Advertisement
Virola sebifera, yang dikenal luas dengan sebutan Sangre de Toro, adalah pohon tropis anggota famili Myristicaceae, satu kerabat dekat pala. Nama "Sangre de Toro" yang berarti "darah banteng" merujuk pada getah berwarna merah tua yang keluar saat batangnya dilukai. Tumbuhan ini tersebar luas di hutan hujan dataran rendah Amerika Tengah dan Selatan, mulai dari Kosta Rika, Panama, hingga Brasil dan Peru. Secara morfologi, pohon ini dapat mencapai tinggi 20–30 meter dengan batang lurus dan tajuk yang rimbun. Daunnya sederhana, berbentuk lonjong, dan tersusun berseling, sementara buahnya berupa kapsul yang pecah saat matang dan memperlihatkan biji bersalut aril merah yang khas.
Pohon ini asli dari hutan tropis Amerika Tengah dan Selatan. Biasanya mereka suka tumbuh di area hutan dataran rendah, hutan sekunder, sampai pinggiran sungai dengan kondisi tanah yang subur dan lembap. Karakteristik/ciri-ciri Sangre de Toro (Virola sebifera):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Pohon berukuran sedang hingga besar, tingginya bisa mencapai 20-30 meter dengan batang yang lurus. |
| Kulit Batang | Teksturnya cenderung halus atau sedikit bersisik dengan warna cokelat keabu-abuan. Kalau batang atau rantingnya dilukai, bakal keluar getah berwarna merah seperti darah, itulah kenapa disebut 'Sangre de Toro'. |
| Daun | Bentuknya memanjang (lonjong) dengan ujung yang runcing. Tekstur daunnya agak kaku dan permukaan bawah daun biasanya punya warna yang lebih pucat atau sedikit berbulu halus. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna kekuningan atau krem, dan tumbuh dalam kelompok (perbungaan) yang muncul di ketiak daun. |
| Buah | Buah berbentuk bulat atau lonjong (seperti kapsul kecil) yang kalau sudah matang bakal terbelah dua, memperlihatkan biji yang diselimuti selaput berwarna merah cerah (arilus). |
6 Manfaat Sangre de Toro untuk kesehatan.
Diduga melalui penghambatan COX-2 dan 5-lipoksigenase oleh lignan/neolignan, disertai penurunan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β) dan oksida nitrat melalui modulasi NF-κB.
Lignan dan senyawa fenolik mengganggu integritas membran lipid mikroba, meningkatkan permeabilitas sel, dan menghambat enzim metabolisme bakteri/jamur.
Senyawa fenolik dan lignan meredam radikal bebas melalui donasi atom hidrogen, menstabilkan radikal fenoksil, dan mengkhelat logam transisi, sehingga menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sangre de Toro.
Interaksi & Kontraindikasi Sangre de Toro dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sangre de Toro, yang umumnya merujuk pada spesies Virola sebifera (serta beberapa spesies terkait dalam genus Virola), dikenal dalam pengobatan tradisional masyarakat adat Amazon karena kandungan senyawa aktifnya, terutama tryptamines dan alkaloid turunan N,N-DMT (Dimethyltryptamine) serta 5-MeO-DMT. Ketika dikonsumsi atau digunakan dalam bentuk ekstrak getah dan kulit kayu, zat-zat psikoaktif ini berikatan dengan reseptor serotonin di dalam otak, khususnya reseptor 5-HT2A. Hal ini memicu berbagai efek samping neuropsikiatrik yang kuat, termasuk halusinasi visual dan auditori, distorsi waktu dan ruang, kecemasan akut, kebingungan mental, serta potensi pemicu episode psikotik pada individu yang rentan secara genetik.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sangre de Toro.