Jengkol

Archidendron pauciflorum
Nama
Jengkol
Nama Latin/Ilmiah
Archidendron pauciflorum
Famili
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
Gurih, sedikit pahit
Nama Lain
Jengkol (Indonesia), Jering (Malaysia), Luk nieng (Thailand), Daing nhat (Myanmar), Dog fruit (Inggris)
Asal
Asia Tenggara, terutama Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Kandungan Utama
Asam jengkolat, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jengkol

Jengkol (Archidendron pauciflorum) merupakan tumbuhan khas Asia Tenggara yang termasuk dalam suku Fabaceae (polong-polongan). Pohon jengkol dapat tumbuh hingga mencapai 20 meter, dengan daun majemuk menyirip dan tajuk yang rindang. Buahnya berbentuk polong pipih berkelok, dan di dalamnya terdapat biji yang dikenal luas sebagai bahan pangan tradisional. Meskipun kerap dianggap sebagai “buah berbau” karena aromanya yang khas, jengkol memiliki tempat istimewa dalam kuliner masyarakat Indonesia, terutama diolah menjadi semur, rendang, atau sambal balado.

Baca Lebih Lanjut
Update: 07 Agu 2026 - 20:00:06
 

II. Manfaat Jengkol

5 Manfaat Jengkol untuk kesehatan.

  1. Antihiperglikemia (Diabetes Melitus Tipe 2)

    Ekstrak biji jengkol menghambat α-glukosidase dan α-amilase di usus, sehingga memperlambat pemecahan karbohidrat kompleks dan menurunkan absorpsi glukosa. Efek ini diperkuat oleh flavonoid dan saponin yang berperan menekan stres oksidatif sel β pankreas pada model hewan.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Saponin
    Tampilkan
  2. Antihiperlipidemia / Dislipidemia

    Saponin dan polifenol diduga menghambat absorpsi kolesterol dan asam empedu di intestinum, sedangkan flavonoid meningkatkan kapasitas antioksidan untuk mengurangi oksidasi LDL. Mekanisme pastinya belum dijelaskan secara rinci untuk jengkol.

    Senyawa Aktif: Saponin, Tanin, Flavonoid
    Tampilkan
  3. Antioksidan (pencegahan stres oksidatif)

    Senyawa fenolik seperti asam galat, asam ferulat, dan kaempferol menetralkan radikal bebas melalui donasi elektron atau atom hidrogen. Kapasitas peredaman DPPH/ABTS umumnya berkorelasi dengan total fenolik dan flavonoid ekstrak.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


III. Kandungan Jengkol

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jengkol.

  1. Djenkolic acid (asam djenkolat)

    Golongan: Asam amino non-protein (derivat sistein)
    Bagian Tanaman: Biji (kotiledon)
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Memiliki Indikasi Terapeutik; Efek Utama Adalah Toksik Pada Ginjal Karena Dapat Mengkristal Di Tubulus Ginjal..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid/steroid (fitosterol)
    Bagian Tanaman: Biji (minyak biji); dilaporkan pula pada kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Menghambat Absorpsi Kolesterol Di Usus Dan Memiliki Efek Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid/steroid (fitosterol)
    Bagian Tanaman: Kulit batang; biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hipolipidemik, Dan Penghambat Aktivasi Inflamasi Pada Studi Eksperimental..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

IV. Efek Samping Jengkol

Konsumsi jengkol (Archidendron pauciflorum) secara berlebihan dapat memicu kondisi medis serius yang dikenal sebagai jengkolan atau keracunan asam jengkol. Efek samping utama ini disebabkan oleh tingginya kandungan asam jengkol (jengkolic acid), sebuah asam amino non-protein yang mengandung sulfur. Asam jengkol memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam lingkungan asam (seperti urin manusia). Ketika kadarnya dalam darah dan urin meningkat, asam ini dapat mengkristal dan membentuk struktur kristal tajam seperti jarum di dalam saluran kemih, mulai dari tubulus ginjal, ureter, hingga kandung kemih.

Baca Semua Efek Samping

Petai / Pete

Parkia speciosa

Kecombrang

Etlingera elatior

Cari: