Alang-Alang

Cogon Grass | Imperata cylindrica
Nama
Alang-Alang (Cogon Grass)
Nama Latin/Ilmiah
Imperata cylindrica
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis
Nama Lain
Lalang (Malaysia), Cogon (Filipina), Blady grass (Australia), Cogongrass (Amerika Serikat)
Asal
Asia Tenggara, Asia Timur, India, Australia, Afrika
Kandungan Utama
Imperanena, arundoin, silindrin, fernenol, flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Alang-Alang

Imperata cylindrica, yang dikenal luas sebagai alang-alang atau cogon grass, adalah spesies rumput tahunan dari famili Poaceae yang tersebar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki rizoma yang kuat dan panjang, menjadikannya gulma invasif yang sangat adaptif di lahan kering dan marginal. Alang-alang mampu tumbuh cepat dengan sistem perakaran dalam, sehingga sering menjadi spesies pionir pasca kebakaran atau gangguan lahan. Daunnya tajam dan bergerigi, dengan warna hijau muda hingga kemerahan di bagian ujung. Meskipun dianggap sebagai hama pertanian, alang-alang menyediakan habitat bagi fauna kecil dan berperan dalam mencegah erosi tanah pada lahan terbuka.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 04:42:07
 

II. Ciri-ciri Alang-Alang

Alang-alang ini jago banget adaptasi. Dia bisa hidup di lahan terbuka, padang rumput, pinggir jalan, sampai lahan bekas terbakar. Dia dianggap gulma karena pertumbuhannya yang sangat agresif dan susah dibasmi gara-gara sistem akarnya yang kuat. Karakteristik/ciri-ciri Alang-Alang (Imperata cylindrica):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan menahun yang tumbuh membentuk rumpun, tingginya bisa variatif dari 0,2 sampai 1,5 meter.
Akar Punya rimpang (rizoma) yang menjalar di bawah tanah, warnanya putih, tajam, dan bercabang banyak. Inilah alasan kenapa dia susah dicabut sampai akarnya.
Batang Batangnya pendek dan tersembunyi di dalam tanah sebagai rimpang, sedangkan yang mencuat ke atas adalah batang bunga.
Daun Bentuknya memanjang seperti pita dengan ujung yang meruncing tajam. Permukaan daunnya kasar (terasa tajam kalau disentuh) dan bagian tengahnya punya tulang daun yang menonjol berwarna putih.
Bunga Bunganya berbentuk malai (seperti bulu ayam) berwarna putih lembut, biasanya muncul saat tanaman sudah cukup dewasa atau tertekan secara lingkungan.
Biji Sangat ringan dan dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang bikin dia gampang banget terbang terbawa angin untuk menyebar ke tempat lain.

III. Manfaat Alang-Alang

8 Manfaat Alang-Alang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Ekstrak Imperata cylindrica menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), sehingga menekan produksi prostaglandin dan leukotrien. Selain itu, senyawa imperanene dan arundoin memodulasi jalur NF-κB dengan mengurangi fosforilasi IκB, sehingga menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Imperanene, Arundoin, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Diuretik

    Senyawa flavonoid dan triterpenoid (seperti cylindrin) meningkatkan ekskresi natrium dan air melalui inhibisi reabsorpsi Na+ di tubulus proksimal ginjal, diduga melalui penghambatan pompa Na+/K+ ATPase. Efek ini juga diperkuat oleh peningkatan aliran darah ginjal akibat vasodilatasi ringan.

    Senyawa Aktif: Cylindrin, Kuersetin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Polifenol dan flavonoid dalam Imperata cylindrica mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS). Senyawa seperti quercetin dan asam klorogenat juga mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx).

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Alang-Alang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Alang-Alang.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan (DPPH Scavenging), Antiinflamasi (inhibisi COX-2) – In Vitro Dan In Vivo; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiproliferatif Pada Sel Kanker (in Vitro); Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
  3. Cylindrin

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Diuretik, Antiinflamasi (inhibisi Edema Pada Tikus); Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Alang-Alang

Interaksi & Kontraindikasi Alang-Alang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan alang-alang selama kehamilan karena dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Tidak ada data keamanan yang memadai.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan selama menyusui karena belum ada penelitian tentang ekskresi senyawa aktif ke dalam ASI. Efek diuretik juga dapat memengaruhi produksi ASI.

  3. Gagal ginjal berat (eGFR <30 mL/menit)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi karena efek diuretik alang-alang dapat memperburuk ketidakseimbangan elektrolit dan cairan, serta meningkatkan beban ginjal yang sudah terganggu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Alang-Alang

Alang-alang (Imperata cylindrica) secara tradisional sering digunakan sebagai diuretik dan obat penurun panas. Namun, penggunaan yang tidak tepat atau konsumsi berlebihan dapat memicu beberapa efek samping pada sistem pencernaan. Beberapa individu melaporkan gejala seperti mual, muntah, dan diare ringan setelah mengonsumsi rebusan akar alang-alang dalam dosis tinggi. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif tertentu yang dapat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan jika kadarnya melampaui batas toleransi tubuh.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Alang-Alang

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Alang-Alang.

  1. Imperata cylindrica (Alang-Alang): Tinjauan Sistematis terhadap Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologinya

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Alang-alang mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan triterpenoid yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hepatoprotektif, dan diuretik. Namun, jumlah uji klinis pada manusia masih terbatas sehingga efikasi dan keamanannya perlu diteliti lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Efek Ekstrak Imperata cylindrica terhadap Kadar TNF-α dan IL-6 pada Model Inflamasi: Sebuah Meta-Analisis Studi Preklinis

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak akar alang-alang secara signifikan menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 dibandingkan kontrol pada berbagai model inflamasi. Subanalisis mengindikasikan bahwa dosis ≥200 mg/kgBB memberikan efek antiinflamasi yang lebih besar.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Akar Imperata cylindrica pada Tikus yang Diinduksi Edema Kaki dengan Karagenan

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar alang-alang dosis 200 dan 400 mg/kgBB dapat menurunkan volume edema kaki secara signifikan dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasi ini diduga melalui penghambatan ekspresi COX-2 dan TNF-α pada jaringan inflamasi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Alang-Alang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Alang-Alang.

Apa saja senyawa fitokimia utama yang terkandung dalam alang-alang (Imperata cylindrica) dan apa manfaatnya bagi kesehatan?
Alang-alang mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid (misalnya quercetin, kaempferol), saponin, tanin, alkaloid, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, diuretik, dan antipiretik. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak alang-alang dapat membantu menurunkan demam dan meningkatkan produksi urin (Kumar & Singh, 2021).
Apakah alang-alang aman dikonsumsi sebagai minuman herbal sehari-hari?
Penggunaan alang-alang dalam jumlah sedang umumnya dianggap aman untuk konsumsi jangka pendek. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi lambung atau penurunan tekanan darah karena sifat diuretiknya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan herbal dengan hati-hati dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan (WHO, 2019).
Bagaimana efek samping atau kontraindikasi penggunaan alang-alang, terutama pada ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak-anak?
Konsumsi alang-alang pada ibu hamil sebaiknya dihindari karena efek diuretiknya dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dan berpotensi menyebabkan kontraksi rahim. Ibu menyusui juga perlu berhati-hati karena belum ada data keamanan yang cukup. Bayi dan anak-anak sebaiknya tidak diberikan tanpa pengawasan medis karena sistem metabolisme mereka masih belum matang (BPOM RI, 2020).
Apakah alang-alang dapat digunakan untuk mengobati demam atau infeksi saluran kemih? Apa dosis yang dianjurkan?
Alang-alang secara tradisional digunakan sebagai antipiretik dan diuretik untuk membantu mengatasi demam dan infeksi saluran kemih ringan. Sebuah studi klinis menunjukkan bahwa ekstrak air alang-alang dosis 500 mg/kg berat badan efektif menurunkan demam pada hewan uji (Putri et al., 2022). Namun, dosis pada manusia belum ditetapkan secara pasti; umumnya digunakan 1-2 gram akar kering diseduh sebagai teh 2-3 kali sehari, namun konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan.
Apakah alang-alang memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Karena sifat diuretiknya, alang-alang dapat berinteraksi dengan obat diuretik lain, obat antihipertensi, atau obat jantung, sehingga dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah berlebihan atau gangguan elektrolit. Selain itu, efek anti-inflamasi alang-alang dapat memengaruhi kerja obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi alang-alang bersamaan dengan obat-obatan (Drugs.com, 2021).
Bagaimana cara mengolah alang-alang yang benar untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa efek toksik?
Bagian yang digunakan adalah akar segar atau kering. Untuk rebusan, cuci bersih akar alang-alang, iris tipis, lalu rebus dengan air mendidih selama 10-15 menit. Saring dan minum hangat. Hindari merebus terlalu lama karena dapat mendegradasi senyawa aktif. Simpan rebusan di lemari es dan konsumsi dalam 24 jam. Jangan mengonsumsi secara berlebihan; maksimal 2-3 cangkir per hari (Herbal Medicine Research Center, 2020).

Ginseng Jawa

Talinum paniculatum

Rumput Fatimah

Labisia pumila

Cari: