Advertisement
Cinnamomum camphora, yang dikenal dengan nama karpura atau kamper, adalah pohon hijau abadi dari famili Lauraceae yang berasal dari kawasan Asia Timur, terutama Jepang, Tiongkok, dan Taiwan. Pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 20–30 meter dengan tajuk yang rindang, daun yang mengilap dan aromatik ketika diremas, serta bunga kecil berwarna kekuningan yang kemudian berkembang menjadi buah beri hitam. Seluruh bagian pohonnya, khususnya kayu dan daun, mengandung minyak atsiri yang menjadi sumber utama kamper alami.
Pohon ini asli dari Asia Timur (seperti Tiongkok, Jepang, dan Taiwan). Mereka suka banget tumbuh di daerah beriklim hangat, tanah yang subur, serta punya sistem perakaran yang kuat buat menahan tanah. Gampang beradaptasi di lingkungan taman atau hutan sekunder. Karakteristik/ciri-ciri Karpura / Camphor (Cinnamomum camphora):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Pohon besar yang selalu hijau (evergreen) dengan tajuk yang melebar dan lebat. |
| Batang | Batangnya kokoh, kulit kayunya punya tekstur kasar, retak-retak memanjang, dan warnanya cokelat keabu-abuan. |
| Daun | Daunnya tunggal, bentuknya oval agak meruncing di ujung, teksturnya licin mengkilap, dan kalau diremas bakal kecium aroma khas kapur barus yang tajam. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil berwarna putih kekuningan, muncul dalam malai yang tumbuh di ketiak daun. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil (seperti beri), waktu masih muda warnanya hijau dan pas sudah matang berubah jadi hitam pekat. |
| Akar | Sistem perakaran tunggang yang sangat kuat dan bisa tumbuh cukup dalam. |
7 Manfaat Karpura / Camphor untuk kesehatan.
Senyawa terpenoid kamper bekerja sebagai counterirritant; mengaktivasi kanal TRPV3/TRPA1 (dan sebagian TRPV1) pada nosiseptor kulit sehingga menyebabkan desensitisasi nyeri. Pada model eksperimental kamper juga menekan jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, PGE2, TNF-α, dan IL-6.
Monoterpen lipofilik berinteraksi dengan lipid bilayer membran sel mikroba, meningkatkan permeabilitas, kebocoran ion/ATP, dan depolarisasi membran. Beberapa senyawa juga menghambat pembentukan biofilm dan mengganggu enzim membran sel.
Flavonoid dan asam fenolat seperti kuersetin, kaempferol, dan eugenol mendonorkan atom hidrogen/elektron untuk menetralkan radikal bebas. Pada sel, senyawa ini juga dapat mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Karpura / Camphor.
Interaksi & Kontraindikasi Karpura / Camphor dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Karpura atau Camphor (Cinnamomum camphora) adalah senyawa organik terpenoid yang sering digunakan dalam produk topikal untuk meredakan nyeri dan batuk, serta dalam pengobatan tradisional. Namun, penggunaan camphor, terutama dalam bentuk murni atau dosis tinggi, memiliki risiko toksisitas yang signifikan. Toksisitas dapat terjadi melalui rute inhalasi, tertelan, atau penyerapan melalui kulit yang rusak atau selaput lendir. Gejala keracunan akut biasanya muncul dengan cepat, berkisar antara 5 hingga 90 menit setelah paparan, dan memengaruhi sistem saraf pusat serta saluran pencernaan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Karpura / Camphor.