Advertisement
Aktivitas antiparasit adalah kemampuan senyawa bioaktif dari herbal untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh parasit penyebab penyakit seperti malaria, toksoplasmosis, dan leishmaniasis. Penyakit parasit masih menjadi masalah kesehatan utama di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Herbal seperti Artemisia annua (artemisinin), kina (kuinin), dan sambiloto (andrographolide) telah terbukti memiliki aktivitas antiparasit yang kuat.
Mekanisme antiparasit pada herbal bervariasi tergantung jenis parasit target. Artemisinin bekerja dengan menghasilkan radikal bebas yang merusak protein parasit malaria. Kuinin mengganggu metabolisme hemoglobin parasit. Andrographolide dari sambiloto menunjukkan aktivitas antimalaria dan antitoksoplasma melalui berbagai mekanisme, termasuk penghambatan enzim spesifik parasit dan modulasi sistem imun. Dengan meningkatnya resistensi parasit terhadap obat sintetik, pengembangan antiparasit alami dari herbal menjadi sangat penting untuk menyediakan alternatif terapi yang lebih aman dan terjangkau.
Advertisement
Menginduksi stres oksidatif pada parasit, mengganggu metabolisme folat, dan menghambat enzim protease sistein. Furanokumarin dapat berinterkalasi ke DNA kinetoplas.
Senyawa: Bergapten, Xanthotoxin, Isopimpinellin
Tingkat Bukti: Terbatas
Induksi apoptosis melalui peningkatan ROS mitokondria dan penurunan potensial membran mitokondria pada amastigot, serta inhibisi enzim arginase parasit.
Senyawa: Minyak atsiri (β-asarone, (Z)-methyl isoeugenol), eugenol
Tingkat Bukti: Terbatas