Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Imperata cylindrica (Alang-Alang): Tinjauan Sistematis terhadap Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologinya

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    52 artikel terpilih dari 267 artikel awal yang mencakup studi etnofarmakologi, fitokimia, dan bioaktivitas Imperata cylindrica
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi pustaka)
    Temuan:
    Alang-alang mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan triterpenoid yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hepatoprotektif, dan diuretik. Namun, jumlah uji klinis pada manusia masih terbatas sehingga efikasi dan keamanannya perlu diteliti lebih lanjut.
  2. Efek Ekstrak Imperata cylindrica terhadap Kadar TNF-α dan IL-6 pada Model Inflamasi: Sebuah Meta-Analisis Studi Preklinis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi praklinis dengan total 140 tikus yang mengevaluasi pengaruh ekstrak alang-alang terhadap sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak bervariasi antara 50–400 mg/kgBB dengan durasi pemberian 7–28 hari sesuai protokol studi primer
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak akar alang-alang secara signifikan menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 dibandingkan kontrol pada berbagai model inflamasi. Subanalisis mengindikasikan bahwa dosis ≥200 mg/kgBB memberikan efek antiinflamasi yang lebih besar.
  3. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Akar Imperata cylindrica pada Tikus yang Diinduksi Edema Kaki dengan Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan umur 8 minggu dengan berat 180–220 g, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB diberikan per oral sekali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar alang-alang dosis 200 dan 400 mg/kgBB dapat menurunkan volume edema kaki secara signifikan dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasi ini diduga melalui penghambatan ekspresi COX-2 dan TNF-α pada jaringan inflamasi.
  4. Efek Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Metanol Akar Imperata cylindrica pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 (kanker payudara) dan sel normal MCF-10A sebagai kontrol
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–200 µg/mL selama 24 dan 48 jam inkubasi
    Temuan:
    Ekstrak metanol akar alang-alang menunjukkan sitotoksisitas selektif terhadap sel MCF-7 dengan IC50 sebesar 48,7 µg/mL dan tidak bersifat toksik terhadap sel normal MCF-10A. Ekstrak ini menginduksi apoptosis melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2 dan aktivasi kaspase-3.
  5. Efek Antidiabetik Ekstrak Akar Imperata cylindrica melalui Penghambatan Enzim Alfa-Glukosidase dan DPP-4 secara In Vitro

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak etanol 96% akar alang-alang yang difraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air; diuji terhadap enzim alfa-glukosidase dan DPP-4
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 10, 25, 50, 100, dan 200 µg/mL; inkubasi selama 15–30 menit sesuai protokol enzim
    Temuan:
    Fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan alfa-glukosidase paling kuat dengan IC50 34,2 µg/mL dibandingkan ekstrak kasar dan fraksi lainnya. Aktivitas penghambatan DPP-4 juga berkorelasi dengan kandungan flavonoid dan asam fenolat.
  6. Penghambatan Tirosinase dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Akar Imperata cylindrica sebagai Agen Pencerah Kulit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak etanol akar alang-alang serta fraksi air, etil asetat, dan n-heksan; menggunakan uji DPPH, ABTS, dan L-DOPA tirosinase
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 50–200 µg/mL; inkubasi uji tirosinase menggunakan L-DOPA selama 10 menit
    Temuan:
    Ekstrak etanol akar alang-alang memiliki kandungan fenolik total setara 87,6 mg GAE/g ekstrak dan mampu menghambat tirosinase dengan IC50 28,4 µg/mL. Aktivitas antioksidannya berkaitan erat dengan kadar asam klorogenat dan isoorientin.
  7. Potensi Alelopati Ekstrak Imperata cylindrica sebagai Bioherbisida pada Gulma Asystasia gangetica

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental (Rancangan Acak Lengkap)
    Sampel:
    2000 benih gulma Asystasia gangetica yang dikecambahkan pada media agar dengan berbagai konsentrasi ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%; pengamatan selama 14 hari setelah tanam
    Temuan:
    Ekstrak daun dan akar alang-alang menghambat perkecambahan serta pertumbuhan kecambah A. gangetica secara konsentrasi-dependent. Konsentrasi 20% menekan perkecambahan hingga 80% dan menghambat panjang akar kecambah sekitar 70%.
  8. Potensi Fitostabilisasi Imperata cylindrica pada Tanah Tercemar Timbal (Pb) di Kawasan Pasca Tambang

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi observasional lapangan dan analisis laboratorium
    Sampel:
    Sampel tanaman dan tanah rizosfer diambil dari 3 titik lahan pasca tambang timbal dengan kadar Pb tanah 150–400 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    Pengambilan sampel pada tanaman berumur sekitar 3 bulan setelah musim hujan; tidak ada intervensi dosis
    Temuan:
    Imperata cylindrica mampu mengakumulasi Pb terutama pada akar dengan biokonsentrasi faktor >1, tetapi nilai translokasi faktor <1, sehingga berpotensi sebagai fitostabilisator. Tanaman ini juga toleran terhadap kondisi tanah masam dan kadar logam tinggi.

Advertisement


Cari: