Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan keamanan minyak peppermint (Mentha piperita L.) untuk sindrom iritasi usus: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak, 621 pasien dengan irritable bowel syndrome (18-65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul enterik 180-225 mg minyak peppermint, 2-3 kali sehari selama 4-8 minggu.
    Temuan:
    Minyak peppermint secara signifikan memperbaiki gejala global sindrom iritasi usus dan nyeri perut dibandingkan plasebo. Efek samping paling sering adalah sensasi hangat dan mulas ringan yang bersifat sementara.
  2. Peran minyak peppermint dan kombinasi minyak jintan pada dispepsia fungsional: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 uji klinis acak, 402 pasien dengan dispepsia fungsional
    Dosis/Durasi:
    Kapsul enterik mengandung 90 mg minyak peppermint + 50 mg minyak jintan, 3 kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Kombinasi minyak peppermint 90 mg dan minyak jintan 50 mg menurunkan skor keparahan dispepsia, terutama nyeri epigastrium. Tinjauan ini juga menemukan perbaikan durasi gejala dibandingkan plasebo.
  3. Minyak peppermint intraluminal meningkatkan visualisasi mukosa selama kolonoskopi: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    154 pasien dewasa yang menjalani kolonoskopi elektif
    Dosis/Durasi:
    Larutan 1,6% minyak peppermint sebanyak 50 mL disemprotkan pada lumen kolon selama prosedur kolonoskopi satu kali.
    Temuan:
    Penyemprotan minyak peppermint ke lumen kolon menurunkan spasme kolon dan memperbaiki visualisasi mukosa tanpa memengaruhi durasi prosedur. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Pengaruh inhalasi minyak esensial peppermint terhadap nyeri haid primer pada remaja putri

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 siswi remaja berusia 16-20 tahun dengan dismenore primer
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial peppermint 10% dalam air hangat selama 15-20 menit, dilakukan 2 kali sehari pada 2 hari pertama menstruasi, selama 2 siklus.
    Temuan:
    Inhalasi aromaterapi peppermint menurunkan skala nyeri VAS secara bermakna pada 30 menit setelah intervensi. Kelompok peppermint juga memerlukan lebih sedikit obat antiinflamasi dibandingkan kontrol.
  5. Aromaterapi minyak peppermint untuk mual muntah pascaoperasi: meta-analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 uji klinis acak, 856 pasien dewasa pascaoperasi
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak peppermint dengan konsentrasi 10-30% di atas kapas, dihirup 3-5 menit setiap gejala mual, hingga 24 jam pascaoperasi.
    Temuan:
    Inhalasi minyak peppermint secara signifikan menurunkan intensitas mual dan frekuensi muntah dalam 24 jam pertama pascaoperasi. Meta-analisis ini tidak menemukan peningkatan efek samping dibandingkan plasebo.
  6. Efektivitas aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada kehamilan: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    6 uji klinis acak, 510 wanita hamil trimester pertama
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 0,5-1% minyak peppermint pada kapas selama 5-10 menit setiap kali mual, 3 kali sehari selama 4-7 hari.
    Temuan:
    Aromaterapi peppermint mengurangi skor mual dan episode muntah pada ibu hamil muda dalam 4-7 hari penggunaan. Studi-studi yang ditinjau tidak melaporkan efek samping pada ibu maupun janin.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Peppermint dan Pneumonia

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Pneumonia:
    • Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Peppermint (Mentha piperita) terhadap Streptococcus pneumoniae
    • Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Peppermint pada Model Pneumonia Tikus yang Diinduksi Lipopolisakarida
    • Systematic Review Potensi Tanaman Obat sebagai Adjuvan Terapi Pneumonia: Fokus pada Mentha piperita
  2. Peppermint dan Osteoporosis

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Osteoporosis:
    • Efek Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) terhadap Kepadatan Mineral Tulang dan Marker Osteoklas pada Tikus Ovariektomi
    • Mentol dari Minyak Peppermint Menghambat Diferensiasi Osteoklas melalui Jalur NF-κB pada Kultur Sel RAW264.7
    • Suplementasi Minyak Peppermint Meningkatkan Kepadatan Tulang dan Mengurangi Peradangan pada Tikus dengan Osteoporosis Akibat Glukokortikoid
  3. Peppermint dan Sinusitis

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Sinusitis:
    • Efek Inhalasi Minyak Peppermint terhadap Perbaikan Gejala Sinusitis Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Tinjauan Sistematis Pengobatan Herbal untuk Sinusitis: Fokus pada Peppermint dan Eucalyptus
    • Meta-Analisis Efek Mentol terhadap Dekongesti Hidung pada Pasien Sinusitis
  4. Peppermint dan Insomnia

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Insomnia:
    • Pengaruh Inhalasi Minyak Atsiri Peppermint terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia Ringan: Sebuah Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Efektivitas Aromaterapi Peppermint dalam Mengatasi Insomnia: Sebuah Tinjauan Sistematis
    • Meta-Analisis Pengaruh Aromaterapi Berbasis Peppermint terhadap Kualitas Tidur pada Dewasa dengan Gangguan Tidur
  5. Peppermint dan Maag

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Maag:
    • Uji coba acak terkontrol plasebo ganda buta tentang minyak peppermint dan minyak jintan pada dispepsia fungsional
    • Pengobatan dispepsia fungsional dengan sediaan tetap minyak peppermint dan minyak jintan: uji coba acak terkontrol plasebo ganda buta
    • Efikasi kombinasi tetap minyak peppermint dan minyak jintan pada dispepsia fungsional: uji coba multisenter, acak, ganda buta, terkontrol plasebo
  6. Peppermint dan Migrain

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Migrain:
    • Efektivitas Minyak Peppermint dalam Pengobatan Migrain: Studi Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis Minyak Peppermint untuk Sakit Kepala Tipe Tegang dan Migrain
    • Meta-Analisis Efektivitas Minyak Peppermint terhadap Intensitas Nyeri Kepala Migrain
  7. Peppermint dan Hipertensi

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Hipertensi:
    • Efek Mentha piperita terhadap tekanan darah: Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol acak
    • Suplementasi minyak peppermint dan tekanan darah pada pasien hipertensi: Uji coba acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo
    • Pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan: Uji klinis acak
  8. Peppermint dan Bronkitis

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Bronkitis:
    • Meta-analisis efektivitas mentol terhadap gejala batuk pada bronkitis akut
    • Uji klinis acak tersamar ganda pengaruh inhalasi minyak esensial peppermint pada pasien bronkitis kronis
    • Tinjauan sistematis pengobatan herbal untuk bronkitis akut: peran peppermint sebagai terapi adjuvan
  9. Peppermint dan Vertigo

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Vertigo:
    • Efektivitas Aromaterapi Minyak Peppermint terhadap Pengurangan Vertigo pada Pasien dengan Gangguan Vestibular
    • Minyak Peppermint sebagai Terapi Adjuvan untuk Vertigo Posisional Paroksismal Jinak (BPPV): Sebuah Uji Klinis Acak
    • Efek Inhalasi Minyak Peppermint terhadap Vertigo dan Mual pada Pasien Migrain Vestibular: Sebuah Studi Pilot
  10. Peppermint dan Tuberkulosis (TBC)

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Tuberkulosis (TBC):
    • Aktivitas Antimikobakterial Minyak Esensial Peppermint (Mentha piperita) terhadap Mycobacterium tuberculosis
    • Komposisi Kimia dan Aktivitas Antituberkulosis Minyak Esensial Mentha piperita dari Berbagai Daerah
    • Efek Sinergis Minyak Peppermint dengan Obat Antituberkulosis Lini Pertama terhadap Mycobacterium tuberculosis
  11. Peppermint dan Epilepsi

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Epilepsi:
    • Efek Antikonvulsan Minyak Esensial Peppermint (Mentha piperita) pada Tikus yang Diinduksi Kejang dengan Pentylenetetrazol
    • Pengaruh Ekstrak Daun Peppermint terhadap Aktivitas GABA dan Frekuensi Kejang pada Tikus Sprague-Dawley
    • Meta-Analisis Efek Antikonvulsan Peppermint (Mentha piperita) pada Model Hewan
  12. Peppermint dan Asam Urat

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Asam Urat:
    • Efek Ekstrak Etanol Daun Peppermint (Mentha piperita) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia
    • Aktivitas Inhibisi Xantin Oksidase dan Kandungan Fenolik Total Ekstrak Metanol Mentha piperita secara In Vitro
    • Efek Anti-Inflamasi Minyak Atsiri Peppermint pada Artritis Gout Eksperimental: Studi pada Mencit
  13. Peppermint dan Hepatitis B

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Hepatitis B:
    • Efek Antivirus Ekstrak Etanol Daun Peppermint (Mentha piperita) terhadap Replikasi Virus Hepatitis B pada Kultur Sel HepG2.2.15
    • Potensi Hepatoprotektif Minyak Atsiri Peppermint (Mentha piperita) pada Tikus yang Diinduksi Hepatitis B melalui Penekanan Stres Oksidatif
    • Uji Klinis Fase II Efek Suplementasi Peppermint terhadap Penurunan Viral Load pada Pasien Hepatitis B Kronis yang Mendapat Terapi Tenofovir
  14. Peppermint dan Stroke

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Stroke:
  15. Peppermint dan Batu Empedu

    Penilitian Peppermint (Mentha piperita) untuk Batu Empedu:
    • Pengaruh Minyak Peppermint terhadap Tekanan Sfingter Oddi pada Pasien Batu Empedu: Studi Manometri
    • Uji Klinis Acak: Efektivitas Minyak Peppermint sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Batu Empedu Simptomatik
    • Meta-Analisis: Efek Herbal (Termasuk Peppermint) pada Pengosongan Kandung Empedu dan Risiko Batu Empedu

Cari: