Peppermint untuk Maag

Peppermint (Mentha piperita) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Uji coba acak terkontrol plasebo ganda buta tentang minyak peppermint dan minyak jintan pada dispepsia fungsional

    Tahun:
    2002
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    118 pasien dengan dispepsia fungsional (usia 18-70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul enterik mengandung 90 mg minyak peppermint dan 50 mg minyak jintan, diminum 3 kali sehari sebelum makan selama 4 minggu
    Temuan:
    Kombinasi minyak peppermint dan jintan secara signifikan mengurangi skor gejala dispepsia (nyeri epigastrium, rasa penuh, mual) dibandingkan plasebo setelah 4 minggu pengobatan. Efek samping ringan dan sementara, seperti sendawa berminyak.
  2. Pengobatan dispepsia fungsional dengan sediaan tetap minyak peppermint dan minyak jintan: uji coba acak terkontrol plasebo ganda buta

    Tahun:
    2004
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    96 pasien dengan dispepsia fungsional (kriteria Roma II)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul mengandung 90 mg minyak peppermint dan 50 mg minyak jintan, diminum 3 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Sediaan tetap minyak peppermint dan jintan lebih efektif daripada plasebo dalam menurunkan intensitas dan frekuensi gejala dispepsia, terutama nyeri ulu hati dan rasa penuh setelah makan. Perbaikan signifikan terlihat sejak minggu pertama.
  3. Efikasi kombinasi tetap minyak peppermint dan minyak jintan pada dispepsia fungsional: uji coba multisenter, acak, ganda buta, terkontrol plasebo

    Tahun:
    2000
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    202 pasien dengan dispepsia fungsional (usia 18-70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul enterik mengandung 90 mg minyak peppermint dan 50 mg minyak jintan, diminum 3 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Kombinasi tetap minyak peppermint dan jintan secara signifikan memperbaiki skor gejala global dispepsia dibandingkan plasebo, dengan tolerabilitas yang baik. Efek terapi terutama pada gejala nyeri dan rasa penuh.
  4. Tinjauan sistematis dan meta-analisis tentang efektivitas minyak peppermint pada dispepsia fungsional

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi RCT dengan total 481 pasien dispepsia fungsional
    Dosis/Durasi:
    Berbagai dosis (90–180 mg minyak peppermint per hari) selama 2–4 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa minyak peppermint (sendiri atau kombinasi dengan jintan) secara signifikan mengurangi gejala dispepsia dibandingkan plasebo, dengan risiko relatif perbaikan gejala sebesar 1.38. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  5. Efek gastroprotektif ekstrak peppermint (Mentha piperita) terhadap tukak lambung akibat etanol pada tikus

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan secara oral 1 jam sebelum induksi etanol, dosis tunggal 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun peppermint dosis 200 mg/kg dan 400 mg/kg secara signifikan mengurangi indeks ulkus dan kerusakan mukosa lambung akibat etanol, dengan mekanisme antioksidan dan peningkatan sekresi lendir. Efek protektif setara dengan omeprazol.


Cari: