Advertisement
Malva sylvestris, yang dikenal luas sebagai mallow atau khubbeza, adalah tumbuhan herba tahunan atau dua tahunan dari famili Malvaceae yang berasal dari Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara. Tumbuhan ini telah lama menjadi bagian integral dari pengobatan tradisional dan kuliner di berbagai budaya, terutama di kawasan Mediterania dan Timur Tengah. Daunnya yang lebar dan berlekuk, bunga berwarna ungu kemerahan dengan corak gelap, serta batang yang tegak menjadikannya mudah dikenali. Di banyak daerah, khubbeza tumbuh liar di pinggir jalan, ladang, dan area terbuka, menjadikannya sumber pangan darurat yang penting saat musim paceklik.
Tanaman ini cukup tangguh dan sering ditemukan liar di pinggir jalan, padang rumput, hingga lahan terbuka yang terkena sinar matahari cukup. Biasanya tumbuh subur di tanah yang kaya nutrisi dan drainasenya baik. Karakteristik/ciri-ciri Mallow / Khubbeza (Malva sylvestris):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Tumbuhan herba tahunan atau dua tahunan yang bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 60-120 cm. |
| Batang | Batang tegak, kadang sedikit berbulu atau halus, dengan percabangan yang menyebar. |
| Daun | Berbentuk seperti telapak tangan (palmate) dengan 5 hingga 7 lobus yang pinggirannya bergerigi. Warnanya hijau segar dengan tekstur agak berkerut. |
| Bunga | Bunga cantik berwarna ungu kemerahan atau merah muda dengan garis-garis gelap (vein) yang menonjol di kelopaknya. Terdiri dari 5 kelopak bunga. |
| Buah | Berbentuk cakram pipih yang terbagi menjadi beberapa segmen biji, sering disebut sebagai 'keju' karena bentuknya yang mirip potongan keju bulat. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang cukup dalam, membantunya bertahan di berbagai kondisi tanah. |
8 Manfaat Mallow / Khubbeza untuk kesehatan.
Polifenol seperti kuersetin dan malvidin menghambat aktivitas enzim COX-2 dan 5-LOX, menurunkan sintesis PGE2 dan leukotrien. Ekstrak juga menurunkan ekspresi sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 melalui modulasi jalur NF-κB, serta menghambat hyaluronidase dan degranulasi sel mast.
Mukilago polisakarida membentuk lapisan lembap yang mempercepat reepitelialisasi; flavonoid meningkatkan proliferasi fibroblas, deposisi kolagen, dan angiogenesis; senyawa fenolik membantu mengurangi beban mikroba pada luka.
Asam fenolat dan flavonoid merusak membran sel mikroba, mengganggu homeostasis ion, menghambat pembentukan biofilm, serta berpotensi menghambat enzim bakteri atau adhesin akibat pengkelatan logam.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mallow / Khubbeza.
Mallow (Malva sylvestris), yang juga dikenal sebagai Khubbeza, umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan atau teh herbal. Namun, penggunaan tanaman ini dalam dosis tinggi atau sebagai suplemen terapeutik dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal yang ringan. Kandungan lendir (mucilage) yang tinggi pada tanaman ini, meskipun bermanfaat untuk meredakan iritasi tenggorokan, terkadang dapat menyebabkan mual, kembung, atau diare ringan pada individu yang sistem pencernaannya sensitif atau belum terbiasa mengonsumsinya.