme energi; sulfida alilik merusak integritas membran jamur; sebagian polifenol menghambat pembentukan biofilm.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Persian Shallot.
Persian Shallot (Allium hirtifolium), yang dikenal secara lokal sebagai mousir dalam tradisi kuliner dan pengobatan Persia, umumnya aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, seperti halnya anggota keluarga Allium lainnya seperti bawang putih dan bawang merah, konsumsi berlebihan atau penggunaan ekstrak pekat dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal. Senyawa organosulfur aktif yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan gejala seperti mulas, kembung, nyeri perut, dan mual pada individu yang sensitif atau mereka yang memiliki gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS).