Kasifikasi ilmiah Patha (Cyclea peltata)
Author: (Lam.) Hook.f. & Thomson
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Ranunculales |
| Famili: | Menispermaceae |
| Subfamili: | Menispermoideae |
| Tribus: | Cocculeae |
| Genus: | Cyclea |
| Spesies: | Cyclea peltata |
Cyclea peltata merupakan tanaman merambat yang cukup unik, sering ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan tropis atau semak belukar. Tanaman ini punya daun berbentuk perisai yang khas, dengan tangkai daun yang menempel di bagian tengah atau agak ke dalam dari tepi daun, sehingga terlihat sangat estetik saat menjuntai di antara tanaman lain.
Di Indonesia, tanaman ini punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Bagian akar dan daunnya sering diolah oleh masyarakat lokal karena dipercaya memiliki khasiat sebagai pendingin tubuh atau penawar racun alami. Meski terlihat seperti tumbuhan liar biasa, Cyclea peltata sebenarnya punya potensi besar yang terus dipelajari dalam dunia farmasi karena senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.
Advertisement