Patha

Indian Moon-seed | Cyclea peltata
Nama
Patha (Indian Moon-seed)
Nama Latin/Ilmiah
Cyclea peltata
Bagian Digunakan
Akar, Daun
Rasa
Tikta, Katu
Nama Lain
Padha (India), Pethi (Sri Lanka), Pachha (Nepal), Patha (Bangladesh), Padavali (India)
Asal
India, Sri Lanka
Kandungan Utama
Siklanin, tetrandrin, fangkinolin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Patha

Cyclea peltata, yang dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai Patha atau Padma, adalah tumbuhan merambat dari famili Menispermaceae yang tersebar luas di wilayah Asia tropis, termasuk India, Sri Lanka, dan Indonesia. Tanaman ini memiliki daun berbentuk perisai (peltat) yang khas dengan permukaan halus, serta bunga jantan dan betina yang terpisah dalam malai. Akar dan batangnya yang berwarna kekuningan sering digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda dan Siddha sebagai tonik, antipiretik, serta penawar racun. Kandungan kimia utamanya meliputi alkaloid bisbenzilisoquinolin seperti cissampareine, cycleanine, dan hayatin, yang bertanggung jawab atas aktivitas farmakologisnya seperti antiinflamasi, analgesik, dan imunomodulator.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 16:41:23
 

II. Ciri-ciri Patha

Tanaman ini adalah jenis tanaman merambat yang suka tumbuh di hutan sekunder atau area yang agak teduh. Biasanya ditemukan merambat pada pohon-pohon di dataran rendah sampai menengah dan cukup toleran terhadap berbagai jenis tanah. Karakteristik/ciri-ciri Patha (Cyclea peltata):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Berbentuk silindris, berkayu, dan punya sifat merambat dengan bantuan sulur. Permukaannya cenderung halus atau agak berbulu halus.
Daun Bentuknya unik seperti tameng (peltata) atau jantung dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau cerah, teksturnya agak tipis tapi kuat, dan duduk daunnya berseling.
Bunga Bunga berukuran sangat kecil dan tersusun dalam rangkaian malai. Tanaman ini bersifat dioecious, artinya bunga jantan dan bunga betina ada di pohon yang berbeda.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil seperti batu permata (drupa). Saat masih muda berwarna hijau dan berubah menjadi kemerahan atau agak keunguan saat sudah matang.
Akar Memiliki sistem perakaran yang kuat dengan rimpang yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena mengandung senyawa alkaloid.

III. Manfaat Patha

6 Manfaat Patha untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan analgesik

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin dan leukotrien; menghambat jalur NF-κB sehingga menekan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Alkaloid bisbenzilisoquinolin seperti siklienin dan tetrandrin berperan sebagai modulator kalsium intraselular dan menghambat aktivasi neutrofil.

    Senyawa Aktif: Siklienin, Tetrandrin, Fangkinolin
    Tampilkan
  2. Aktivitas antimikroba spektrum luas

    Mengganggu integritas membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer, menghambat sintesis protein dan asam nukleat; alkaloid kuarterner seperti berberin dan palmatin (meskipun dominan di spesies lain, Cyclea peltata juga mengandung senyawa serupa) bekerja dengan menghambat enzim topoisomerase dan menyebabkan kebocoran ion. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas terhadap jamur melalui gangguan membran ergosterol.

    Senyawa Aktif: Siklienin, Tetrandrin, Fangkinolin
    Tampilkan
  3. Aktivitas antioksidan

    Menyumbangkan elektron dan menstabilkan radikal bebas melalui gugus fenolik dan alkaloid; meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GPx) pada jaringan; menghambat peroksidasi lipid dengan mengkelat ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Apigenin (flavonoid), Siklienin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Patha

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Patha.

  1. Cycleanine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (IC50 8.5 µM Pada Sel HeLa, Studi In Vitro, 2018); Imunomodulator (studi In Vivo Mencit, 2016).
    Tampilkan
  2. Cissampareine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat COX-2, IC50 12 µM, Studi In Vitro, 2020); Analgesik (studi In Vivo, 2017).
    Tampilkan
  3. Hayatinine

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus (MIC 32 µg/mL, Studi In Vitro, 2019); Antimalaria (IC50 1.2 µM Terhadap Plasmodium Falciparum, Studi In Vitro, 2021).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Patha

Interaksi & Kontraindikasi Patha dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi dan mineral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dalam Patha dapat mengikat zat besi dan mineral sehingga menurunkan penyerapannya. Berikan jeda minimal 2 jam antara konsumsi Patha dan suplemen. Referensi: skrining fitokimia Cyclea peltata yang menunjukkan adanya senyawa tanin.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetik (metformin, sulfonilurea, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Cyclea peltata dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetik melalui penghambatan α-glukosidase dan α-amilase serta efek hipoglikemik. Kombinasi dapat meningkatkan risiko hipoglikemia; pantau gula darah dan sesuaikan dosis dengan dokter. Referensi: studi farmakologi eksperimental Cyclea peltata.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACEI, ARB, calcium channel blocker, beta-blocker)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kandungan tetrandrine dalam Patha dapat berefek vasodilatasi dan blokade kanal kalsium sehingga berisiko menurunkan tekanan darah terlalu rendah atau memperberat bradikardia. Pantau tekanan darah dan denyut jantung; hindari pada pasien dengan gangguan konduksi jantung. Referensi: data farmakologi tetrandrine.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Patha

Patha (Cyclea peltata) adalah tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda untuk mengatasi berbagai kondisi seperti demuk, gangguan pencernaan, dan inflamasi. Meskipun memiliki berbagai potensi terapeutik, penggunaan ekstrak tanaman ini dalam dosis yang tidak tepat atau tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan berbagai efek samping yang merugikan. Berdasarkan kajian farmakologis, beberapa senyawa alkaloid aktif yang terkandung di dalamnya dapat memicu toksisitas jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama pada organ vital seperti hati dan ginjal yang bekerja keras untuk memetabolisme senyawa alkaloid tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Patha

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Patha.

Apa saja senyawa fitokimia utama yang terkandung dalam Patha (Cyclea peltata) dan bagaimana manfaatnya?
Patha mengandung alkaloid bisbenzilisoquinolin seperti tetrandrine, fangchinoline, dan cycleanine. Senyawa ini memiliki aktivitas antiinflamasi, antipiretik, dan antioksidan. Referensi: (Chopra et al., 1956; Khare, 2007)
Bagaimana cara konsumsi Patha yang aman untuk penggunaan sehari-hari sebagai suplemen herbal?
Penggunaan tradisional adalah dengan merebus 3–6 gram akar atau daun kering dalam 200 ml air hingga tersisa 100 ml, diminum 1–2 kali sehari. Dosis ini dianggap aman untuk orang dewasa, namun konsultasi dengan ahli herbal disarankan. Referensi: (Ayurvedic Pharmacopoeia of India, 2001)
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Patha?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual dan diare jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Pada individu sensitif dapat terjadi reaksi alergi. Penggunaan jangka panjang belum diteliti secara ekstensif. Referensi: (Mills & Bone, 2000)
Apakah Patha aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada bukti ilmiah yang cukup mengenai keamanan Patha pada bayi dan anak-anak. Secara tradisional, penggunaan pada anak dihindari atau hanya diberikan dalam dosis sangat rendah di bawah pengawasan ahli. Karena kurangnya data keamanan, tidak disarankan tanpa konsultasi dokter. Referensi: (Gardner et al., 2017)
Apakah Patha boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Patha dikontraindikasikan selama kehamilan karena beberapa alkaloidnya (misal tetrandrine) diketahui memiliki efek stimulasi uterus dan dapat memicu kontraksi. Pada ibu menyusui, keamanannya belum diteliti; sebaiknya dihindari. Referensi: (Brinker, 1998)
Bagaimana mekanisme kerja Patha sebagai agen antiinflamasi dan antipiretik?
Alkaloid tetrandrine menghambat jalur NF-κB dan produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-1β. Efek antipiretik diduga melalui penghambatan sintesis prostaglandin di hipotalamus, mirip obat antiinflamasi nonsteroid. Referensi: (Seow et al., 1988; Kim et al., 2003)
Apakah Patha memiliki interaksi dengan obat-obatan konvensional?
Patha dapat meningkatkan efek obat penekan sistem imun (imunosupresan) karena aktivitas imunomodulatornya. Juga berpotensi menghambat enzim CYP450, sehingga dapat memengaruhi metabolisme obat seperti warfarin, teofilin, dan antiepilepsi. Konsultasi dokter diperlukan jika mengonsumsi obat resep. Referensi: (Zhou et al., 2004)
Apa kandungan gizi dari Patha dan apakah dapat memenuhi kebutuhan harian?
Patha bukan sumber gizi makro yang signifikan. Daun dan akar mengandung sedikit serat, mineral seperti kalsium dan magnesium, serta flavonoid. Kandungan gizinya tidak mencukupi kebutuhan harian, sehingga hanya digunakan sebagai herbal terapeutik, bukan suplemen nutrisi utama. Referensi: (Mali et al., 2012)

Rujak Polo

Tribulus terrestris

Jemuju

Trachyspermum ammi

Cari: