Huamanripa

Senecio tephrosioides
Nama
Huamanripa
Nama Latin/Ilmiah
Senecio tephrosioides
Bagian Digunakan
Daun.
Rasa
Pahit
Nama Lain
Wira wira (Bolivia), viravira (Argentina)
Asal
Peru (kawasan Andes).
Kandungan Utama
Alkaloid pirolizidin, minyak atsiri, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Huamanripa

Huamanripa (Senecio tephrosioides) adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae, berasal dari kawasan pegunungan Andes di Amerika Selatan, terutama tumbuh subur di Peru pada ketinggian 3.000–4.500 meter di atas permukaan laut. Spesies ini memiliki ciri khas daun berbulu halus berwarna keperakan dengan tekstur lembut, serta bunga majemuk kuning khas genus Senecio. Nama “huamanripa” berasal dari bahasa Quechua yang merujuk pada kemampuannya tumbuh di lingkungan yang keras dan berbatu, beradaptasi dengan radiasi matahari tinggi serta suhu ekstrem di dataran tinggi Andes.

Baca Lebih Lanjut
Update: 31 Agu 2026 - 03:43:22
 

II. Ciri-ciri Huamanripa

Tanaman ini asli dari wilayah pegunungan Andes di Peru. Biasanya tumbuh di area dataran tinggi yang dingin, berbatu, dan terpapar sinar matahari langsung, sering ditemukan di ekosistem puna. Karakteristik/ciri-ciri Huamanripa (Senecio tephrosioides):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tumbuhan herba menahun yang tumbuh rendah di permukaan tanah.
Daun Daunnya punya ciri khas tertutup bulu-bulu halus berwarna putih keabu-abuan (seperti beludru), yang berfungsi melindunginya dari suhu ekstrem dan kekeringan di dataran tinggi.
Batang Batang cenderung pendek, kuat, dan mendukung pertumbuhan roset daun di bagian pangkal.
Bunga Memiliki perbungaan tipe capitulum (seperti bunga aster) dengan warna kuning cerah yang khas pada kelompok Senecio.
Akar Sistem perakaran yang dalam dan kuat untuk menjaga tanaman tetap kokoh di tanah pegunungan yang berbatu dan berangin kencang.

III. Manfaat Huamanripa

5 Manfaat Huamanripa untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan nyeri sendi

    Monoterpena (α-pinena, β-pinena, limonena) dan polifenol menghambat jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, sehingga mengurangi produksi mediator prostaglandin E2, nitrit oksida, serta sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-1β.

    Senyawa Aktif: α-Pinena, Asam Klorogenat, limonena
    Tampilkan
  2. Antimikroba pada infeksi saluran napas dan kulit

    Komponen monoterpen hidrofobik (terutama α-pinena dan limonena) berinteraksi dengan lipid membran bakteri, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran isi sel; senyawa polifenol menghambat adhesi dan pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: α-Pinena, β-pinena, limonena
    Tampilkan
  3. Stres oksidatif / Dukungan antioksidan

    Gugus hidroksil fenolik (asam klorogenat, flavonoid) menyumbangkan atom hidrogen untuk meredam radikal bebas, menghambat peroksidasi lipid, dan mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 serta enzim antioksidan fase II.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Huamanripa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Huamanripa.

  1. Golongan: Terpenoid (monoterpena hidrokarbon)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Ekspektoran, Antiinflamasi, Antibakteri, Dan Relaksan Otot Polos Bronkus Pada Studi In Vitro/model Hewan..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (monoterpena hidrokarbon)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antibakteri Dan Antiinflamasi; Menghambat Pelepasan Mediator Inflamasi Pada Uji In Vitro..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (seskuiterpen)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Analgesik Melalui Agonisme Parsial Reseptor CB2; Tanpa Efek Psikoaktif..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Huamanripa

Interaksi & Kontraindikasi Huamanripa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Riwayat hipersensitivitas terhadap tanaman suku Asteraceae (misalnya krisan, chamomile, ragweed)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hentikan bila timbul ruam, urtikaria, atau pruritus; pada alergi berat jangan gunakan. Referensi: pedoman keamanan herbal WHO (2005).

  2. Penggunaan bersamaan dengan Kombinasi dengan obat penghambat CYP3A4 (ketoconazole, itraconazole, ritonavir, jus jeruk bali)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi; perubahan bioaktivasi alkaloid pirolizidin (PA) pada Senecio belum cukup diteliti. Referensi: EFSA (2011), EFSA Journal 9(11):2406.

  3. Kombinasi dengan herbal lain yang mengandung PA (comfrey/Symphytum, coltsfoot/Tussilago, Crotalaria, Heliotropium)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi; beban PA bertambah sehingga risiko kerusakan hati kumulatif meningkat. Referensi: EFSA (2011) dan EMA/HMPC (2014).

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Huamanripa

Huamanripa (yang umumnya merujuk pada spesies Senecio tephrosioides, serta beberapa spesies lain dalam genus Senecio yang digunakan dalam pengobatan tradisional Andes) dikenal mengandung senyawa aktif utama berupa pyrrolizidine alkaloids (PAs). Konsumsi tanaman ini, baik dalam bentuk seduhan maupun ekstrak, dapat menimbulkan efek samping hepatotoksik yang serius. Alkaloid pirolizidin ini dimetabolisme di dalam hati oleh enzim sitokrom P450 menjadi metabolit reaktif (dehidropirolizidin) yang bersifat alkilasi, yang dapat merusak sel-sel hati dan menyebabkan gangguan struktural pada pembuluh darah hati. Kondisi ini paling sering bermanifestasi sebagai hepatic sinusoidal obstruction syndrome (HSOS), yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit oklusi vena (veno-occlusive disease).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Huamanripa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Huamanripa.

Apa itu Huamanripa (Senecio tephrosioides) dan bagaimana penggunaannya secara tradisional?
Huamanripa adalah tanaman obat asli Andes, famili Asteraceae. Secara tradisional, daunnya diseduh sebagai infus untuk membantu meredakan batuk, bronkitis, dan gangguan pernapasan. Informasi etnobotani ini tercatat dalam studi penggunaan tanaman obat di Peru. Referensi: Bussmann, R.W. & Sharon, D. (2006). Traditional medicinal plant use in Northern Peru. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 2:47.
Apa saja kandungan fitokimia utama dari Huamanripa?
Profil fitokimia lengkap Senecio tephrosioides belum terdokumentasi secara luas, tetapi anggota genus Senecio diketahui mengandung minyak atsiri, monoterpena, seskuiterpena, flavonoid, dan sebagian mengandung alkaloid pirrolizidina. Keberadaan alkaloid pirrolizidina pada spesies ini belum selalu terbukti, tetapi kemungkinan tersebut tetap menjadi perhatian keamanan. Referensi: EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011. dan Bussmann, R.W. & Sharon, D. (2006). Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 2:47.
Apakah Huamanripa efektif untuk mengobati batuk dan pilek?
Secara tradisional Huamanripa digunakan sebagai ekspektoran dan pereda batuk. Namun, hingga saat ini belum ada uji klinis yang kuat pada manusia untuk membuktikan efektivitasnya secara pasti. Karena itu, penggunaan untuk batuk belum dapat direkomendasikan sebagai terapi berbasis bukti. Referensi: Bussmann, R.W. & Sharon, D. (2006). Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 2:47. dan WHO (1988). Pyrrolizidine alkaloids. Environmental Health Criteria 80. Geneva: World Health Organization.
Bagaimana cara konsumsi Huamanripa yang paling umum?
Cara yang lazim adalah membuat infus dari 1–2 gram daun kering dalam sekitar 150 ml air panas, disaring, lalu diminum hangat 2–3 kali sehari selama maksimal 1–2 minggu. Perlu ditekankan bahwa ini bukan dosis standar resmi dan keamanannya belum diuji dalam uji klinis. Referensi: Bussmann, R.W. & Sharon, D. (2006). Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 2:47. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.
Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi Huamanripa?
Efek samping yang mungkin meliputi mual, muntah, nyeri perut, dan reaksi alergi pada sebagian orang. Risiko paling serius adalah hepatotoksisitas karena beberapa spesies Senecio mengandung alkaloid pirrolizidina yang dapat merusak hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Referensi: Stegelmeier, B.L., Edgar, J.A., Colegate, S.M., Gardner, D.R., Schoch, T.K., Coulombe, R.A. & Molyneux, R.J. (1999). Pyrrolizidine alkaloid plants, metabolism and toxicity. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation, 11(2):180-189. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.
Apakah Huamanripa aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak direkomendasikan. Belum ada studi keamanan yang memadai pada populasi pediatrik. Anak-anak lebih rentan terhadap efek toksik alkaloid pirrolizidina, terutama pada hati, sehingga penggunaan Huamanripa pada bayi dan anak-anak sebaiknya dihindari kecuali di bawah pengawasan tenaga medis yang berkompeten. Referensi: WHO (1988). Pyrrolizidine alkaloids. Environmental Health Criteria 80. Geneva: World Health Organization. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.
Apakah Huamanripa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman dan sebaiknya dikontraindikasikan. Alkaloid pirrolizidina dapat melewati plasenta dan berpotensi menyebabkan efek toksik pada janin, serta dapat terdeteksi dalam ASI sehingga berisiko bagi bayi yang menyusui. Karena itu, ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan mengonsumsi Huamanripa. Referensi: WHO (1988). Pyrrolizidine alkaloids. Environmental Health Criteria 80. Geneva: World Health Organization. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.
Apakah Huamanripa dapat dikonsumsi setiap hari sebagai teh kesehatan?
Tidak dianjurkan. Alkaloid pirrolizidina bersifat kumulatif, artinya efek toksiknya dapat menumpuk di hati meskipun dikonsumsi dalam dosis kecil tetapi rutin. Konsumsi harian dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Oleh karena itu, Huamanripa tidak cocok digunakan sebagai teh kesehatan sehari-hari. Referensi: EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011. dan WHO (1988). Pyrrolizidine alkaloids. Environmental Health Criteria 80. Geneva: World Health Organization.
Apakah Huamanripa berinteraksi dengan obat-obatan?
Berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan yang diproses oleh hati, terutama obat yang dimetabolisme melalui enzim sitokrom P450. Kombinasi dengan obat hepatotoksik seperti parasetamol dosis tinggi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Referensi: Stegelmeier, B.L. et al. (1999). Journal of Veterinary Diagnostic Investigation, 11(2):180-189. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.
Siapa saja yang sebaiknya menghindari penggunaan Huamanripa?
Orang dengan penyakit hati, gangguan ginjal, anak-anak, bayi, ibu hamil dan menyusui, serta orang yang sedang mengonsumsi obat hepatotoksik sebaiknya menghindari Huamanripa. Konsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum penggunaan herbal ini sangat disarankan. Referensi: WHO (1988). Pyrrolizidine alkaloids. Environmental Health Criteria 80. Geneva: World Health Organization. dan EMA (2014). Public statement on the use of herbal medicinal products containing toxic, unsaturated pyrrolizidine alkaloids (PAs). EMA/HMPC/893108/2011.

Manayupa

Desmodium molliculum

Sangre de Toro

Virola sebifera

Cari: