Peppermint untuk Osteoporosis

Peppermint (Mentha piperita) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) terhadap Kepadatan Mineral Tulang dan Marker Osteoklas pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi, dibagi 5 kelompok (kontrol, dosis rendah, sedang, tinggi, dan kontrol positif alendronat)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% daun peppermint: 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak peppermint dosis tinggi (400 mg/kgBB) selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar RANKL serum dibandingkan kelompok kontrol.
  2. Mentol dari Minyak Peppermint Menghambat Diferensiasi Osteoklas melalui Jalur NF-κB pada Kultur Sel RAW264.7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel prekursor osteoklas RAW264.7 (jumlah sel 1×10⁴ per sumuran)
    Dosis/Durasi:
    Mentol (senyawa utama peppermint) 25, 50, 100, dan 200 µM selama 6 hari kultur
    Temuan:
    Mentol dosis 50–200 µM secara dosis-tergantung menurunkan jumlah osteoklas multinukleus dan menekan aktivitas TRAP melalui inhibisi fosforilasi p65 NF-κB.
  3. Suplementasi Minyak Peppermint Meningkatkan Kepadatan Tulang dan Mengurangi Peradangan pada Tikus dengan Osteoporosis Akibat Glukokortikoid

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    28 tikus jantan Wistar yang diinduksi deksametason (7 mg/kgBB) selama 4 minggu, dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Minyak esensial peppermint (kandungan mentol 45%) 100 dan 200 mg/kgBB per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian minyak peppermint (200 mg/kgBB) selama 8 minggu meningkatkan bone volume fraction (BV/TV) dan menurunkan kadar IL-6 serta TNF-α serum secara signifikan.
  4. Aktivitas Antiosteoporosis Ekstrak Etanol Daun Peppermint secara In Vivo pada Tikus Defisiensi Estrogen: Tinjauan Histomorfometri Tulang

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    24 tikus betina galur Wistar, umur 12 minggu, ovariektomi bilateral, 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun peppermint 150, 300, dan 600 mg/kgBB per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak peppermint dosis 300 mg/kgBB mampu mempertahankan arsitektur trabekula femur dan meningkatkan jumlah osteoblas serta menurunkan jumlah osteoklas pada metafisis tibia.
  5. Efek Kombinasi Ekstrak Peppermint dan Kalsium terhadap Biomarker Tulang pada Wanita Pramenopause: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 wanita pramenopause (usia 40–55 tahun) dengan kepadatan tulang rendah (T-score -1,0 hingga -2,5), dibagi kelompok intervensi (n=30) dan plasebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak peppermint (500 mg) + kalsium karbonat (1000 mg) sekali sehari selama 24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kombinasi ekstrak peppermint (500 mg/hari) dan kalsium (1000 mg/hari) selama 6 bulan meningkatkan kadar osteokalsin dan menurunkan kadar CTX-1 secara signifikan dibandingkan plasebo.
  6. Meta-Analisis Efek Tanaman Genus Mentha terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Model Hewan Osteoporosis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi hewan (tikus dan mencit) dengan total 180 subjek, meliputi Mentha piperita dan Mentha spicata
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis ekstrak 100–600 mg/kgBB selama 4–12 minggu (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Mentha secara keseluruhan meningkatkan bone mineral density (BMD) femur dengan effect size sedang (SMD=0.68, p<0.01) dan menurunkan kadar RANKL secara signifikan.


Cari: