Sampel:
15 studi (13 studi hewan, 2 studi klinis awal)
Dosis/Durasi:
Tidak spesifik; dosis pada studi hewan 50-400 mg/kg, studi manusia menggunakan aromaterapi 2-3 tetes/hari
Temuan:
Peppermint menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan untuk epilepsi melalui mekanisme GABAergik dan antioksidan. Namun, bukti dari uji klinis manusia masih sangat terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.