Peppermint untuk Asam Urat

Peppermint (Mentha piperita) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Daun Peppermint (Mentha piperita) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, diinduksi hiperurisemia dengan kalium oksonat dan asam urat
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun peppermint dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efeknya sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  2. Aktivitas Inhibisi Xantin Oksidase dan Kandungan Fenolik Total Ekstrak Metanol Mentha piperita secara In Vitro

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol daun peppermint, diuji terhadap enzim xantin oksidase (XOD) dengan spektrofotometri
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-200 µg/mL, diinkubasi 30 menit dengan XOD
    Temuan:
    Ekstrak metanol peppermint menunjukkan aktivitas inhibisi XOD dengan IC50 sebesar 45,2 µg/mL, yang berkorelasi dengan kandungan fenolik total yang tinggi. Senyawa flavonoid dan asam rosmarinic diduga sebagai inhibitor kompetitif.
  3. Efek Anti-Inflamasi Minyak Atsiri Peppermint pada Artritis Gout Eksperimental: Studi pada Mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 ekor mencit jantan galur BALB/c, diinduksi gout arthritis dengan injeksi monosodium urat (MSU) pada sendi lutut
    Dosis/Durasi:
    Minyak atsiri 10% dalam basis krim, dioleskan 2 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Aplikasi topikal minyak atsiri peppermint (10% v/v) mengurangi edema sendi dan infiltrasi neutrofil secara signifikan. Efek anti-inflamasi ini diduga melalui inhibisi jalur NF-κB dan penurunan kadar TNF-α dan IL-1β.
  4. Kombinasi Ekstrak Peppermint dan Jahe sebagai Terapi Herbal Penurun Asam Urat: Uji Klinis Awal pada Pasien Hiperurisemia Ringan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Pra-Eksperimental (One Group Pre-Post Test)
    Sampel:
    20 pasien hiperurisemia ringan (kadar asam urat 7,0-8,5 mg/dL), tanpa komorbid berat
    Dosis/Durasi:
    Kapsul mengandung 500 mg ekstrak peppermint + 300 mg ekstrak jahe, 2 kali sehari setelah makan selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian kombinasi ekstrak peppermint (500 mg) dan jahe (300 mg) dua kali sehari selama 14 hari menurunkan rata-rata kadar asam urat serum dari 7,8 mg/dL menjadi 6,4 mg/dL. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  5. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat dengan Aktivitas Penghambat Xantin Oksidase untuk Pengobatan Hiperurisemia dan Gout

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi in vitro, 8 studi in vivo, dan 3 uji klinis yang memenuhi kriteria inklusi; termasuk 2 studi spesifik tentang Mentha piperita
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, rentang dosis ekstrak 100-500 mg/kgBB pada hewan dan 500-1000 mg/hari pada manusia
    Temuan:
    Peppermint (Mentha piperita) termasuk dalam 10 besar tanaman obat dengan potensi inhibisi XOD tertinggi berdasarkan studi in vitro. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memvalidasi dosis dan keamanan jangka panjang.


Cari: