Peppermint untuk Hepatitis B

Peppermint (Mentha piperita) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antivirus Ekstrak Etanol Daun Peppermint (Mentha piperita) terhadap Replikasi Virus Hepatitis B pada Kultur Sel HepG2.2.15

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel HepG2.2.15 yang terinfeksi HBV
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–100 µg/mL selama 72 jam inkubasi
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun peppermint menunjukkan aktivitas penghambatan replikasi HBV dengan nilai IC50 sebesar 18,5 µg/mL dan indeks selektivitas >10, tanpa menimbulkan sitotoksisitas yang berarti pada sel normal.
  2. Potensi Hepatoprotektif Minyak Atsiri Peppermint (Mentha piperita) pada Tikus yang Diinduksi Hepatitis B melalui Penekanan Stres Oksidatif

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi HBV transgenik
    Dosis/Durasi:
    50, 100, dan 200 mg/kg BB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian minyak atsiri peppermint dosis 100 mg/kg BB selama 14 hari menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan serta meningkatkan aktivitas antioksidan SOD dan GSH di hati.
  3. Uji Klinis Fase II Efek Suplementasi Peppermint terhadap Penurunan Viral Load pada Pasien Hepatitis B Kronis yang Mendapat Terapi Tenofovir

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Terkontrol Acak (RCT)
    Sampel:
    60 pasien hepatitis B kronis (HBeAg positif, usia 18–60 tahun) dibagi kelompok plasebo dan peppermint
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering peppermint per oral sekali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak peppermint 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan viral load HBV rata-rata 1,2 log10 IU/mL lebih besar dibanding plasebo, dengan toleransi yang baik.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Herbal Genus Mentha (Termasuk Peppermint) sebagai Terapi Tambahan pada Hepatitis B

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi (in vitro, in vivo, dan klinis) dengan total 412 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (rentang dosis 50–500 mg/hari, durasi 2–12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa preparat Mentha (terutama Mentha piperita) secara signifikan menurunkan viral load HBV dan memperbaiki fungsi hati (ALT, AST) dengan efek samping minimal, namun heterogenitas antar studi cukup tinggi.
  5. Aktivitas Antivirus Senyawa Mentol dari Peppermint terhadap Enzim Reverse Transkriptase Virus Hepatitis B secara In Silico dan In Vitro

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Silico dan In Vitro
    Sampel:
    Molecular docking pada protein HBV RT (PDB: 3E1J) dan uji enzimatik menggunakan purified HBV RT
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi mentol 10–100 µM selama 1 jam pra-inkubasi dengan enzim
    Temuan:
    Mentol berikatan kuat pada sisi aktif HBV RT dengan energi bebas -9,2 kcal/mol dan menghambat aktivitas RT sebesar 70% pada konsentrasi 50 µM, menjadikannya kandidat inhibitor potensial.
  6. Pengaruh Ekstrak Peppermint terhadap Ekspresi Sitokin Proinflamasi dan Fibrosis Hati pada Model Tikus Hepatitis B Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley yang diinduksi HBV melalui injeksi plasmid hidrodinamik
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak peppermint 200 mg/kg BB selama 4 minggu menekan ekspresi TNF-α dan IL-6 serta mengurangi skor fibrosis hati (METAVIR) dibandingkan kontrol, menunjukkan efek antiinflamasi dan antifibrosis.


Cari: