Manayupa

Desmodium molliculum
Nama
Manayupa
Nama Latin/Ilmiah
Desmodium molliculum
Famili
Bagian Digunakan
Daun dan Batang
Rasa
Manis
Nama Lain
Manayupa (Peru), pega-pega (Bolivia), amor seco (Meksiko), tick trefoil (Amerika Serikat)
Asal
Pegunungan Andes (Peru, Bolivia, Ekuador)
Kandungan Utama
Flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Manayupa

Desmodium molliculum, yang dikenal luas sebagai Manayupa, adalah tumbuhan herba menahun dari suku Fabaceae yang tumbuh liar di kawasan Andes, terutama di Peru, Bolivia, dan Ekuador. Batangnya menjalar di permukaan tanah dengan daun majemuk trifoliat yang ditumbuhi bulu halus, serta bunga kecil berwarna ungu atau merah muda. Masyarakat Andes telah lama memanfaatkan tumbuhan ini sebagai ramuan pengobatan tradisional, dan dalam beberapa dekade terakhir namanya semakin dikenal karena khasiatnya terhadap kesehatan ginjal serta sistem saluran kemih.

Baca Lebih Lanjut
Update: 30 Agu 2026 - 21:42:17
 

II. Ciri-ciri Manayupa

Tanaman ini asli dari wilayah pegunungan Andes (Peru). Mereka suka banget tumbuh di area terbuka, lereng pegunungan, dan tanah yang punya drainase baik. Tanaman ini termasuk tipe yang tangguh dan terbiasa dengan iklim dataran tinggi yang sejuk. Karakteristik/ciri-ciri Manayupa (Desmodium molliculum):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Herba merambat atau tegak dengan batang yang cenderung berbulu halus.
Daun Daunnya majemuk, biasanya terdiri dari tiga anak daun (trifoliate). Bentuknya oval agak membulat dan permukaannya punya bulu-bulu halus, makanya sering disebut 'molliculum' yang artinya lembut.
Bunga Bunganya kecil-kecil, khas keluarga kacang-kacangan (fabaceae), warnanya biasanya ungu muda atau merah muda keputihan.
Buah Buahnya berupa polong (lomentum) yang tersegmentasi. Uniknya, polong ini punya rambut-rambut kecil yang lengket, jadi gampang banget menempel di baju atau bulu hewan biar bisa tersebar.
Sistem Perakaran Akar tunggang yang cukup kuat untuk menunjang pertumbuhan di tanah pegunungan yang berbatu.

III. Manfaat Manayupa

7 Manfaat Manayupa untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada gangguan sendi dan jaringan lunak

    Flavonoid dan triterpenoid menghambat enzim COX-2/5-LOX serta menurunkan aktivasi NF-κB, sehingga mengurangi sintesis mediator proinflamasi seperti TNF-α, IL-6, dan PGE2. Efek ini turut diperkuat oleh aktivitas antioksidan yang menekan stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Flavonoid glikosida (rutin/kuersetin), Triterpenoid saponin, Tanin
    Tampilkan
  2. Antioksidan sistemik

    Senyawa polifenol menyumbangkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas, mengkelat logam transisi, serta meningkatkan kapasitas antioksidan endogen melalui jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Flavonoid glikosida
    Tampilkan
  3. Antimikroba spektrum luas (bakteri dan jamur)

    Flavonoid dan saponin mengganggu integritas membran mikroba, menghambat enzim esensial mikroorganisme, dan meningkatkan permeabilitas sel; tanin dapat mengendapkan protein mikroba.

    Senyawa Aktif: Saponin, Flavonoid total, Tanin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Manayupa

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Manayupa.

  1. Golongan: Triterpenoid pentasiklik
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang muda)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Hepatoprotektif; Menghambat Edema Pada Model Hewan Serta Melindungi Hepatosit Dari Kerusakan Akibat Toksin..
    Tampilkan
  2. Golongan: Fitosterol
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang muda)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Imunomodulator, Dan Penurun Kadar Lipid; Sering Dikaitkan Dengan Efek Perlindungan Pada Sistem Kardiovaskular..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang muda)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Dan Antiinflamasi; Menghambat Enzim Siklooksigenase Dan Lipoksigenase Serta Menekan Mediator Inflamasi..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Manayupa

Interaksi & Kontraindikasi Manayupa dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan umum pada orang dewasa sehat dengan dosis tradisional

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Belum ada interaksi obat klinis yang terdokumentasi pada penggunaan wajar. Tetap gunakan dosis sediaan standar dan hentikan bila muncul efek samping.

  2. Antasida atau suplemen mineral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi signifikan yang dilaporkan. Untuk mengurangi potensi gangguan penyerapan, beri jarak 1-2 jam dari antasida/suplemen.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Manayupa dapat memiliki efek relaksasi pembuluh darah dan berpotensi menambah efek penurun tekanan darah. Pantau tekanan darah dan konsultasikan penyesuaian dosis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Manayupa

Manayupa (Desmodium molliculum) adalah tanaman herbal yang umum digunakan dalam pengobatan tradisional Andes, terutama sebagai agen diuretik, anti-inflamasi, dan pelindung hati. Meskipun secara tradisional dianggap aman karena konsumsi turun-temurun, data ilmiah modern mengenai profil keamanan dan toksikologinya masih sangat terbatas. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan berkaitan dengan kurangnya standardisasi dosis dan potensi interaksi biologis dari senyawa aktif seperti flavonoid dan alkaloid yang terkandung di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Manayupa

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Manayupa.

Apa itu Manayupa (Desmodium molliculum)?
Manayupa adalah tanaman herbal dari famili Fabaceae yang tumbuh di kawasan Andes. Dalam pengobatan tradisional Peru, bagian aerial tanaman ini digunakan untuk gangguan ginjal, peradangan, dan sebagai diuretik ringan. Penggunaan ini telah didokumentasikan dalam kajian etnobotani Bussmann & Sharon (2006).
Senyawa fitokimia apa saja yang terkandung dalam Manayupa?
Profil fitokimia Desmodium molliculum belum dipublikasikan secara lengkap. Beberapa spesies dalam genus Desmodium diketahui mengandung flavonoid, saponin, dan alkaloid, tetapi untuk manayupa belum ada analisis komprehensif yang memastikan senyawa marker spesifik. Kajian Bussmann & Sharon (2006) hanya mendokumentasikan penggunaan tradisionalnya, bukan komposisi kimia terperinci.
Bagaimana cara konsumsi Manayupa yang umum dilakukan?
Tidak ada dosis baku yang disetujui secara medis. Secara tradisional, sekitar 10–15 gram herba kering diseduh dengan 200 ml air panas sebagai teh dan diminum 2–3 kali sehari. Namun, dosis dan metode penyeduhan ini belum tervalidasi melalui uji klinis. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum digunakan. Kebiasaan ini dirujuk dari catatan tradisional Bussmann & Sharon (2006).
Apakah Manayupa aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada uji ilmiah yang memadai mengenai keamanan Desmodium molliculum pada ibu hamil dan menyusui. Karena tidak tersedia data toksisitas reproduksi, penggunaan pada kelompok ini tidak dianjurkan. Prinsip kehati-hatian dalam fitoterapi menyarankan agar wanita hamil dan menyusui menghindari herbal yang belum teruji, termasuk manayupa.
Bolehkah Manayupa diberikan kepada bayi dan anak-anak?
Sampai saat ini belum ada bukti klinis yang mendukung keamanan dan efektivitas Manayupa pada bayi dan anak-anak. Sistem metabolisme anak sangat berbeda dari orang dewasa, sehingga risiko toksisitas tidak diketahui. Oleh karena itu, pemberian kepada populasi pediatrik tidak direkomendasikan tanpa pengawasan dokter.
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Manayupa?
Efek samping yang spesifik belum terdokumentasi secara formal dalam literatur ilmiah. Namun, konsumsi herbal dalam dosis besar umumnya berisiko menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti mual atau diare. Jika muncul gejala alergi atau keluhan lain, penghentian penggunaan dan konsultasi ke dokter dianjurkan.
Apakah Manayupa dapat berinteraksi dengan obat-obatan?
Karena manayupa secara tradisional digunakan sebagai diuretik, penggunaan bersamaan dengan obat diuretik atau antihipertensi berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi atau penurunan tekanan darah yang berlebihan. Interaksi ini belum diuji secara klinis pada manusia. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan medis.
Apakah Manayupa memiliki manfaat untuk kesehatan umum?
Dalam pengobatan tradisional, manayupa digunakan untuk membantu mengatasi peradangan, alergi, serta gangguan saluran kemih dan ginjal. Catatan etnobotani Bussmann & Sharon (2006) menyebutkan penggunaan tersebut. Namun, bukti ilmiah modern berupa uji klinis pada manusia masih sangat terbatas, sehingga klaim manfaat klinisnya belum dapat dipastikan secara medis.

Jergon Sacha

Dracontium loretense

Huamanripa

Senecio tephrosioides

Cari: