Peppermint untuk Tuberkulosis (TBC)

Peppermint (Mentha piperita) untuk Tuberkulosis (TBC), list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antimikobakterial Minyak Esensial Peppermint (Mentha piperita) terhadap Mycobacterium tuberculosis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Mycobacterium tuberculosis (n=10) dan strain H37Rv
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1-2% (v/v) diinkubasi selama 7 hari pada media Middlebrook 7H10
    Temuan:
    Minyak esensial peppermint menunjukkan aktivitas antimikobakterial dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 0,5% (v/v) terhadap M. tuberculosis H37Rv dan isolat klinis. Komponen utama mentol dan menton berkontribusi terhadap efek ini.
  2. Komposisi Kimia dan Aktivitas Antituberkulosis Minyak Esensial Mentha piperita dari Berbagai Daerah

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    Tiga sampel minyak esensial peppermint dari wilayah berbeda, diuji terhadap M. tuberculosis H37Rv dan M. bovis BCG
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,0625-2% (v/v), inkubasi 14 hari pada media BACTEC MGIT
    Temuan:
    Minyak esensial peppermint dari semua wilayah menunjukkan aktivitas antituberkulosis dengan KHM berkisar 0,25-1% (v/v). Variasi komposisi kimia mempengaruhi potensi, dengan kandungan mentol tinggi berkorelasi dengan aktivitas lebih kuat.
  3. Efek Sinergis Minyak Peppermint dengan Obat Antituberkulosis Lini Pertama terhadap Mycobacterium tuberculosis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Strain M. tuberculosis H37Rv dan 5 isolat klinis multi-drug resistant (MDR)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak 0,125-0,5% (v/v) dikombinasikan dengan obat pada konsentrasi sub-KHM, inkubasi 10 hari
    Temuan:
    Kombinasi minyak peppermint dengan isoniazid atau rifampisin menunjukkan efek sinergis dengan indeks konsentrasi hambat fraksional (FICI) <0,5. Minyak peppermint dapat mempotensiasi aktivitas obat pada strain sensitif dan MDR.
  4. Aktivitas Antimikobakterial Mentol, Komponen Utama Peppermint, terhadap Mycobacterium tuberculosis

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    M. tuberculosis H37Rv dan 3 isolat klinis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,03-0,5% (v/v), inkubasi 7 hari pada media Middlebrook 7H9
    Temuan:
    Mentol menunjukkan aktivitas bakterisidal terhadap M. tuberculosis dengan KHM 0,125% (v/v) dan konsentrasi bakterisidal minimum (KBM) 0,25% (v/v). Mekanisme aksi melibatkan gangguan membran sel.
  5. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat dengan Aktivitas Antituberkulosis: Fokus pada Peppermint dan Tanaman Terkait

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi in vitro dan in vivo tentang tanaman obat untuk TBC, termasuk 5 studi spesifik peppermint
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang konsentrasi 0,0625-2% v/v pada studi in vitro
    Temuan:
    Peppermint (Mentha piperita) secara konsisten menunjukkan aktivitas antimikobakterial in vitro dengan KHM <1% v/v. Namun, bukti in vivo masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk aplikasi klinis.


Cari: