Sangre de Toro

Virola sebifera
Nama
Sangre de Toro
Nama Latin/Ilmiah
Virola sebifera
Bagian Digunakan
Kulit Kayu, Getah
Rasa
Pahit, sepat
Nama Lain
Ucuuba (Brasil), Cumala (Peru), Sangre de toro (Ekuador), Wild nutmeg (Guyana), Palo de sangre (Panama).
Asal
Amerika Selatan dan Amerika Tengah (Panama, Kolombia, Venezuela, Brasil, Ekuador, Peru, Bolivia, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, Trinidad dan Tobago).
Kandungan Utama
Kandungan utama tumbuhan Sangre de Toro (Virola sebifera) adalah alkaloid triptamin (DMT, 5-MeO-DMT, bufotenin), resin, dan lignan.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sangre de Toro

Virola sebifera, yang dikenal luas dengan sebutan Sangre de Toro, adalah pohon tropis anggota famili Myristicaceae, satu kerabat dekat pala. Nama "Sangre de Toro" yang berarti "darah banteng" merujuk pada getah berwarna merah tua yang keluar saat batangnya dilukai. Tumbuhan ini tersebar luas di hutan hujan dataran rendah Amerika Tengah dan Selatan, mulai dari Kosta Rika, Panama, hingga Brasil dan Peru. Secara morfologi, pohon ini dapat mencapai tinggi 20–30 meter dengan batang lurus dan tajuk yang rimbun. Daunnya sederhana, berbentuk lonjong, dan tersusun berseling, sementara buahnya berupa kapsul yang pecah saat matang dan memperlihatkan biji bersalut aril merah yang khas.

Baca Lebih Lanjut
Update: 31 Agu 2026 - 09:40:45
 

II. Ciri-ciri Sangre de Toro

Pohon ini asli dari hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan. Biasanya mereka suka tumbuh di area hutan dataran rendah, hutan sekunder, sampai pinggiran sungai dengan kondisi tanah yang subur dan lembap. Karakteristik/ciri-ciri Sangre de Toro (Virola sebifera):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Pohon berukuran sedang hingga besar, tingginya bisa mencapai 20-30 meter dengan batang yang lurus.
Kulit Batang Teksturnya cenderung halus atau sedikit bersisik dengan warna cokelat keabu-abuan. Kalau batang atau rantingnya dilukai, bakal keluar getah berwarna merah seperti darah, itulah kenapa disebut 'Sangre de Toro'.
Daun Bentuknya memanjang (lonjong) dengan ujung yang runcing. Tekstur daunnya agak kaku dan permukaan bawah daun biasanya punya warna yang lebih pucat atau sedikit berbulu halus.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna kekuningan atau krem, dan tumbuh dalam kelompok (perbungaan) yang muncul di ketiak daun.
Buah Buah berbentuk bulat atau lonjong (seperti kapsul kecil) yang kalau sudah matang bakal terbelah dua, memperlihatkan biji yang diselimuti selaput berwarna merah cerah (arilus).

III. Manfaat Sangre de Toro

6 Manfaat Sangre de Toro untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Diduga melalui penghambatan COX-2 dan 5-lipoksigenase oleh lignan/neolignan, disertai penurunan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β) dan oksida nitrat melalui modulasi NF-κB.

    Senyawa Aktif: hinokinin, cubebin, sesamin
    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Lignan dan senyawa fenolik mengganggu integritas membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas sel, dan menghambat enzim metabolisme bakteri/jamur.

    Senyawa Aktif: hinokinin, cubebin, sesamin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Senyawa fenolik dan lignan meredam radikal bebas melalui donasi atom hidrogen, menstabilkan radikal fenoksil, dan mengkhelat logam transisi, sehingga menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: sesamin, hinokinin, cubebin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Sangre de Toro

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangre de Toro.

  1. N,N-Dimetiltriptamina (DMT)

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Getah dan kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Reseptor Serotonergik 5-HT2A; Memiliki Efek Psikoaktif; Dieksplorasi Dalam Uji Awal Untuk Depresi Dan Ansietas, Tetapi Bukan Indikasi Herbal..
    Tampilkan
  2. 5-Metoksi-N,N-dimetiltriptamina (5-MeO-DMT)

    Golongan: Alkaloid indola
    Bagian Tanaman: Getah dan kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Psikoaktif Sangat Poten; Agonis Reseptor 5-HT; Dalam Penelitian Preklinis Menunjukkan Potensi Antidepresan, Tetapi Tidak Dapat Digunakan Sebagai Obat Herbal..
    Tampilkan
  3. Harmina

    Golongan: Alkaloid β-karbolina
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Inhibitor MAO-A; Dalam Studi Preklinis Menunjukkan Efek Neuroprotektif Dan Antidepresan; Dapat Mempotensiasi Efek DMT..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Toro

Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Toro dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan tanin dalam sangre de toro dapat mengikat zat besi non-heme dan mengurangi penyerapannya. Beri jarak waktu konsumsi minimal 2 jam.

  2. Antasida

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Antasida dapat mengubah pH lambung dan memengaruhi absorbsi senyawa aktif sangre de toro. Jika digunakan bersamaan, beri jarak 2 jam atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sangre de toro berpotensi memiliki efek sinergis terhadap penurunan tekanan darah. Monitor tekanan darah secara teratur dan waspadai gejala hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Sangre de Toro

Sangre de Toro, yang umumnya merujuk pada spesies Virola sebifera (serta beberapa spesies terkait dalam genus Virola), dikenal dalam pengobatan tradisional masyarakat adat Amazon karena kandungan senyawa aktifnya, terutama tryptamines dan alkaloid turunan N,N-DMT (Dimethyltryptamine) serta 5-MeO-DMT. Ketika dikonsumsi atau digunakan dalam bentuk ekstrak getah dan kulit kayu, zat-zat psikoaktif ini berikatan dengan reseptor serotonin di dalam otak, khususnya reseptor 5-HT2A. Hal ini memicu berbagai efek samping neuropsikiatrik yang kuat, termasuk halusinasi visual dan auditori, distorsi waktu dan ruang, kecemasan akut, kebingungan mental, serta potensi pemicu episode psikotik pada individu yang rentan secara genetik.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sangre de Toro

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangre de Toro.

Apa yang dimaksud dengan Sangre de Toro (Virola sebifera)?
Sangre de Toro adalah nama umum untuk getah merah menyerupai darah dari pohon Virola sebifera, anggota famili Myristicaceae yang berasal dari Amazon. Secara tradisional, getah, kulit batang, daun, dan biji dari berbagai spesies Virola pernah digunakan oleh masyarakat adat sebagai obat luar maupun bahan psikoaktif untuk upacara. Namun, penggunaan klinis modern untuk V. sebifera belum didukung uji yang memadai. Referensi: Duke, J. A., & Vasquez, R. (1994). Amazonian Ethnobotanical Dictionary. CRC Press.
Senyawa fitokimia apa saja yang terdapat dalam V. sebifera?
V. sebifera diketahui mengandung campuran alkaloid indol triptamin, antara lain N,N-dimetiltriptamin dan 5-metoksi-N,N-dimetiltriptamin, selain kelompok lignan, neolignan, dan senyawa fenolik. Biji dari marga Virola juga mengandung minyak lemak. Karena kandungan alkaloidnya, spesies ini tidak dapat disamakan dengan herbal pangan biasa. Referensi: Ott, J. (1993). Pharmacotheon: Entheogenic Drugs, Their Plant Sources and History. Natural Products Co.
Apakah Sangre de Toro aman dikonsumsi sehari-hari sebagai jamu atau suplemen?
Tidak. Tidak ada dosis oral harian yang terbukti aman, dan V. sebifera bukan bahan pangan atau suplemen gizi. Kandungan triptamin dapat menyebabkan mual, muntah, peningkatan denyut jantung, kecemasan, dan halusinasi bila diserap. Pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan toksisitas dan komplikasi psikiatri. Referensi: Barceloux, D. G. (2012). Medical Toxicology of Drug Abuse: Synthesized Chemicals and Psychoactive Plants. Wiley.
Apakah V. sebifera dapat digunakan untuk mengobati penyakit dan bagaimana dosisnya?
Belum ada bukti klinis dari uji manusia yang mendukung penggunaan V. sebifera untuk mengobati infeksi, peradangan, luka, atau kondisi lain. Aktivitas biologi yang dilaporkan umumnya berasal dari uji laboratorium terhadap senyawa tertentu, bukan dari uji klinis. Karena itu, belum ada dosis terapeutik yang dapat direkomendasikan. Referensi: Schultes, R. E., & Hofmann, A. (1992). Plants of the Gods: Their Sacred, Healing, and Hallucinogenic Powers. Healing Arts Press.
Apa efek samping dan risiko toksisitas dari penggunaan V. sebifera?
Efek samping yang dapat muncul antara lain mual, muntah, pusing, berkeringat, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, agitasi, halusinasi, serta gangguan orientasi. Dosis tinggi atau pemakaian bersama zat lain meningkatkan risiko psikotoksisitas dan reaksi merugikan yang serius. Tidak ada antidot khusus yang tersedia untuk kasus toksisitas triptamin, sehingga penanganannya bersifat suportif. Referensi: Ott, J. (1993). Pharmacotheon. Natural Products Co.
Apakah V. sebifera aman untuk bayi, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui?
Tidak. Tidak ada data keamanan yang mendukung penggunaan pada kelompok ini, dan adanya senyawa psikoaktif menjadikannya berisiko untuk janin, bayi, dan anak. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari semua produk herbal yang belum terbukti aman. Prinsip kehati-hatian juga berlaku untuk bahan yang dapat terserap melalui kulit maupun selaput lendir. Referensi: Ernst, E. (2002). Herbal medicinal products during pregnancy: are they safe? BJOG, 109(2), 227-235.
Apakah V. sebifera berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya. Penggunaan V. sebifera yang mengandung triptamin dapat berinteraksi dengan obat golongan inhibitor monoamin oksidase (MAOI), antidepresan, obat psikiatri, serta obat jantung dan tekanan darah. Kombinasi dengan MAOI dapat menyebabkan krisis hipertensi dan sindrom serotonin yang berbahaya. Oleh karena itu, jangan menggunakan herbal ini bersama obat apa pun kecuali di bawah pengawasan profesional kesehatan. Referensi: Izzo, A. A., & Ernst, E. (2009). Interactions between herbal medicines and prescribed drugs: an updated systematic review. Drugs, 69(13), 1777-1798.
Bagaimana status penelitian ilmiah dan saran penggunaannya secara umum?
Penelitian terhadap V. sebifera masih terbatas pada fitokimia, studi in vitro, dan dokumentasi etnobotani; belum ada uji klinis manusia untuk keamanan dan kemanjuran. Untuk kesehatan umum, V. sebifera tidak direkomendasikan sebagai obat mandiri. Jika terkena getahnya, bilas dengan air bersih. Jangan mengoleskan getahnya pada luka terbuka atau menelannya tanpa pendampingan tenaga medis. Referensi: McKenna, D. J., Towers, G. H. N., & Abbott, F. S. (1984). Monoamine oxidase inhibitors in South American hallucinogenic plants: Tryptamine and β-carboline constituents. Journal of Ethnopharmacology, 10(2), 195-223.

Huamanripa

Senecio tephrosioides

Vasaka

Justicia adhatoda

Cari: